Mengenal Lika Liku Penerbitan Visa Umroh

Dari  pengalaman syakirawisata.com menangani ribuan jamaah umroh dan haji, permasalahan utama dan yang paling sering dihadapi adalah pengurusan visa, baik visa umroh maupun visa haji. Oleh sebab itu, sebagai biro travel umroh kita senantiasa berhati-hati dalam menangani permasalahan ini. Visa dikeluarkan oleh pihak kedutaan besar Arab Saudi. Merekalah yang berhak  menerima atau menolak seseorang untuk datang ke negara mereka. Berikut kami sampaikan bagaimana lika liku penerbitan visa umroh

 

Oleh karena itu, sebagai biro  travel umroh dan haji,  kewajiban kitalah mengupayakan jamaah yang akan kita berangkatkan mendapatkan visa dari kedutaan. Bila visa umroh seseorang terlambat keluar, tiketnya tentu akan off schedule.

Untuk visa umroh, sesuai ketentuan, satu bulan sebelum keberangkatan kita sudah bisa melakukan entry di agen penyedia (provider) visa untuk mengajukan permohonan visa. Permohonan itu di-print unutuk kemudian diantarkan ke Kedutaan Arab Saudi bersama pasport dan persyaratan lainnya. Jika permohonan itu disetujui, pihak Kedutaan Arab Saudi akan mengeluarkan visa sebagai tanda bahwa jamaah bersangkutan telah diberi hak untuk masuk ke negara tersebut.

Proses pengurusan visa biasanya memakan waktu kurang lebih tujuh hari, sedangkan masa berlaku visa umroh adalah 30 hari. Dengan demikian seorang jamaah yag sudah mendapatkan visa tidak boleh diberangkatkan jauh-jauh hari dari setelah visanya keluar.

Misalnya, visa umroh keluar dari bulan februari sedangkan perusahaan travel baru memberangkatkan jamaah dibulan april. Visa jamaah tersebut tentu sudah expired atau sudah tidak berlaku lagi. Jadi perusahaan travel harus memberangkatkan mereka segera. Oleh karena itu,mengurus visa tidak boleh terlalu cepat,tidak boleh juga terlalu lambat.

Jika terlalu cepat, visanya bisa expired. Sebaliknya jika terlalu lambat, dikhawatirkan visanya tidak keluar saat waktu keberangkatan tiba. Untuk mengatasi permasalahan ini, semua dokumen persyaratan jamaah harus sudah lengkap. Apa sajakah dokumen visa umroh yang harus dilengkapi ?

Dokumen yang harus dilengkapi yaitu pasport jamaah dengan nama yang terdiri atas tiga suku kata, kartu tanda penduuk (KTP), kartu keluarga(KK), serta buku nikah atau surat keterangan mahram lainnya. Selain itu juga bukti tiket pesawat yang sudah confirmed dan bukti pembayaran hotel (Baca Juga : Cara Mudah Mendapatkan Tiket Penerbangan Umroh). Ada satu hal lagi persyaratan yang perlu di perhatikan, yaitu apakah apakah seorang jamaah sudah pernah ke Arab Saudi untuk beribadah umroh atau belum.

Apabila ini adalah kedatangan anda yang kedua kali ke saudi arabia dalam perjalanan umroh maupun haji, maka bersiaplah untuk menghadapi kenaikan biaya visa (baca juga : Amphuri Tolak Kenaikan Biaya Visa Umroh).  Calon jamaah umroh yang pernah menjadi TKI ke Arab Saudi bisa menjadi masalah karena biasanya mereka akan sulit mendapatkan visa umroh. Apalagi bagi mereka yang pernah overstay atau menjadi TKI Illegal. 

Ketika kita sudah berusaha mengurus visa umroh sesuai dengan prosedur tetapi belum juga keluar, langkah yang harus diambil adalah melihat antrean permohoanan visa di Kedutaan Arab Saudi. Bila antreannya panjang, wajar jika visa lama keluar. Akan tetapi kadang-kadang yang menjadi masalah bukanlah antrean.

Ada visa yang keluar tepat waktu,tapi salah. Misalnya, salah tulis nama atau fotonya salah tempat. Misalnya, foto si Abdul ditempatkan di visa si Budi. Kesalahan ini bukan persoalan enteng karena pihak imigrasi bandara bisa menolak keberangkatan jamaah bersangkutan. Jika kesalahan ini terjadi, sebagai pihak travel anda tentu harus mengurusnya kembali. Akan tetapi, harus dipertimbangkan juga apakah anda masih punya cukup waktu untuk melalukan entry ulang atau tidak,agar jamaah bisa berangkat sesuai jadwal.

Jika tidak, tentu saja keberangkatan jamaah bersangkutan harus diundur. Selain visa yang salah, kadang-kadang ada visa juga yang berhasil diterima jamaah tetapi rusak. Misalnya, fotonya tidak kelihatan atau tidak jelas di stiker visa (Baca Juga : Stock Stiker Visa Habis, Ribuan Jamaah Umroh Terancam Gagal Berangkat). Perusahaan travel Profesional harus selalu memperhatikan hal – hal dengan teliti.

Untuk mengganti visa yang bermasalah dan agar dapat mengejar keberangkatan yang direncanakan, pihak travel juga harus memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan entry ulang. Jika masih bisa, siapkan waktu minimal 3 – 7 hari sebelum melakukan pendaftaran ulang visa ke Kedutaan Arab Saudi.

Penjadwalan ulang atau reschedule yang dilakukan tidak hanya terkait masalah pembuatan visa umroh, tetapi juga tiket pesawat dan booking hotel. Untuk itu, ada biaya – biaya khusus yang harus di tanggung oleh pihak travel sebagai konsekuensi reschedule tersebut. Misalnya, hotel tidak mau mengembalikan uang yang sudah dibayar di muka seratus persen. Dalam kasus-kasus ini tentu terjadi kerugian karena perusahaan harus nambah biaya akibat rescheduleing, tetapi kerugiannya akan jauh lebih besar jika jamaah tidak jadi berangkat.

Stock Stiker Visa Habis, Ribuan Jamaah Umroh Terancam Gagal Berangkat

Sekitar 6.459 calon jamaah umroh dari berbagai daerah di Indonesia yang rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 4 – 6 April 2016, terancam gagal keberangkatannya. Pasalnya, sampai dengan hari ini, pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besar nya di Indonesia belum mengeluarkan visa umroh. Mereka beralasan bahwa stock stiker visa umroh habis. Dari pantauan syakirawisata.com sendiri dari perbincangan di Group BBM dan Whatsapp gejala langkanya stiker visa umroh ini sudah terjadi mulai Kamis 31 Maret 2016 lalu. [Read more…]

Prosedur Paspor Online Bagi Calon Jamaah Umroh di Semarang

Paspor adalah salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki oleh setiap jamaah Umroh, tak terkecuali calon jamaah umroh yang berdomisili di Semarang. Paspor Online adalah salah satu layanan Kantor Imigrasi berbasis web yang bertujuan untuk mempercepat proses pembuatan paspor. [Read more…]

error: Content is protected !!