(024) 76601186 umroh@syakirawisata.com

Berbagai Keutamaan Ibadah Haji yang terkait dengan Ka’bah memang sudah tidak di sangsikan lagi. Sebagian besar ritual ibadah haji berpusat di Ka’bah dan sekitarnya yang merupakan masy’aril haram. Ibadah tawaf dan sa’i jelas dilaksanakan di dalam kompleks Masjidil Haram. Wukuf dilaksanakan di Arafah, yang merupakan tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa, kemudian dari Arafah, Allah SWT kembali memerintahkan untuk membangun Ka’bah yang sudah pernah dibangun para malaikat.

 

keutamaan ibadah haji ka'bah

 

Setelah membangun Ka’bah, melakukan thawaf, barulah Nabi Adam AS dan Hawa melakukan pertaubatan di Arafah. Sementara itu, ritual melontar jumrah Aqabah, yang pelaksanaan syariatnya baru dimulai oleh Nabi Ibrahim AS juga terkait dengan Ka’bah. Nabi Ibrahim AS diperintah Allah SWT untuk melakukan ibadah qurban. Godaan datang dari setan berkali-kali dan Nabi Ibrahim AS digambarkan sempat melempari setan dengan bebatuan.

Setelah berhasil menggagalkan godaan setan dan melakukan ibadah qurban, Nabi Ibrahim AS diperintahkan kembali tawaf di Ka’bah, yang kemudian disebut sebagai tawaf ifadhah, serta melakukan tahallul di Masjidil Haram. Jadi memang pusat ritus-ritus (tata cara dalam upacara keagamaan) ibadah haji semuanya berujung di Ka’batullah.

Di Ka’bah juga ada Hajar Aswad sebagai batu yang diyakini berasal dari surga (para ilmuwan menafsirkannya sebagai batu meteorit), yang disunahkan untuk dicium. Menurut berbagai sumber hadis Nabi, semula batu ini berwarna putih, tetapi kemudian berubah warna menjadi hitam karena banyak dicium dan disentuh oleh manusia yang memiliki dosa kepada Allah SWT (Sunan Al-Tirmidzi, bab Fadhl Al-Hajar Al-Aswad, 3/226; Shaih Ibn Khuzaimah, 4/220; Musnad Imam Ahmad, 1/307, 329, 373; Fadhlu Al-Hajar Al-Aswad wa Maqami Ibrahim, 44).

 

hajar aswad

 

Jika pelaksanaan ritual ibadah haji merupakan simbol ketunduktaan kepada Allah SWT, serta menapaktilasi ibadah para malaikat dan rasul Tuhan, maka mencuim Hajar Aswad adalah bentuk kepatuhan kepada sunah rasul Tuhan, maka mencium Hajar Aswad adalah bentuk kepatuhan kepada sunah Rasulullah Muhammad SAW. Di samping mengingatkan kembali jasa Nabi Ibrahim AS, Nabi Is’mail AS, dan Sayyidah Hajar dalam membangun ulang Ka’bah.

Terkait dengan ini, jamaah haji juga disunahkan melakukan shalat dua rakaat setelah tawaf jika memungkinkan shalat di belakang maqam Ibrahim dan sebelum mencium Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan, shalat dua rakaat setelah thawaf bisa dilakukan di mana saja di dalam kawasan Masjidil Haram.

Selain Hajar Aswad, di sebelah kanan terdapat Multazam. Multazam adalah nama suatu tempat dimana di tempat tersebut doa tidak akan tertolak/ pasti terkabul, dan di sana juga terdapat tempat yang disebut sebagai Hijr Jibril. Tempat ini adalah posisi Jibril ketika memberikan batu Hajar Aswad kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sekaligus tempat Malaikat Jibril menyimak bacaan Al-Qur’an Nabi Muhammad SAW.

 

kiswah ka'bah

 

Betapa agungnya Ka’bah yang oleh Allah SWT dijadikan mediator transfer energi Keillahian dan menjadikannya sebagai pusaran energi Illahiah untuk menusia. Semua itu tentu memperkokoh keimanan dan ketauhidan umat Islam dan menandakan bahwa Ka’bah merupakan simbol kekuatan tauhid tersebut.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji yang merupakan upaya puncak pencarian dan perolehan semangat tauhid itu, maka perjalanan menunaikan ibadah haji dalam kerangka Islam termasuk dalam konteks rihlah al-muqaddasah atau perjalanan suci yang dipastikan mendapat rida dari Allah SWT, Rasulullah SAW menegaskan bahwa perjalanan terbaik adalah perjalanan yang diarahkan menuju Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Aqsha. (HR. Bukhari-Muslim).

Biaya perjalanan haji ditanggung oleh Allah SWT karena termasuk dalam kerangka wisata suci. Dalam pernyataan Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa belanja yang dikeluarkan untuk menunaikan ibadah haji sama dengan belanja yang dikeluarkan untuk jihad di jalan Allah SWT, yang setiap dirhamnya akan dibalas dengan 700 kali lipat dari Allah SWT. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

 

ka'bah jaman dulu

 

Selain itu, masih banyak pahala yang dijanjikan Rasulullah SAW terhadap mereka yang melaksanakan ibadah haji. Diantaranya yang paling utama adalah :

  1. Diampuni dari segala dosanya, Rasulullah SAW bersabda:
    “Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga.” (Muttafaq Alaihi, Bulugh Al-Maram, No. 726).
    Dalam riwayat yang lain, terkait dengan keutamaan ibadah haji Rasulullah Bersabda :
    “Barang siapa yang melaksanakan haji karena Allah dengan tidak rafats (berkata-kata kotor) dan tidak fasik (durhaka) maka ia kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya (tanpa dosa).” (HR. Bukhari, dalam Al-Jami’ Al-Musnad Al-Shahih, 2/133, No. 1521).
  2.  Mendapatkan ganjaran surga. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana hadis di atas bahwa: “Haji mabrur pahalanya tiada lain kecua surga.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Thabrani).
  3. Pembiayaan yang dikeluarkan dalam perjalanan haji diberi ganjaran sama dengan ganjaran pembiayaan di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
    “Pembiayaan dalam perjalanan haji bagaikan pembiayaan di jalan Allah, satu dirham diganjar dengan 700 (tujuh ratus) dirham.” (HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, 5/354).
  4. Mendapatkan pahala jihad yang paling uatama, Rasulullah SAW menjelaskan:
    “Dari ‘Aisyah Radliyallahu ‘anha bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah.”
    (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafal menurut riwayatnya. Sanadnya sahih dan asalnya dari sahih Bukhari-Muslim, Bulugh Al-Maram, No. 727).
    Dalam riwayat lain juga dikemukakan bahwa: “Jihad yang paling utama bagi wanita adalah haji mabrur.” (HR. Bukhari).
  5. Wafat di dalam perjalanan haji sama dengan mati syahid. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang wafat dalam perjalanan haji, maka ia seperti orang yang wafat di jalan Allah.” (HR. Muslim).
  6. Diterima doanya untuk orang lain. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa datang berhaji semata-mata karena Allah, diampuni segala dosanya yang telah diperbuatnya dan dia memberi bantuan kepada orang-orang yang didoakannya.”
  7. Menjadi orang yang dibanggakan Allah SWT kepada malaikat-Nya. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA:
    “Sesungguhnya seseorang yang melakukan ibadah haji waktu keluar dari rumahnya, setiap langkahnya Alla SWT menulis kebajikan dan menggugurkan dosanya. Kemudian, apabila mereka wukuf di Arafah, Allah membanggakannya kepada malaikat dengan ungkapan: “Lihatlah kalian kepada hamba-Ku, dia mendatangi-Ku dengan rambut kusut masai. Aku persaksikan kepadamu sesungguhnya Aku mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak jumlah bintang di langit dan sebanyak butir kerikil padang pasir. Dan, apabila mereka melontarkan jamarat, tidak ada seorang pun yang tau apa imbalan baginya sampai ia dibangkitkan Allah Ta’ala di hari kiamat. Dan, apabila ia memotong rambutnya maka ia memiliki cahaya pada hari tawaf di Baitullah telah selesai, keluarlah ia dari dosanya seperti halnya bayi yang dilahirkan ibunya (bersih dari dosa).” (HR. Ibnu Hibban).

Itulah sedikit dari berbagai Keutamaan Ibadah Haji yang terkait dengan Ka’bah. Semoga kita termasuk sebagai Hamba Allah yang diberikan nikmat dan kesempatan untuk memenuhi Panggilan Allah dalam ibadah haji. baik melalui program haji reguler maupun ibadah haji khusus

 

Tag : Keutamaan Ibadah Haji yang terkait dengan Ka’bah