(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Salah satu kewajiban yang harus dilakukan saat menjalani rangkaian ibadah haji adalah Melempar Jumrah. Hal ini biasanya dilakukan setelah melakukan Wukuf di Arafah dan Mabit atau menginap di Muzdalifah. Setelah itu paginya para jamaah akan melakukan lempar jumrah. Hal yang paling banyak ditanyakan adalah tentang apakah makna Melempar Jumrah bukanlah Melempar Setan ataukah sebaliknya.

Baca : Mengenal Makna Wuquf di Arafah Bagi Kita 

Pemahaman yang sudah berkembang luas adalah dimana Melempar Jumrah atau melemparkan batu ini merupakan aktivitas untuk melempari setan yang sedang diikat di tugu jamarot. Bahkan, karena adanya kepercayaan ini ada jamaah melempar dengan batu yang besar, menggunakan sandal, botol dan benda-benda lainnya.

Benarkah jika Melempar Jumrah adalah melempari setan yang sedang diikat? Hingga saat ini masih ada dua keyakinan tentang hal tersebut dimana satu meyakini jika memang benar dan ada juga yang tidak setuju dengan pendapat ini.

Pendapat Tentang Arti dan Makna dari Lempar Jumrah

Melempar Jumroh Adalah Melempar Setan

Anggapan kebalikan dari Melempar Jumrah bukanlah melempar setan ini mengambil dasar dari perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma yang menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim ‘alaihisalam. Jika dilihat hingga sanadnya, alasan dari anggapan ini sebenarnya tidaklah salah.

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma saat menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihisalam “Ketika Ibrahim kekasih Allah sedang menunaikan ibadah haji, secara tiba-tiba iblis menampakan diri di hadapan beliau di jumrah’Aqobah. Ibrahim melempari setan itu menggunakan tujuh kerikil, hingga iblis itupun masuk ke tanah”

“Iblis itu menampakkan dirinya kembali pada jumrah yang kedua. Kemudian Ibrahim melempari setan tersebut menggunakan tujuh kerikil, iblis itupun kembali ke tanah. Lalu iblis tersebut menampakan dirinya kembali saat jumrah ketiga. Lalu Ibrahim melempari kembali menggunakan tujuh kerikil hingga iblis kembali ke tanah”

Ibnu Abbas kemudian menambahkan “Kalian merajam setan, bersamaan dengan kalian Melempar Jumrah ini artinya kalian mengikuti agama ayah kalian Ibrahim”. Dari riwayat diatas bisa dilihat jika sanad riwayat tersebut merupakan sanad yang shahih.

Melempar Jumrah Bukan Melempar Setan

Namun, untuk pendapat Melempar Jumrah bukanlah melempar Setan juga cukup beralasan. Makna dari Melempar Jumrah bisa terbalik dan berbeda karena banyak yang keliru untuk memaknai kata dari “merajam” yang ada dalam riwayat atau perkataan Ibnu Abbas tersebut.

Merajam diartikan sebagai satu kegiatan Melempar Jumrah dalam bentuk yang nyata. Atau dalam makna lain ketika Melempar Jumrah memang benar ada setan yang sedang diikat pada tugu dan akan merasakan siksa ketika jemaah melemparkan batu yang mengenai bagian tubuh dari setan.

Padahal sebenarnya artinya bukanlah seperti itu. Yang dimaksudkan oleh Ibnu Abbas sama halnya dengan Melempar Jumrah bukanlah Melempar Setan. Kata merajam yang diriwayatkan disini bukanlah melempar secara konkrit melainkan hanya sebagai arti dengan melempar secara abstrak.

Bukan berarti melempar dan menyiksa setan secara langsung karena setiap lemparan batu mengenai setan melainkan dengan melemparkan jumrah akan membuat setan merasa terhina. Setan akan meraa terhinda ketika ada seorang mukmin yang mengingat dan taat untuk menjalankan perintah dari Allah.

Baca : Menata Jamarat, Tempat Manusia “Melempar Setan”

Pendapat tersebut juga dikuatkan dengan adanya firman Allah pada QS. Al Baqarah ayat 203 yang berarti “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin segera menyelesaikan lempar jumrahnya dalam dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menyempurnakan dalam tiga hari, maka tidak ada dosa pula baginya”

Dengan begitu maka Melempar Jumrah bukanlah Melempar Setan secara nyata melainkan sebagai permaknaan saja. Selain itu, Melempar Jumrah merupakan bentuk dari melawan setan dan juga hawa nafsu dari dalam diri sendiri.

Melempar Jumrah Ula Wustha dan Aqabah adalah salah satu bagian dari rangkaian ibadah jamaah haji khusus Syakira Wisata. Sebagai penyelenggara Umroh Murah dan Haji Khusus, Pelaksanaan Lempar Jumrah dan mabit di Mina dilaksanakan pada tanggal 10,11,12,13 Dzulhijjah (Nafar Tsani) , dan merupakan rangkaian Wajib Haji.