Tempat Mustajab Itu Bernama Multazam

Multazam merupakan bagian dari dinding ka’bah dimana setiap jamaah yang menunaikan ibadah haji dan umroh ingin menggapainya, Konon, Multazam adalah tempat yang paling mustajab untuk memanjatkan doa. Benarkah demikian? Kenapa berdoa di tempat ini sedemikian mustajab?

1. Tempat Mustajab Multazam

Semua jamaah haji dan umroh percaya bahwasanya berdoa disini niscaya akan dikabulkan Allah. Dan hampir bisa dipastikan setiap orang yang berthawaf menyempatkan diri untuk berdoa disini. Apakah rahasia yang bisa dijelaskan, Multazamyang terletak  antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah, dan segala rahasia nya  adalah milik Allah semata dan  Hanya Allah yang tahu. Namun keterbatasan kami sebagai manusia, berusaha untuk menjelaskan fenomena ke mustajaban berdoa di Multazam. Secara garis besar ada dua perihal yang menyebabkan Multazam menjadi tempat yang Mustajab. Antara lain karena  :

  1. Multazam karya Nabi

Multazam dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama Ismail dan merupakan bagian dari Ka’bah. Mungkin inilah salah satu penyebab Multazam sebagai tempat yang mustajab. Nabi Ibrahim sebagai seorang Nabi utusan Allah memiliki energi positif yang  luar biasa. Energi positif ini terpatri dalam karya karyanya. Bahkan Allah berfirman

 

وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yaqub yang mempunyai perbuatan-perbuatan (karya – karya) yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.(QS: Shaad :45)

Dalam Firman Allah QS At Taubah (9) ayat 114, disebutkan bahwa nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut,

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun

(QS At Taubah :  114.)”

Ingatlah saat peristiwa “penyembelihan” Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim, dalam peristiwa tersebut tergambar jelas bahwa Nabi Ibrahim adalah Rasul yang memiliki kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi. Sehingga oleh Allah, beliau dijadikan teladan bagi manusia.

Manusia sekaliber nabi Ibrahim, tidak diragukan lagi memiliki pancaran energi positif yang luar biasa besarnya. Dengan berdoa di depan ka’bah, Frequensi hati kita teresonansi (turut bergetar) mengikuiti getaran frekuensi hati Nabi Ibrahim SAW. Terasa sejuk dan penuh kedamaian..

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

 ‘Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : ya Tuhanku kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (QS Al Baqarah, 126)”

 

  1. Disebutkan dalam Sabda Nabi  Rasulullah Muhammad SAW

Multazam merupakan dinding Ka’bah, yang letaknya antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah disebut sebagai Multazam. Menurut Atiq bin Ghaits Al-Biladi dalam Fadhail Makkah wa Hurmat al-Bayt al-Haram, panjang antara Multazam sekitar empat hasta.

Selain berlutut dan berdoa di Multazam, tidak jarang jamaah umroh dan haji   pun berusaha  menggapai pintu Ka’bah. Mereka mendekap rumah Allah SWT penuh kerinduan, seraya memanjatkan doa, berterima kasih menjadi Hamba Allah yang telah terpilih memenuhi panggilan NYA. Tak sedikit pula jamaah yang menangis, bahkan banyak jamaah yang histeris.

3. Tempat Mustajab Multazam

Setiap orang berusaha  menggapai nya karena Rasulullah SAW pernah bersabda, “Antara rukun Hajar Aswad dan pintu Ka’bah terdapat Multazam. Tidak seorang pun hamba Allah SWT yang berdoa di tempat ini, kecuali dikabulkan doanya.(HR Ahmad)”

Multazam merupakan tempat yang spesial, bahkan  Rasulullah SAW sendiri memberi teladan dengan merangkupkan  wajah dan dadanya di Multazam sambil berdoa kepada Allah SWT. Hadist mengenai kisah ini diriwayatkan Abu Daud dan Ibnu Majah.

Atiq bin Ghaits merumuskan bahwa Multazam terpilih menjadi tempat Rasulullah SAW  menunaikan shalat. Seorang Quraisy pernah mendengar Saib bertanya, ‘’Dimanakah engkau melihat Rasulullah SAW melakukan shalat? Lalu dia menunjuk ke Ka’bah, dekat rukun (sudut) yang sebelah kiri, yang termasuk di dalamnya hijir Ismail, kira-kira empat atau lima hasta.’’

Rasulullah SAW  juga pernah memanjatkan doa khusus di Multazam, ”Ya Allah yang memelihara Al Bait al Atieq (Ka’bah) merdekakanlah kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, saudara-saudara kami dan anak-anak kami dari belenggu api neraka Wahai Yang Maha Pemurah, Yang Maha Mulia, Yang Maha Utama, Yang Maha Pengarunia, Yang Maha Pemberi Kebaikan. Ya Allah jadikanlah segala urusan kami mendatangkan kebajikan, jauh dari segala kehinaan dunia dan siksa akhirat.”

2. Tempat Mustajab Multazam

”Ya Allah, Aku ini hamba-Mu dan anak hamba-mu yang sedang berdiri di bawah rumah-mu di Multazam, aku menghadap dan bersimpuh di hadapan-Mu. Aku mengharapkan rahmat-Mu, takut akan siksa-Mu, wahai Pemberi Kebajikan. Ya Allah aku memohon kepada-Mu terimalah zikir-ku (pada-Mu), hilangkanlah dosa-dosaku, lancarkanlah urusanku sucikanlah hatiku, sinarilah kuburku, ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu berikanlah derajat tinggi di surga.” (HR Ahmad bin Hanbal atau Imam Hanbali).

Nabi Adam AS mendatangi Multazam dan berdoa, ‘’Ya Allah engkau mengetahui rahasia dan terang-teranganku, maka terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui apa-apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosa-dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berikanlah permintaanku…’’ Menurut riwayat Abdullah bin Abi Sulaiman Allah SWT mengabulkan doa Nabi Adam AS.

Berada dan berdoa langsung di depan Ka’bah, di depan Rumah Allah sungguh terasa sangat nikmat dan khusyu’. Aura positif Multazam bagai magnet yang menarik setiap jamaah yang telah menyelesaikan thawaf untuk mendekatinya.
Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!