Wabah Penyakit Tidak Dapat  Melanda Madinah

Wabah Penyakit Tidak Dapat Melanda Kota Madinah. Mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah ada sebuah daerah atau kota yang secara medis dapat menjamin tidak akan terkena wabah atau virus yang mematikan secara mendadak atau dalam jangka beberapa waktu? Toh pada kenyataan nya banyak jamaah haji dan umroh dan penduduk asli yang meninggal di Kota Madinah karena terserang suatu penyakit.

Secara medis memang terdapat berbagai macam wabah yang dapat mematikan manusia secara mendadak. Dalam istilah kedokteran, wabah-wabah itu dapat bermacam-macam namanya, sehingga perlu untuk memastikan suatu daerah atau wilayah dipastikan aman dan tidak mungkin terjangkiti oleh virus tertentu.

Dalam kenyataan sejarah, Yatsrib, nama asli Madinah dahulu (Baca juga : Yatsrib, Kota Madinah sebelum Kedatangan Rasulullah), adalah sebuah kota yang mudah sekali terserang wabah. Kondisi itu kemungkinan disebabkan lingkungan – lingkungannya yang tidak bersih,suhu udara yang tidak sehat, dan air bersih yang sulit didapatkan. Daerah kumuh yang suhu udaranya tidak stabil serta sulit mendapatkan air bersih. Tentunya akan sangat mudah terkena wabah penyakit.

Wabah yang dijamin oleh Rasulullah tidak akan menjangkit kota suci Madinah adalah wabah tha’un, yaitu sejenis bengkak yang ditimbulkan oleh aliran darah yang melebihi batas normal, atau tersumbatnya aliran darah itu. Jika hal ini terjadi pada salah satu anggota badan maka anggota badan itu akan rusak dan tidak berfungsi. Ada yang mengartikan wabah tha’un adalah wabah yang disertai dengan gangguan jin.

Adapun virus-virus ringan yang disebabkan karena secara ekstrim dan kurang menjaga kebersihan atau imunitas tubuh terganggu, maka ini bisa saja terjadi di tempat manapun, termasuk di kota Madinah al-Munawwarah. Namun, sampai saat ini, di kota Madinah – sepengetahuan penulis – belum pernah ada kejadian yang menewaskan puluhan atau ratusan penghuninya karena wabah semacam tha’un tersebut. Hal itu menjadi sebuah bukti kemukjizatan doa Rasulullah seperti yang disebutkan jelas dalam riwayat berikut ini:

“Sesungguhnya kota Madinah itu dipagari oleh para malaikat, di setiap jalan masuknya terdapat dua malaikat yang menjaganya. Tidak masuk didalamnya wabah tha’un dan tidak juga Dajjal.”

(HR. Bukhari dan Imam Ahmad).

Beberapa riwayat lain menceritakan tentang doa Rasulullah setelah hijrah ke Madinah (Baca Juga : Inilah Keajaiban Hijrah Rasulullah ke Kota Madinah). Beliau memohon kepada Allah agar kota Madinah terbebas dari wabah tha’un dan kelak dilindungi dari Dajjal, yaitu makhluk yang kemunculannya menjadi salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Di akhir zaman, kelak Dajjal akan membuat kerusakan di muka bumi dengan keanehan-keanehan yang dibuatnya.

Kemudian dia akan menjajah seluruh permukaan bumi yang ada, kecuali dua tanah suci yaitu Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah. Rasulullah menjelaskan dalam  salah satu hadisnya:

“Tak ada suatu daerah, kecuali Dajjal akan menginjakkan kakinya, kecuali Makkah dan Madinah. Tak ada jalan masuk m enuju kedalamnya kecuali disitu dijaga oleh para malaikat yang berbaris untuk mengamankannya. Lalu kota Madinah dihentakkan tiga kali dan kemudian Allah mengeluarkan semua orang yang kafir dan munafik dari dalamnya”

(HR. Bukhari Muslim dan lain-lain)

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!