(024) 76601186 umroh@syakirawisata.com

Melihat Rumah tempat kelahiran Rasulullah SAW adalah Salah satu  objek kunjungan jamaah haji dan umroh ke tempat bersejarah di kota suci Makkah. Letaknya tidak begitu jauh dari Masjidil Haram, hanya berjarak 150 menter di sebelah Barat Masjidil Haram. Bangunan yang berdiri di kaki pegunungan Khandama ini memang jauh dari kesan mewah.

Rumah Kelahiran Rasulullah

Bangunan nya memang tidak seperti bangunan asli saat Rasulullah dilahirkan. Di bangunan yang memiliki ukuran kira – kira  10×18 meter inilah Rasulullah di lahirkan. Jika dilihat dari bangunan disekelilingnya nya, nampak bangunan ini sangat sederhana. Bahkan, oleh pemerintah Arab Saudi, bangunan itu terkesan dibiarkan dan lebih sering terkunci

Hal ini di maklumi, karena rasa khawatir pemerintah Saudi Arabia dimana bangunan tersebut  akan menjadi tempat pemujaan baru. . Bahkan konon kabarnya kalangan Wahabi bermaksud menghancurkan Rumah tempat Rasulullah dilahirkan tersebut. Tidak lain agar tempat tersebut tidak dijadikan laksana  berhala di sekitar Ka’bah. Pemerintah Saudi yang sebagian besar menganut ajaran Wahabi  juga pernah berencana menghancurkan nya guna  perluasan Masjidil Haram. Meskipun rencana itu tidak terlaksana.

Mengutip dari beberapa sumber menyatakan bahwa Rasulullah SAW dilahirkan di Kota Makkah pada tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun gajah. Disebut tahun gajah karena pada tahun dilahirkan nya Rasulullah terjadi penyerbuan oleh Pasukan Gajah yang di pimpin oleh Abrahah. Ada pula yang pandangan yang menyebut bahwa Rasulullah lahir pada bulan Agustus tahun 570 Masehi. Hal ini disebutkan oleh Ibnu Hasyim, Ibnu Ishaq, Ibnu Abbas, dan Caussin.

Seluruh ulama mempercayai bahwa Rasulullah dilahirkan di rumah Abdul Muthalib. Beliau adalah Kakek Baginda Rasulullah yang sekaligus memegang peran penting pemuka Kabilah Quraisy. Posisi nya yang sangat disegani dan dihormati membuat Abdul Muthalib dipercaya sebagai pemegang kunci Pintu Ka’bah.

rumah kelahiran rasulullah makkah

 

Rumah tempat Rasulullah dilahirkan itu kini “disulap” menjadi sebuah perpustakaan, atau biasa disebut  Maktabah Makkah al-Mukarramah. Renovasi dilakukan di beberapa sudut bangunan untuk menjaga agar  bangunan tersebut tetap terpelihara. Namun ditengah hiruk pikuk Renovasi Masjidil Haram secara besar – besaran dan pendirian beberapa bangunan hotel pencakar langit seolah lokasi tersebut sengaja disembunyikan dari perhatian jamaah haji dan umroh.

Bangunan yang kini menjadi perpustakaan tersebut hanya diisi oleh buku-buku dan literatur sebagai bahan bacaan umat Islam dari beragam ilmu pengetahuan, meskipun sering dalam kondisi terkunci. Tak serta merta bangunan tempat Rasulullah dilahirkan itu lolos dari penghancuran besar besaran pemerintah kerajaan Arab Saudi, meskipun kini berubah menjadi perpustakaan.

Seperti dalam Sirah an-Nabawiyah dan dikutip dari buku berjudul ‘Haji dan Umrah Bersama M. Quraish Shihab’ tertulis bahwa Rasulullah SAW memberikan rumah tempat kelahirannya tersebut kepada Aqil tatkala beliau hijrah ke Madinah. Aqil sendiri merupakan putra paman Rasulullah,  Abu Thalib. Rumah itu kemudian beralih kepemilikannya kepada Muhammad bin Yusuf Atstsaqafi. Hingga selanjutnya, rumah itu dibeli oleh Khizran.

rumah kelahiran rasulullah masjidil haram

‘’Tiba suatu waktu penguasa meruntuhkannya karena khawatir disakralkan,’’ demikian seperti ditulis Quraish Shihab. Sejak saat itulah rumah tempat Rasulullah dilahirkan di Kota Suci Makkah dibiarkan  terbengkalai selama bertahun – tahun. Konon  sebelum akhirnya difungsikan sebagai perpustakaan mulai tahun 1370 H atau tahun 1950 hingga sekarang, di lokasi tempat bangunan ini sempat di dirikan bangunan masjid oleh Al-Khaizuran, ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid,

Kini para jamaah haji dan umroh dari berbagai penjuru dunia yang ingin berkunjung ke tempat Rasulullah dilahirkan di kota suci Makkah dengan mudah mengenali tempat itu. Banguanan ini sangat sederhanan karena diatasnya tertulis Maktabah Makkah al-Mukarramah yang berarti perpustakaan Makkah al-Mukarramah. Namun bangunan ini sering dikenal sebagai “Rumah Maulid”

Bangunan ini sangat sederhana dan lokasinya seperti disisihkan. Sangat Kontras jika di bandingkan dengan kemegahan gate King Abdullah yang kini sedang dibangun. Maktabah ini selain buku dan literatur juga masih menyimpan jejak sejarah Rasulullah di dalamnya. Sangat disayangkan pada bagian sebelah kiri bangunan utama itu digunakan sebagai gudang penyimpanan barang-barang yang tak terpakai.

Terdapat pula spanduk yang ditulis dalam enam bahasa yang intinya menuliskan sejumlah larangan.  Mulai dari: dilarang shalat di depan Rumah Maulid, dilarang berdoa di depan Rumah Maulid dan dilarang meratap di temboknya.

rumah kelahiran rasulullah muhammad

Bahkan ada tulisan yang menunjukkan tidak disyariatkan nya kunjungan ke tempat Rasulullah dilahirkan di Kota Suci Makkah yang kin telah berubah menjadi  perpustakaan ini dengan tujuan beribadah.  Karena memang tidak ada dalil yang menunjukkan akan hal itu.

 

Melihat Rumah Tempat Kelahiran Rasulullah di Kota Suci Makkah