(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Berbicara mengenai penerbangan umroh tentu tidak akan lepas dari bagaimana melaksanakan sholat di dalam pesawat. Maklum saja, para jamaah umroh akan berada di dalam pesawat minimal selama sepuluh jam menuju Bandara Internasional Jeddah atau Bandara Internasional Madinah untuk Penerbangan Umroh Landing Madinah.

Berdasarkan pengalaman syakira wisata,  minimal para jamaah umroh akan melewati dua waktu sholat saat penerbangan umroh. Bagi jamaah umroh yang menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines, tidak akan direpotkan dengan keberadaan tempat sholat. Karena maskapai ini menyediakan tempat sholat (prayer room) yang dapat menampung hingga 10 orang, lengkap dengan penunjuk arah kiblat dalam LED display.

Namun selain tersedia nya ruang untuk sholat di dalam pesawat, masih banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari tata cara, arah,  dan etika selama dalam penerbangan umroh, seperti cara berwudhlu, penggunaan toilet dengan air yang terbatas hingga ketentuan waktu sholat.

Terbang dengan menggunakan pesawat merupakan salah satu sarana menuju Baitullah dalam rangkaian perjalanan umroh, sehingga Jamaah umroh pun di golongkan sebagai musafir, yakni orang yang tengah berada dalam sebuah perjalanan karena Allah. Atas dasar tersebut, Allah SWT memberikan keringanan dan kemudahan dalam menjalankan sholat di dalam perjalanan (dalam pesawat dan kendaraan).

Sholat selama dalam penerbangan umroh dapat dilakukan dengan cara jamak dan qashar, karena jarak nya sudah melebihi 90 kilometer. Sholat jamak, yakni mengumpulkan pelaksanaan dua sholat wajib dalam satu waktu yang sama. Sholat wajib yang dapat dijamak yaitu sholat dzuhur dengan ashar dan sholat maghrib dengan Isya’. Sholat jama’ ini ada dua cara yaitu:

Jamak Taqdim, maksudnya mengerjakan sholat di waktu yang pertama, yakni sholat dhuhur dan ashar di waktu sholat dzuhur, dan Sholat Maghrib dan Isya’ dikerjakan pada waktu Magrib. Jadi seolah – oleh “menarik” waktu sholat

Jamak Ta’khir, maksudnya melaksanakan sholat di waktu yang terakhir, yaitu menjamak sholat dhuhur dan ashar yang dikerjakan pada waktu Ashar, dan mengerjakan magrib dengan isya’ di waktu Isya’.

Adapun qashar artinya meringkas sholat empat rakaat menjadi dua rakaat, (Dhuhur, Ashar, Isya’), sementara sholat magrib tetap tiga rakaat. Sedangkan sholat Subuh tidak dapat dijama’ ataupun di qashar.

Pelaksanaan sholat tersebut dapat dilakukan selama di dalam pesawat maupun apabila memungkinkan dapat dilakukan di bandara. Baik bandara asal jamaah umroh di Indonesia, maupun di Bandara tempat pesawat transit di negara ketiga (apabila pesawat tersebut transit), asalakn dengan tetap memperhatikan waktu sholat setempat.

Selengkapnya mengenai Tata Cara Tayamum dan Mengerjakan Sholat dalam Penerbangan Umroh.
Be Sociable, Share!