Waspadai Skema Ponzi Berkedok Umroh Murah

Akhir – akhir ini semakin marak ditemukan biro perjalanan umroh yang menawarkan paket umroh murah bagi calon jamaah umroh di Indonesia. Banyak diantara biro travel umroh ini menerapkan skema bisnis yang seolah olah dikemas cantik dalam paket umroh murah. Bukan cuma puluhan, namun ribuan jamaah umroh berpotensi terjebak dalam skema ponzi yang telah dikenal sejak tahun 1920.

Akan tetapi calon jamaah haji sebaiknya waspada dan tidak mudah terbujuk rayu oleh paket perjalanan yang kurang terpercaya.  Saat ini banyak travel haji dan umroh yang memakai sistem Ponzi dalam sistem manajemen bisnisnya. Sebetulnya skema tersebut tidak sesuai dengan syariah sehingga Anda perlu waspada.

Perlu Anda ketahui bahwa travel dengan skema ponzi biasanya akan menerapkan sistem gali lubang tutup lubang sehingga sangat merugikan calon jamaah umroh sebagai konsumen. Travel yang menerapkan sistem ini dapat merugikan para calon jamaah yang mendaftarkan diri belakangan. Jika dana yang masuk pada perusahaan travel tersebut tidak banyak, maka kemungkinan calon jamaah yang mendaftar tersebut akan terkendala keberangkatannya hingga kurun waktu yang tak bisa ditentukan.

Sebagai calon jamaah, sebaiknya Anda mengetahui ciri travel yang menerapkan sistem ponzi. Travel dengan sistem ini akan memberikan jadwal keberangkatan yang tidak pasti.  Selain itu harga paket yang ditawarkan juga sangatlah murah berkisar hanya 15 juta rupiah saja dengan menawarkan seputar fasilitas umroh yang lengkap dan menggiurkan. Secara tegas MUI dan OJK melarang keras skema ponzi karena skema ini termasuk dalam investasi illegal berunsur money game.

Secara jelas travel umroh yang menjalankan skema ponzi yang dikemas dengan embel embel umroh murah adalah jamaah  yang terlebih dahulu bergabung mendapatkan harga umroh murah bukan dari bisnis murni atau subsidi dari perusahaan. Melainkan mendapatkan “subsidi” dari mereka yang mendaftar belakangan atau biro travel berhasil merekrut uang dari jamaah baru.

Sebagai contoh misalkan travel berinisial “F” memiliki paket umroh dengan harga 15 juta. Padahal sesuai himbauan Kementrian Agama dan hitungan logis dari paket umroh termurah sekalipun sekitar $ 1600, atau diatas 20 juta rupiah. Maka kekurangan dari 5 juta rupiah tersebut diambil dari mereka yang mendaftar selanjutnya, dan begitu selanjutnya. Skema ini walaupun menguntungkan mereka yang mendaftar terlebih dahulu, pastinya akan banyak merugikan bagi pendaftar – pendaftar selanjutnya.

Oleh karena itu untuk menjaga keamanan serta kenyamanan para calon jamaah, maka sebaiknya Kementerian Agama membuat larangan yang tegas bagi travel yang menggunakan skema ponzi dengan memberikan sanksi bagi perusahaan yang melakukan pelanggaran. Saat ini banyak travel umroh yang menawarkan biaya yang sangat murah dan kurang begitu rasional jika diperhitungkan.

Dengan semakin banyaknya travel perjalanan ke tanah suci, maka peraturan dan izin resmi harus dibuat secara tegas sehingga dapat menangkap pihak-pihak yang yang tidak bertanggung jawab serta merugikan calon jamaah. Disisi lain, kementrian agama hendaknya menerapkan perizinan mudah, transparan, akuntable, dan bebas korupsi dalam mengeluarkan izin haji dan umroh bagi travel umroh  yang memiliki kredibilitas tinggi.

Skema ponzi ini adalah skema yang memiliki modus investasi palsu dengan membayar keuntungan pada investor dari uang investor berikutnya. Keuntungan tersebut diperoleh bukan dari keuntungan perusahaan sehingga perusahaan harus berupaya untuk memperoleh jamaah yang baru dan lebih banyak agar bisnisnya bisa terus berjalan.

Paket Umroh Murah memang tidak dilarang, namun anda harus waspada dengan penawaran yang berujung pada skema ponzi. Bandingkan dengan harga beberapa biro travel umroh pada umum nya. Mereka yang menerapkan Promo Umroh hanya memiliki selisih harga antara 1 hingga 2 juta dari harga paket pada umum nya.

Hal ini di mungkinkan karena pihak perusahaan telah booking seat jauh hari sebelumnya, menghemat di berbagai fasilitas umroh, atau karena memangkas keuntungan perusahaan travel itu sendiri. Bukan dari praktik skema ponzi

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!