(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Tan’im merupakan salah satu tempat miqat umroh selain Ji’ranah dan Hudaibiyyah bagi penduduk Makkah. Selain penduduk juga bagi orang yang telah bermukim di Makkah (mukimin). Mukim baik sementara maupun menetap dalam kurun waktu lama, termasuk jamaah haji dan umroh.  

miqat umroh

Tan’im merupakan perbatasan antara tanah haram dan tanah halal yang letaknya di sisi utara kota Mekkah Al Mukarramah dari arah Madinah. Jarak antara tempat miqat ini menuju Baitullah sekitar 7 km, dan dapat di tempuh dengan 20 menit perjalanan. Di tempat tersebut berdiri Masjid di tepi jalan yang oleh masyarakat setempat dikenal disebut dengan nama Masjid Aisyah.

Tempat yang berdekatan dengan Miqat Umroh Tan’im antara lain gunung (jabal) yang terletak di sisi selatan yang dinamakan sebagai gunung Na’im, gunung yang terletak di sisi utara dinamakan gunung  (jabal) Mun’im, dan wadi  atau lembah yang dinamakan wadi Nu’man atau wadi Tan’im.

Dalam suatu hadist riwayat dikemukakan bahwa ketika sedang berhalangan (datang bulan), Aisyah diperbolehkan melaksakan semua rangkain ibadah haji (manasik). Terkecuali kecuali melaksanakan thawaf (ifadhah).  Jabir mengatakan, “Begitu merasa telah suci, Aisyah mengatakannya kepada Rasulullah SAW.

Saat hendak melaksanakan thawaf, Aisyah Berkata, “Anda semua nya (para rombongan yang bersama dengan Rasulullah) sudah melaksanakan ibadah umroh dan haji. Sedangkan aku (aisyah) baru melaksanakan hajinya saja. Selanjutnya Rasulullah SAW pada hadist riwayat lainya memberikan perintah kepada Abdurahman bin Abubakar RA.

Dia diperintahkan untuk membawa adiknya Siti ‘Aisyah, yang juga merupakan istri Rasulullah SAW. Kemudian menuju sebuah daerah keluar dari tapal batas tanah haram yang terdekat, yakni daerah Tan’im untuk mulai berihram (miqat) umroh di sana.

Peristiwa ini terjadi sewaktu Aisyah akan menunaikan umroh setelah selesainya haji wada’ bersama Rasulullah SAW. Tercatat masih didalam bulan Dzulhijah tahun 9 Hijriyah . Atas peristiwa tersebut di daerah yang kini berada di wilayah tan’im didirikan masjid. Masjid ini diberi nama masjid Tan’im atau dikenal juga dengan masjid ‘Aisyah.

Pada masa pemerintahan Saudi Arabia dibawah kekuasaan Raja Fadh bin Abdul Aziz, masjid Aisyah atau masjid Tan’im ini direnovasi secara besar – besaran dengan menghabiskan total dana tak kurang SR 100 juta.

Luas seluruh area masjid yang digunakan untuk melaksanakan miqot umroh bagi penduduk dan mukimin Mekkah ini lebih dari 6000 M2. Luas area keseluruhan mencapai 84.000 m2. Masjid Tan’im ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang miqat umroh. Antara lain halaman parkir yang mampu menampung ratusan mobil, tempat wudhu’ dan toilet pria dan wanita. Ini bertujuan ingin memudahkan jamaah umroh dari berbagai penjuru dunia yang akan melaksanakan miqat umroh.

Tak cukup di bagian luar nya saja, untuk interior di dalam masjid Tan’im juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup baik. Seperti Central AC, puluhan kipas angin, beberapa mushaf al-Qur’an yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Serta lantai yang dilengkapi dengan karpet yang sangat indah kualitas nomor wahid.

Di samping itu, di di dalam masjid Siti Aisyah ini juga ada terdapat jadwal pengajian rutin yang diisi oleh ulama-ulama dalam negeri, dan bahkan tak jarang isi pengajian tersebut diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, agar memudahkan jamaah umroh asal Indonesia memahaminya.

Masjid ini dibuka 24 jam, maklum saja karena setiap saat banyak dari jamaah umroh mukimin dari luar atau dalam saudi yang  lebih senang melaksanakan umroh di tengah malam guna mensiasati suhu panas kota mekkah.

Jamaah umroh yang ingin melaksanakan umroh mandiri dengan miqat dari masjid Tan’im ini juga banyak transportasi. Bus SAPTCO maupun angkutan umum yang mengantarkan para jamaah dari dan ke Masjidil Haram  setiap saat dengan ongkos antara SR 2 – 3 real saja (Rp. 8.000 – Rp. 15.000) sekali jalan. Bahkan biasanya miqat ini telah dikoordinir oleh biro travel ke dalam suatu PAKET UMROH MURAH SEMARANG.

Tan’im menjadi salah satu tempat  favorit miqat makani jamaah umroh dari Indonesia di antara beberapa miqat yang ada karena dekat dan kemudahan akses transportasi  nya dari dan menuju Masjidil Haram .

Namun demikian dalam sebuah Mazdhab Imam Syafi’i lebih mendahulukan miqat Ji’ronah, sebagai miqat umroh bagi mukimin kota Mekkah Al Mukarramah yang paling utama.  al-Idoh Fi Manasiki al-Hajj” disebutkan “Lebih utama bagi orang yang berada di tanah Halal, miqatnya dari al-Ji’ranah, karena Rasulullah mengambil miqat umroh dari Ji’ronah.

Disusul Kemudian dengan masjid Tan’im ini, karena sesungguhnya Rasulullah memerintahkan Aisyah RA agar memulai umroh darinya. Dan yang terakhir adalah Hudaibiyah. Sesungguhnya Rasulullah tatkala akan memasuki kota Makkah dari Madinah Al Munawarrah untuk berumroh, beliau memulai dari Hudaybiyah.”

Syeh al-Fasi juga berpedapat bahwa Ji’ranah adalah tempat miqat umroh yang dikatakan paling tepat bagi penduduk Makkah, menginggat Rasulullah pernah berihram dari tempat ini. Pendapat ini pun senada dengan pendapat Imam Malik, Imam Syfi’i serta Ibnu Hambal

 

Miqat umroh
Be Sociable, Share!