(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Sewaktu pelaksanaan pembangunan Jamarat yang megah dan besar pada tahun 2005, sejumlah area perbukitan dan gunung-gunung dihancurkan. Yang menarik pada tahun 2006, saat penghancuran dan pengerukan dilaksanakan ditemukan suatu bangunan masjid kuno dan antik. Menurut keterangan dari pakar arkeologi dan berpengalaman sejarah, masjid ini ialah Masjid Baiah atau tepatnya Masjid Al Baiat Al aqabah. Meskipun Terpendam Ratusan Tahun, Masjid Al Baiat Ini Tak Mampu Dihancurkan Alat Berat

masjid al bai'at mina

Letak dan Keberadaan Masjid Al Baiah

Dari sejumlah sumber, masjid kuno ini berukuran 400 meter persegi. Memiliki ukuran panjang 17 meter dan lebar  29 meter serta ketinggian 7 meter. dinding pada ruas belakang setinggi 2 meter ini ditemukan pada saat pembangunan Jamarat di tahun 2005. Sebelumnya, masjid yang terpendam ini Cuma diketahui oleh kalangan terbatas.

Sebab bisa saja pemerintah Saudi sangat khawatir apabila jamaah haji dan umroh akan berbuat syirik pada masjid yang letaknya terpencil ini. Tidak sebagai layaknya sebuah masjid bersejarah pada umumnya, masjid kuno berwarna krem ini dikelilingi pagar besi berwarna hitam dan dikunci gembok. Sehingga hanya sebagian kecil jamaah umroh atau jamaah haji, utamanya ketika musim haji tiba dapat melakukan sholat di dalam masjid Al Baiah.

Walaupun begitu, semua pengunjungnya masih dapat melihat situasi dari luar atau sekedar melongok beberapa ruangan dari jendelanya yang memang kondisinya sangat tidak dipedulikan dan terbuka.

Dalam proses pembangunan Jamarat di tahun 2006, buldozer yang mengerjakan pengerukan tanah menyentuh batu yang teramat keras. Berbagai upaya dan telhnologi pun dikerahkan. Namun anehnya batu tersebut tidak dapat dihancurkan, bahkan hingga memakan jangka waktu berminggu – minggu guna menghancurkan batu berwarna krem tersebut.

Baca Juga : Menata Jamarat, Menata tempat “Melempar Setan”

Sadar bahwa yang akan dihancurkan bukanlah batu biasa, para pekerja pun mendatangkan ahli di bidangnya. Dan benar saja, sesudah diteliti, ternyata batu itu adalahbekas bangunan masjid. Dan ajaibnya, tidak satupun perangkat berat yang dapat menghancurkannya. Akhirnya masjid itu tidak dipedulikan dan di biarkan seperti apa adanya ketika di temukan.

Kendati demikian, bangunan masjid Al Baiah ini secara resmi tidak difungsikan sebagaimana layaknya masjid pada umumnya. Cerita pun akhirnya menyebar dari mulut kemulut dan viral di berbagai media sosial. Kini masjid tersebut dipakai  sebagai lokasi berziarah para jamaah haji dan umroh.

Saat jamaah Haji Syakira Wisata mengunjungi masjid ini, terlihat bahwa masjid Al Baiah sudah  “dipelihara”. Sebagai contoh, lokasi imam sholat diberi sajadah dan diberi karpet. Di lokasi imam pun ada stand tempat menaruh microphone sampai-sampai terkesan masjid ini seolah masih aktif digunakan. Di sejumlah sudut terdapat lokasi rak tempat menaruh Al Quran.

masjid baiat umroh murah semarang

Karena bangunan masjid Al Baiah tersingkap tanpa atap, maka di dalam masjid tidak ubahnya laksana pelataran. Jangankan Marmer seperti di Masjidil Haram, lantai ubin pun tidak dipasang. Namun kita patut berterima kasih pada pemerintah Saudi, seringkali kerajaan ini membangun sesuatu hanya memperhatikan unsur fungsional, dengan menghancurkan tempat bersejarah. Atau mungkin karena Masjid di Mina Ini Tak Mampu Dihancurkan Alat Berat? Wallahu A’lam Bishawab

 

Masjid Al Baiat dan Perjanjian Aqabah

Dalam literatur sejarah, pembangunan Masjid Al Baiat dilaksanakan pada tahun 144 H. Di zaman Dinasti Abbasiah untuk memuliakan Abbas bin Abdul Muthalib. Pembangunan Masjid ini di maksudkan sebagai penghormatan atas terjadinya Bai’at Aqabah, sebab di lokasi inilah kaum Yatsrib (masyarakat kota Madinah) bersumpah setia (bai’at) untuk Rasulullah guna taat dan tidak mengerjakan hal syirik. Ketika itu, Rasulullah SAW ditemani pamannya Abbas bin Abdul Muthalib yang belum beriman. Meski demikian, ia paling memperhatikan untuk keponakannya dan sangat mengutamakan keselamatan Beliau.

Bai’at di Aqabah terjadi dua kali. Baiat Aqabah kesatu yang terjadi tahun 621 M, yakni perjanjian antara Rasulullah SAW dengan 12 orang dari Yatsrib yang lantas mereka mengucapkan dua kalimat sahadat sebagai pertanda keimanan. Baiat Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas ke Nabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Rasulullah SAW. Adapun isi baiat itu, Pertama berjanji warga Yatsrib tidak bakal menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun; Kedua mereka akan bertaqwa, melaksanakan  apa saja perintah Allah; dan Ketiga, mereka akan meninggalkan segala apa – apa yang menjadi larangan Allah SWT

masjid al bai'at makkah umroh murah semarang

Setahun kemudian, tahun 622 M, Rasulullah kembali membai’at di Aqabah. Kali ini perjanjian dilaksanakan Rasulullah terhadap 73 orang lelaki dan 2 orang perempuan dari Yatsrib . Wanita itu ialah Nusaibah bintu Ka’ab dan Asma’ binti ‘Amr bin ‘Adiy. Perjanjian ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Musha’ab bin Umair yang ikut berbaiat pada Baiat Aqabah kesatu ternyata kembali lagi ikut bersamanya beserta dengan warga Yatsrib yang telah terlebih dahulu masuk Islam 

Mereka menjumpai Rasulullah di Aqabah pada sebuah malam. Rasulullah SAW datang kembali bersama  pamannya Abbas bin Abdul Muthallib. Meskipun saat tersebut Abbas masih musyrik, tetapi kepada orang-orang Yatsrib itu ia hendak meminta garansi keamanan keponakannya yakni Rasulullah  Muhammad SAW. Sebelum Rasulullah SAW membacakan sejumlah ayat Alquran dan menyerukan mengenai Islam, Abbas menjadi orang pertama  yang angkat terhadap penduduk Yatsrib yang ditemui nya

Lalu orang-orang Yatsrib tersebut berbaiat pada Nabi Muhammad. Isi bai’atnya yakni Orang – orang penduduk kota Yatsrib itu akan mendengar dan taat, baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang mereka benci; seraya mereka akan berinfaq, baik dalam suasana sempit maupun lapang; Mereka bakal beramar ma’ruf nahi munkar. Mereka pun berjanji supaya mereka tidak terpengaruh cacian orang-orang yang mencaci di jalan Allah SWT, dan mereka berjanji akan mengayomi Nabi Muhammad sebagaimana mereka mengayomi para perempuan dan anak mereka sendiri

lokasi masjid al baiat umroh murah

Inilah lokasi dan peristiwa bersejarah dan adalah titik balik kemenangan Islam dan kaum Muslim, yang terkadang banyak umat muslim yang tidak mengetahui atau bahkan dilupakan. Bagaimana tidak, tanggal 10 Dzulhijjah, ketika para jamaah haji ada di Mina sebagian besar hanya melontar Jumrah Aqobah saja. Seolah lokasi dan peristiwa bersejerah tersebut pun tidak terdapat dalam memori mereka. Padahal, seharusnya dengan dikhususkannya Jumrah Aqabah tanggal 10 Dzulhjjah itu dapat menggugah pertanyaan dalam pikiran para jamaah haji, Ada Apa Dengan ‘Aqabah?

Inilah sedikit cerita yang sekaligus mengulik fakta sejarah masjid yang meskipun Terpendam Ratusan Tahun, Masjid Ini Tak Mampu Dihancurkan Alat Berat dari Syakira Wisata, Penyelenggara Umroh Murah dan Haji Khusus. Semoga bermanfaat.

 

 

Be Sociable, Share!