(024) 76601186 umroh@syakirawisata.com

Ibadah haji Para Malaikat Sebagaimana sudah dikemukakan, bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh malaikat dan dilanjutkan oleh para Nabi dan Rasul. Mereka tidak hanya sekedar membangun, tetapi juga sekaligus melaksanakan ibadah haji (walau sebagian amalannya belum seperti sekarang, misalnya hanya tawaf saja).

 

ibadah haji para malaikat

 

Banyak riwayat yang tsiqah (dapat dipercaya), yang dapat penulis kemukakan di sini tentang kenyataan bahwa para malaikat juga melaksanakan haji, bahkan sejak sebelum manusia diciptakan. Banyak riwayat yang menyatakan bahwa Ka’bah dibangun oleh Para Malaikat. Lalu bagaimanakan ibadah haji Para Malaikat itu sendiri ?

Imam Ja’far Shadiq berkata, “Ketika Nabi Adam AS bertolak dari Mina, para malaikat menjumpainya di Abthah dan berkata, ‘Wahai Adam, hajimu telah mabrur. Kami sendiri telah melaksanakan haji di Baitullah ini sebelum engkau selama dua ribu tahun.” (Al-Faqih, hlm. 211; Al-Mustadrak, hlm. 10).

Abu Al-Hasan Al-Ridha pernah ditanya tentang waktu haji, “Mengapa waktunya ditetapkan pada tanggal 10 Dzulhijjah ?,” kemudian Abu Al-Hasan menjawab, “yang pertama kali melaksanakan haji di Baitullah adala para malaikat dan mereka bertawaf di sana pada waktu tersebut.

 

ibadah haji ka'bah dari udara

 

Kemudian Allah SWT menetapkan itu sebagai sunah waktu pelaksanaan haji sampai hari Kiamat. Para Nabi, seperti Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Ibrahim AS, Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Muhammad SAW juga melaksanakan haji pada waktu tersebut, lalu dijadikan sunah untuk anak cucu keturunan mereka sampai hari Kiamat.” (Al-Biar, XCIX, hlm. 24).

 

Tawaf Malaikat di Bait Al-Ma’mur

 

Ibadah haji, selain dilaksanakan di Masjidil Haram, yang merupakan miniatur Masjid Bait Al-Ma’mur, juga dilaksanakan oleh para malaikat di Bait Al-Ma’mur. Imam As-Sajjad berkata, “Dan bershalawatlah kepada para malaikat yang bertawaf di Bait Al-Ma’mur.” (Al-Shahifah, hlm. 20).

Sebagaimana disebutkan dalam Majma’ Al Bahrain karya Al-Tharihi, bahwa Al-Bait Al-Ma’mur berada di langit keempat. Konon dahulunya adalah tempat tawaf Nabi Adam AS yang diangkat oleh Allah SWT ke langit ketika terjadi angin topan.

Menurut riwayat Ali bin Ibrahim, Allah SWT meletakkan Bait Al-Ma’mur untuk para penghuni langit sebagai tobat mereka. Hal itu karena mereka mempertanyakan kepada Allah SWT dengan perkataan mereka”, Apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan padanya ?..” (QS. Al-Baqarah ayat 30).

 

ibadah haji malaikat

 

 

Ketika mereka berkata demikian, Allah SWT menjauhkan arasy dari mereka sejauh lima ratus tahun, kemudian mereka pun mengelilingi arasy. Allah SWT memandang mereka, lalu menurunkan rahmat-Nya. Allah meletakkan Bait Al-Ma’mur untuk mereka dan berfirman, “Bertawaflah kalian di sana dan tinggalkan arasy! Sesungguhnya Bait Al-Ma’mur adalah tempat keridaan-Ku.” Para malaikat pun bertawaf di sana.

Demikianlah, Allah SWT meletakkan Bait Al-Ma’mur sebagai tempat tobat bagi penghuni langit dan meletakkan Ka’bah sebagai tempat tobat bagi para penghuni bumi.

Dalam Tarikh Al-Azraqi, (hlm. 50), disebutkan bahwa Abu Thufail berkata, “Aku menyaksikan Ali berkhotbah. Beliau berkata, ‘Bertanyalah kepadaku! Demi Allah, tidaklah kalian bertanya kepadaku tentang sesuatu yang ada sampai hari Kiamat kecuali aku akan terangkan. Bertanyalah kepadaku tentang Kitab Allah! Demi Allah, tidak ada satu ayat pun dari Al-Qur’an kecuali aku tahu ayat itu turun pada waktu malam atau siang, di dataran atau di pengumuman.

Ibnu Kawa’ lalu berdiri, ia berada di belakang Abu Thufail dan Ali di depan Abu Thufail, dan berkata, “Apa pendapatmu tentang Bait Al-Ma’mur, apakah dia?” Ali menjawab, “Dia adalah bangunan di atas tujuh langit di bawah arasy. Setiap hari 70 ribu malaikat mendatanginya dan mereka tidak kembali sampai hari Kiamat.”