(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Thawaf secara bahasa berarti mengelilingi ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali putaran, 3 (tiga) putaran pertama jika di mungkinkan dengan berlari kecil. Sedangkan 4 (empat) putaran berikutnya dengan berjalan biasa. Thawaf selalu diawali dan juga diakhiri di HAJAR ASWAD dan selalu menjadikan Ka’bah  ada di sebelah kiri.

thawaf

Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Nabi Adam AS pernah melaksanakan ibadah haji dan mengelilingi ka’bah dengan 7 kali putaran. Kemudian para maialkat menemuinya dan berkata :

“Semoga hajimu mabrur wahai Adam. Sesungguhnya kami telah melaksanakan ibadah haji di Baitullah ini sejak 2000 tahun sebelum kamu diciptakan”

Nabi Adam bertanya :

“Pada zaman dahulu apakah yang Kalian baca pada saat berthawaf?”

Para malaikat menjawab :

“Dahulu kami mengucapkan”

Subhanallah wal hamdulillah wa la illaaha illa Allah wallahu akbar

Nabi Adam berkata :

Wa la haula wa la quwwata illa billah

Maka selanjutnya para malaikat pun menambahkan ucapan itu

Pada masa Nabi Ibrahim, setelah menerima perintah membangun kembali KA’BAH, Nabi Ibrahim AS melaksanakan ibadah haji. Kemudian Para Malaikat   menemui nya pada saat thawaf seraya mengucapka salam kepadanya. Lantas Nabi Ibrahim pun bertanya kepada mereka

“Dahulu apakah yang kalian baca sewaktu berthawaf?”

Mereka menjawab

“Dahulu sebelum bapakmu Adam kami membaca Subhanallah Subhanallah wal hamdulillah wa la illaaha illa Allah wallahu akbar’.  Lantas Adam menambahkan Wa la haula wa la quwwata illa billah”

Selanjutnya Nabi Ibrahim berkata :

“Tambahkan bacaan kalian dengan Al’aliyyul Azhim”

Dengan demikian maka do’a thawaf itu menjadi apa yang kita baca sekarang.

Ibnu Umar RA menceritakan “Dahulu apabila Rasulullah SAW melaksanakan Thawaf yang pertama (Thawaf Qudum, atau thawaf selamat datang) beliau berlari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran berikutnya. Beliau melakukan sa’i (berlari kecil) pada Bathnul Masil (perut lembah) diantara bukit shafa dan marwa”

Bukit Shafa yang artinya harfiahnya adalah “kesucian” dan ketegaran”. Ini merupakan lambang bahwa untuk mencapai hidup, seseorang tetap harus berusaha, dan usaha harusnya dimualai dengan kesucian dan ketegaran serta diakhiri di Marwah yang berarti “kepuasan, penghargaan, dan murah hati’ (Quraisy Shihab :116)

Thawaf mempunyai keutamaan sendiri, seperti disebutkan dalam hadist HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas RA yang artinya

Allah menurunkan kepada orang – orang yang melaksanakan haji di Bait NYA al Haram seratus dua puluh rahmat. Enam puluh untuk mereka yang thawaf, empat puluh untuk mereka yang shalat dan dua puluh untuk yang melihat (HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas RA)

Setelah selesai thawaf (artinya setelah selesai tujuh putaran), disunahkan mendirikan shalat dua rakaat di belakang  maqam Ibrahim. Pada rakaat pertama sesudah yang Al Fatihah, membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat  kedua setelah al Fatihah membaca surat al Ikhlas. Waktu shalat ditentukan oleh kapan selesainya 7 kali putaran. Jadi tidak ada waktu terlarang bagi shalat itu.

Thawaf di Baitullah & mengerjakan shalat dua rakaat, maka pahalanya seperti membebaskan seorang budak.’ (HR. Ibnu majah No.294).
Be Sociable, Share!