(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Sejarah Pembangunan Ka’bah sampai saat ini memang Belum ada kesepakatan di antara para sejarawan tentang siapa yang pertama kali membangun Ka’bah. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah para malikat.

Pendapat kedua menyebutkan bahwa yang membangun adalah Nabi Adam AS. Sedang pendapat ketiga menyebutkab bahwa pembangun Ka’bah adalah Nabi Ibrahim AS (Fakhrudiin Abu Abdillah Muhammad bin Umar Ar Razi, Tafsir Al Fkhr Ar Razi Al Masyhur bi Tafsir Al Kabir wa Mafatih Al Ghaib, 8/156).

sejarah pembangunan ka'bah

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan rumah suci ini sebelum menciptakan segala sesuatu di muka bumi. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa tempat yang pertama kali diciptakan adalah Ka’bah pada 2000 tahun sebelum Dia menciptakan bumi. Fondasi Ka’bah berada di bawah bumi ketujuh. Pendapat ini diusung oleh Mujahid, seorang penafsir klasik.

Muhammad bin Al Husain bin Ali bin Abi Thalib meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Allah SWT memerintahkan para malaikat agar membangun sebuah bangunan yang mirip Bait Al-Ma’mur di muka bumi.

Allah SWT memerintahkan makhluk yang ada di bumi untuk bertawaf di bangunan tersebut sebagaimana para (malaikat) penduduk langit bertawaf di Bait Al-Ma’mur. Penciptaan ini terjadi sebelum penciptaan Adam.

Dalam beberapa kitab tafsir disebutkan bahwa Ka’bah adalah rumah (ibadah) yang diletakkan di atas air ketika Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Allah SWT menciptakanya dua ribu tahun sebelum menciptakan bumi. Rumah itu masih berbentuk busa putih di atas air, kemudian bumi dibentangkan di bawah rumah itu. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Umar, Mujahid, dan Suddiy. Ketiga pendapat ini menyatakan bahwa yang pembangunan Ka’bah adalah para malaikat atas perintah Allah SWT.

ka'bah

Sedang pendapat kedua menyatakan bahwa yang membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Saat diturunkan dari surga, beliau meminta pengampunan kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah dilakukan di surga. Allah SWT memerintahkan untuk membangun Ka’bah dan mengelilinginya sebagai bentuk peribadatan beliau. Keitka terjadi banjir bandang pada zaman Nabi Nuh AS, Ka’bah diangkat ke langit ketujuh dan dijadikan tempat peribadatan bagi para malaikat. Setiap hari, ada tujuh puluh ribu malaikat yang memasukinya.

Setelah banjir surut, fondasi Ka’bah mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga tidak tampak jika tempat tersebut dulunya pernah menjadi fondasi Ka’bah. Ribuan tahun setelah itu, Allah SWT memerintahkan Jibril untuk memberitahu Ibrahim letak fondasi Ka’bah. Atas instruksi Jibril (sekaligus sebagai arsitek), dan dibantu putranya, Ismail Nabi Ibrahim AS mulai membangun Ka’bah yang telah rusak. Peristiwa ini diabadikan dalam ayat:

 

Sejarah Pembangunan K'abah

 

 

Dalam proses pembangunan serta ketika bangunan sudah tinggi Nbai Ibraim AS mengalami kesulitan untuk menggapai bangunan yang paling atas. Kemudian Nabi Ismail AS mengangkat sebuah batu dan diletakkan pada jarak tertentu di samping Ka’bah. Batu pijakan itu dikenal dengan nama Maqam Ibrahim.

Pendapat pertama dan kedua menyatakan bahwa Ka’bah sudah dibangun pada zaman Nabi Adam AS. Nabi Ibrahim AS hanya sebagai pembangun ulang setelah hancur diterjag banjir karena Ka’bah sudah ada sebelum zaman Nabi Ibrahim AS.

Pendapat ketiga menyatakan bahwa yang membangun Ka’bah adalah Nabi Ibrahim AS. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Ya Allah, sesungguhnya aku jadikan wilayah di antara dua gunungnya (Madinah) sebagai bumi larangan, sebgaimana Ibrahim menjadikan Mekkah sebagai bumi larangan.” (HR. Ahmad No. 12.951).

Dalam doa ini, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa yang menjadikan Mekkah sebagai bumi larangan adalah Nabi Ibrahim AS. Penetapan status sebagai Tanah Haram ini meniscayakan pembangunan Ka’bah di dalamnya, karena tanpa membangun Ka’bah, bumi itu hanyalah sebuah tumpukan batu dan pasir yang tidak bernilai. Hanya dengan wujud Ka’bah, tanah itu menjadi mulia (haram) (Ibid, 8/306).

Pendapat-pendapat yang mencoba menjelaskan asal-usul Ka’bah ini masih menyisakan beberapa kejanggalan. Namun paling tidak, semua informasi di atas telah memberitahukan kepada kita bahwa yang berperan dan punya keterkaitan dengan tempat suci ini adalah orang-orang mulia di sisi Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang mendapat anugerah berupa kedekatan dengan Sang Pencipta, dan tentu saja mereka adalah makhluk istimewa. Keistemawaan mereka terus berlangsung dari masa ke masa, dari generasi ke generasi.

sejarah pembangunan ka'bah

Hal ini dapat dibuktikan dengan perhatian yang diberikan manusia antar zaman pada bangunan istimewa yang mereka bangun. Tempat suci itu mendapatkan tempat yang mulia di hati masing-masing generasi, baik mereka yang ada di dekatnya, maupun oleh mereka yang berada jauh dari bangunan suci itu.

Mungkin sebaiknya kita berpegang pada pendapat beberapa ulama Timur Tengah yang diketuai oleh Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarak Furi. Beliau menyatakan bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh para malaikat atas perintah Allah SWT. Kemudian berturut-turut yang sangat populer dibangun ulang oleh Nabi Adam AS.

Pembangunan nya  kemudian oleh Nabi Ibrahim AS. Lalu oleh suku Quraisy di mana Rasulullah SAW ikut serta dalam pembangunan ulang sebelum diangkat sebagai Nabi. serta dilanjukan oleh oleh Abdullah Ibnu Zubair. Dan sejak saat itu, Ka’bah beserta Masjidil Haram mengalami berbagai penyempurnaan sehingga seperti sekarang ini (perhatikan kitab Tarikh Makkah Al-Mukarramah, Riyadh: Darussalam, 1326 H).

 

talang emas ka'bah

 

Perbaikan selalu diadakan dari masa ke masa. Mulai dari perbaikan yang dilakukan oleh kabilah Umalawah, Jurhum, Qushay bin Kilab, dan kabilah Quraisy. Ka’bah menjadi tempat keramat bagi masyarakat Arab. Sekali lagi terbukti bahwa kegiatan itu juga dilakukan masyarakat yang berada jauh dari wilayah Mekkah. Tidak ada yang berani berbuat buruk di tempat suci ini. Isaf dan Nailah, dua orang dari suku Jurhum diubah menjadi batu karena melecehkan keberadaan Ka’bah sebagai tempat suci.

Ketika mulai marak kasus pencurian terhadap barang-barang yang ada di dalam Ka’bah, Allah SWT mengutus ular. Ular tersebut yang kepalanya seperti kepala kambing untuk menjaga Ka’bah. Peristiwa yang terakhir ini terjadi 500 tahun sebelum pembangunan yang dilakukan orang Quraisy. Peristiwa ini disebutkan oleh Muhammad bin Rizqi bin Tharhuni, (Shahih Sirah Al-Nabawiyah Al-Musamat Al-Sirah Al-Dzahabiyah, 1/63).

 

Tag : sejarah pembangunan Ka’bah