(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Bir Ali merupakat tempat miqat penduduk madinah ataupun jamaah yang tiba dari arah madinah untuk melaksanakan umrah atau haji. Pada dasarnya masjid ini lebih dikenal dengan masjid Miqat. Masjid Miqat kurang lebih berjarak 10 km atau sekitar 15 menit perjalanan dari kota Madinah. Di tempat inilah nantinya para jamaah haji dan umrah akan mengenakan pakaian ihram, bersuci, shalat dan mulai niat ihram untuk melaksanakan umrah.

Untuk mencapai kota Makkah, dari masjid miqat sekitar 450 menit atau bisa ditempuh kurang lebih 4 hingga 6 jam. Selama perjalanan inilah para jamaah sudah harus mematuhi perintah ataupun larangan ihram. Informasi lebihnya terkait dengan masjid misqat atau masjid ihram akan kami ulas dibawah ini.

Beberapa Hal Penting Terkait dengan Masjid Bir Ali

Sejarah Masjid Miqat

Awal mulanya Masjid miqat atau masjid ihram dibangun di tempat Rasullulah Salallahu’alaihi wassalam ketika bernaung dibawah pohon jenis akasia ketika akan menuju ke kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Hal inilah yang sampai saat ini masjid misqat kerap dijadikan peziarah untuk berhenti sejenak ketika ingin melaksanakan ibadah haji ataupun umrah.

Masjid Misqat mempunyai tempat yang anggun dan terlihat indah yang kerap dimanfaatkan para peziarah untuk mandi, shalat ihram dua rakaat serta mengambil niat ihram.

Asal Mula Penamaan Masjid

Masjid yang berada di Dzul Hulaifah ini terkenal dengan berbagai nama, seperti Bir Ali yang berarti sumur Ali. Dimana pada jaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah menggali banyak sumur yang sekarang telah dijadikan masjid. Selain itu, masjid ini juga disebut dengan Masjid Al Ihram dan Al Miqat, hal ini dikarenakan masjid dimanfaatkan sebagai tempat untuk berihram serta mengambil miqat para umat islam yang menunaikan ibadah haji dan umroh.

Tidak hanya itu, masjid ini juga dikenal dengan Masjid Syajarah (pohon), hal ini lantaran masjid dibangun ditempat Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam berteduh dibawah pohon, dengan pohon sejenis akasia. Sebagian besar orang juga menyebutnya dengan masjid Dzul Hulaifah, hal ini dikarenakan lokasi masjid berada di area Distrik Dzul Hulaifah.

Keunikan Masjid

Setelah mengetahui sejarah mengenai masjid ihram, kini saatnya Anda mengetahui beberapa keunikan yang terdapat pada masjid seperti fasilitas masjid. Banyaknya jamaah haji atau umrah yang akan mandi sebelum mengenaikan pakaian ihram, membuat masjid ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang memuaskan seperti 512 toilet serta 566 kamar mandi. Menariknya beberapa tempat tersebut juga dilengkapi untuk orang yang jamaah umroh pengguna kursi roda sehingga mempermudah proses ibadah.

 

Masjid Bir Ali terletak diantara jalan raya menuju Madinah dan Mekkah yang mampu memberikan kesejukan dan keindahan mata, lantaran terdapat berbagai pohon yang rindang dan terawat. Tidak hanya itu, disini juga terdapat pohon kurma dan sejenisnya yang tertata rapi dengan batu granit. Karena keindahan inilah yang membuat para peziarah krap memanfaatkannya untuk berfoto-foto sebelum dilaksanakannya sholat.

Renovasi Masjid

Menurut sejarah, masjid ihram mengalami renovasi beberapa kali dimulai dari pemerintahan Gubernur Madinah oleh Umar bin Abdul Azis (87-93 Hijriyah), lalu Zaini Zainudin Al Istidar di tahun 861 Hijriyah. Jaman Dinasti dilakukan oleh Usmaniah dibantu muslim india pada tahun 1679 Masehi atau 1090 Hijriah dan yang terakhir di renovasi oleh Raja Abdul Aziz dari tahun 1981 hingga 2005 M.

Masjid Bir Ali yang tadinya sangat kecil dan sederhana, kini menjadi masjid yang luasnya mencapai 9.000 meter peregi terdiri dari 26.000 meter persegi untuk bangunan masjid sementara 34.000 digunakan untuk lapangan parkir, paviliun dan taman.

Itulah sedikit kisah menarik Masjid Bir Ali Madinah. Semoga Allah memudahkan kita untuk memenuhi panggilan Nya dalam rangkaian ibadah haji dan umroh, dengan memulai Miqat di Masjid Bir Ali Madinah