Ternyata Ada Mitos Sesat di Tugu Jabal Rahmah

Meskipun terletak di Padang Arafah yang merupakan tempat wukuf jamaah haji, ternyata ada Mitos sesat Jabal Rahmah yang sering kali dipercaya oleh sebagian kalangan. Terutama mereka yang sedang beribadah haji atau kegiatan ziarah dan city tou jamaah umroh. Jabal Rahmah sendiri adalah sebuah monumen yang mengingatkan ketika Nabi Adam dan Hawa bertemu setelah 200-300 tahun terpisah.

Saat itu Nabi Adam yang merindukan Hawa mendapatkan wahyu Allah yang memerintahkan Nabi Adam melaksanakan ibadah haji ke Mekkah. Banyak ulama yang mengatakan Jika Nabi Adam diturunkan di India dan Hawa di Jeddah.

Awal pertemuan Nabi Adam dan Hawa adalah di Muzdhalifah, kemudian saling mengenali di padang Arafah dan atas izin Allah mereka dapat berkumpul di Jabal Rahmah. Namun penerimaan masyarakat luas sangatlah menyimpang, karena tugu Jabal Rahmah yang di bangun untuk menandai tempat mereka bertemu sekarang menjadi tempat pemujaan, semacam  “berhala” di masa kini.

Kenapa Dikatakan Mitos Sesat Jabal Rahmah

Dikatakan sesat karena tugu jabal rahmah, atau tugu kasih sayang yang terbuat dari beton berbentuk persegi panjang dengan lebarnya 1,8 meter dan tingginya 8 meter oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat sakral. Dari pemerintah Arab Saudi menjelaskan jika mengunjungi tempat tersebut bukanlah sunnah apalagi wajib, tetapi banyak yang berdoa dan mengadahkan tangan di sekitar tugu saat wukuf. Pada saat tanggal 9 Dzulhijah, banyak warga Indonesia yang memadati tempat tersebut.

Meskipun sudah dilarang oleh pemerintah Arab Saudi namun tetap saja ada orang yang berpendapat jika pendakian ke Jabal Rahmah adalah wajib. Tak gentar pemerintah Arab Saudi memperingatinya melalui sosialisasi bahkan membuatkan pengumuman di lokasi Jabal Rahmah, tetapi sampai saat ini masih belum diperhatikan oleh semua orang yang menjadikan Jabal Rahmah tempat meminta jodoh.

Mitos sesat Jabal Rahmah lainnya adalah banyak orang yang percaya dengan menuliskan nama mereka dan orang yang mereka cintai akan membuat mereka hidup bersama atau tetap bersama hingga maut memisahkan. Selain menulis ada juga yang menempel foto mereka dan pasangan, tanda tangan di tugu, dan ada yang sholat menghadap tugu. Jelas-jelas ini semua adalah tindakan musyrik karena semua itu tidak lain adalah mitos sesat Jabal Rahmah.

Beberapa Tips Agar Tidak Terpengaruh Oleh Mitos Sesat Jabal Rahmah

  • Agar tidak terpengaruh dengan mitos Jabal Rahmah, Anda harus berpegang teguh jika ketika Anda mendaki ke Jabal Rahmah hanya untuk melihat tugu untuk memperingati bertemunya Nabi Adam dan Hawa tidak lebih dari itu.
  • Ketika Anda mulai tertarik dengan orang-orang yang banyak menuliskan nama-nama mereka beserta pasangannya, lebih baik Anda gunakan untuk berfoto atau menikmati pemandangan yang menakjubkan di Jabal Rahmah.
  • Perbanyaklah pengetahuan dengan mencari tahu sejarah Jabal Rahmah sehingga Anda tidak akan goyah ketika ada seseorang mengatakan tidak apa-apa untuk menuliskan nama Anda dan pasangan atau tidak masalah jika hanya menuliskan nama orang yang kita cintai. Hal tersebut tentu akan membuat hati kita ketika menulis sambil berharap yang tidak lain sama seperti percaya jika nama dituliskan maka akan terwujud.

  • Jadikan tujuan Anda mendaki Jabal Rahmah sebagai wisata religi yang mana Anda akan puas ketika menaiki bukit dengan tinggi 70 sampai 100 meter diatas permukaan laut. Karena medan yang ditempuh sangat susah dan perjalanan harus melewati bebatuan yang licin dan curam. Tentu akan menjadikan rasa syukur tersendiri bisa sampai di tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah sekian lama. Merasakan salah satu bukti perjuangan Nabi Adam

Demikian penjelasan tentang Jabal Rahmah dan mitos Jabal Rahmah. Kuatkanlah iman Anda dan perbanyaklah pengetahuan tentang Jabal Rahmah sehingga ketika Anda sedah haji atau umroh tidak akan menjadikan Anda musyrik dengan melakukan ritual-ritual di Jabal Rahmah.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!