(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Sebagian umat muslim khususnya jamaah umroh mungkin masih ada yang menganggap bahwa batas kota Makkah dan Madinah adalah dua kota yang memiliki wilayah kekuasaan tersendiri. Bisa jadi ada yang menganggap Arab Saudi adalah negara berbentuk kerajaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan Makkah dan Madinah. Namun tentunya bagi mereka yang pernah merasakan nikmatnya ibadah umroh anggapan itu tidaklah benar.

Sebab, Makkah dan Madinah masuk dalam wilayah kerajaan Arab Saudi, sebuah kerajaan yang didirikan oleh Bani Saud, anak keturunan as-Saud.

batas kota makkah

Bercerita tentang Makkah, kota ini memang menjadi central dalam rangkaian ibadah umroh dan haji. Setidaknya kita harus mengetahui batas kota Makkah, Masjidil Haram, dan Ka’bah. Batasan Haram dari Makkah ke arah Yaman, Iraq, dan Thaif adalah kurang lebih 10,5 km. Batasan adalah dari Arah Madinah 4,5 km, ke arah Ji’ranah 13,5 km, dan ke arah Jeddah 15 km.

Beberapa tempat perbatasan termasuk batas kota Makkah telah dibangun semacam tugu perbatasan. Sebagian tugu terbuat dari semen yang dicor dan batu pualam yang istimewa. Sebagian perbatasan yang lain masih berupa banguanan tua yang terdiri dari batu – batu yang dicat dengan kapur. Bahkan sebagian lagi masih dibangun dari tumpukan batu yang diletakkan begitu saja.

Masjidil Haram sebagai pusat kegiatan ibadah umroh dahulu hanya dibatasi dari Hazurah sampai tempat Sai. Yaitu lembah antara Shafa dan Marwah. Riwayat ini menurut Ab Hurairah yang menceritakan batas Masjidil Haram pada masa itu. Sementara menurut Pendapat Atha bin Rabbah, seperti dikiutip oleh Nur Faizin Muhith, batasan masjidil Haram adalah seluruh tanah haram. Tidak terbatas, baik itu dibuat bangunan masjid atau tidak. Mengikuti pendapat Atha ini, maka pelebaran – pelebaran yang terjadi di Masjidil Haram sama sekali bukan masalah, sebab seluruh Tanah Haram memanglah MASJIDIL HARAM

2. Makkah Ibu Kota Dunia

Jika  pada umumnya para imam shalat berjamaah di tanah air menyuruh para makmum untuk merapatkan barisan dan meluruskannya, maka imam sholat di sekitar masjidil haram kurang tepat jika menyuruh jamaah untuk meluruskan barisan. Mengapa? Karena memang shalat disekitar ka’bah, di dalam masjidil haram itu memang barisannya tidak lurus, namun melingkar, meskipun semua jamaah harus merapatkan barisan.

Dalam Sabda NYA, Allah telah mensucikan seluruh kawasan di seputar Makkah, sebagaimana ALLAH telah menyucikan kota Makkah itu sendiri. ALLAH telah mensucikan tanah yang disucikan sejak awal mula diciptakannya bumi hingga hari kiamat nanti.

3.. Masjid Quba

Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Malaikat Jibril memaklumatkan kepada Nabi Ibrahim tentang batas – batas kota Makkah, batas Tanah Suci serta menyuruh Nabi Ibrahim untuk memberi tanda dengan cara menancapkan batu. Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut, sehingga pantaslah disebutkan jika Nabi Ibrahim sebagai orang pertama yang memberikan batas kawasan kota suci Makkah, yang secara tegas memisahkan antara dimana Tanah  Halal dan Tanah Suci (Tanah Haram).

Setelah peristiwa Pembebasan kota Makkah (Fath Mukkah), Rasulullah pun menyuruh Tamim lbn Asad al-Khaza’i guna merestorasi dan memperbarui tanda-tanda tapal batas tersebut, yang kemudian sabda Rasulullah ini tetap diteruskan oleh para khalifah kaum muslimin setelahnya, hingga tanda tapal batas Tanah Suci tersebut menurut Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam bukunya Sejarah Mekkah mencapai jumlah 943 buah yang tertancap di atas gunung, bukit, lembah, maupun tempat-tempat tinggi agar mudah terlihat. Namun, saat ini kebanyakan dari tanda tersebut telah terpendam, sehingga hampir musnah tak tersisa kecuali yang masih sempat diperbaiki oleh para generasi penerus nya.

batas tanah haram

Panjang kawasan Tanah Suci Makkah ialah 127 km dan luasnya kurang lebih 550 km persegi. Dalam kawasan tersebut, Allah telah menjadikannya sebagai tempat kembali (matsdbah), tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman (amna).

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir, dan siapa yang bermaksud di dalamnya malakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS Al-Hajj/22:25).

Batas Kota Makkah
Be Sociable, Share!