(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Mekkah Madinah dan Jeddah merupakan rangkaian tiga kota yang tidak dapat terlepas dari rangkaian ibadah haji dan umroh. Dalam rangkaian ibadah haji secara bergelombang jemaah haji Indonesia hadir ke Madinah dan Makkah, dua kota suci umat muslim di seluruh dunia, melalui Jeddah.

payung indah masjid nabawi

Gelombang kesatu jemaah haji mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah (MED). Sementara itu bagi jamaah haji gelombang kedua langsung tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah (JED). Kedua gelombang pemberangkatan jamaah haji ini melanjutkan perjalanan ke Makkah. Dapat dikatakan bahwa nyaris seluruh jemaah haji hanya singgah di ketiga kota ini.

Meskipun sama – sama melayani jamaah umroh dan haji, namun kota Jeddah, Makkah dan Madinah memiliki karakteristik yang bertolak belakang. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari sisi karakteristik wilayah dan juga suhu. Saat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, jemaah haji Indonesia dapat merasakan cuaca yang lumayan extreem.

Suhu di sini bandara Madinah rata-rata 40 – 45 derajat celcius, namun saat musim dingin suhu nya bisa mencapai 10 derajat celcius. Tak mengherankan jika banyak jamaah umroh menunggu jemputan bus di Masjid Bandara Madinah, untuk sekedar berlindung dari panas dan dingin nya cuaca di area Bandara

Ketika Musim Haji yang bebarengan dengan tiba nya musim panas, di sebagian wilayah kota suci Madinah tertentu layaknya di Jabal Uhud, suhu dapat mencapai 49 derajat celcius. Di malam hari, bahkan cuaca di Masjid Nabawi Madinah tercatat masih lumayan tinggi. Suhu udara pada malam hari bahkan  dapat mencapai 39 derajat celcius. Sehingga sangat wajar, walaupun di malam hari, kadang masih badan terasa hangat.

masjid nabawi sejarah

Bahkan, di Madinah jarang anda jumpai air dingin. Meski tanpa pemanas air, rata-rata air yang digunakan untuk mandi jamaah haji di Madinah telah hangat dengan sendirinya. Meskipun banyak mengeluarkan keringat karena suhu yang panas, namun tidak juga basah, lantaran cuaca kering yang disajikan kota Madinah.

Sementara itu di kota suci Makkah, dimana terletak Ka’bah di dalamnya situasi cuaca tidak jauh dengan apa yang ada di kota Madinah. Tapi iklim disini pada musim haji cenderung lebih bersahabat. Cuaca di Mekkah pada  siang hari menunjukkan angka  38 hingga 42 derajat celcius. Di siang hari, cuaca rata-rata 40 derajat celcius. Sedangkan malam hari cenderung lebih sejuk dengan suhu  di bawah 40 derajat celcius.

masjidil haram siang grand zam - zam

Lalu bagaimana Jeddah? Di kota perniagaan internasional ini, situasi cuaca sangat – sangat bersahabat. Bahkan banyak jamaah haji dan umroh syakirawisata yang menyamakan suhu di kota ini tak berbeda jauh dengan suhu di Jakarta.

Pada siang hari suhu disini  maksimal hanya 37 derajat celcius, sementara di malam hari lebih sejuk lagi, yakni anatara 30 hingga 31 derajat celcius. Di Jeddah bahkan jamaah haji dan umroh dapat sejenak atau  dapat pula  berlama-lama bersentuhan dengan matahari. Berbeda dengan kedua kota suci, disini jamaah haji dan umroh akan cepat sekali berkeringat karena cuaca yang di dukung oleh kelembapan udara. Jika di Jeddah baju gampang dan cepat sekali bau keringat, sementara jika di Madinah meskipun cuaca sedikit agak panas, namun baju tak pernah bau,” kata salah seorang rekan travel kami

Perbedaan lain anatar Jeddah, Mekkah dan Madinah antara lain Jika di Makkah dan Madinah (wilayah haram) orang non-muslim tidak diperkenankan masuk batas tanah haram, maka di Jeddah orang non-muslim dapat tinggal dan menetap di sini. Karena itulah Jeddah menjadi pusat perniagaan internasional di Arab Saudi.

Kota Jeddah Umroh Haji

Di jam-jam pada saat senja hari, Jeddah tak ubahnya Jakarta, Macet Parah. Kemacetan seringkali terjadi di senja hari ketika orang-orang kembali kerja. Kemacetan pun kerap terjadi di jalan, terlebih jalan utama  mengarah ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Di Madinah rata – rata sudah merupakan jalanan bebas hambatan, sementara di Jeddah banyak sekali traffic light dan penyebrangan jalan. Menyinggung lebar ruas jalan, Jalanan di Madinah dan Jeddah tak jauh beda. Lebarnya melebihi lebarnya jalan protokol  di Jakarta, dan mayoritas sangat terawat dengan baik, bebas lubang.

Untuk sekedar mencicipi  makanan-makanan khas Indonesia pun tak sulit di Jeddah. Corniche Commercial Center, sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di area Albalad, menyediakan sekian banyak  macam menu masakan khas Indonesia. Sebut saja Bakso Mang Oedin, Bakso Sari Raos Khas Bandung, Restaurant Garuda dan sebagainya, yang sebagian besar menyediakan menu makanan Indonesia.

bakso mang oedin corniche jeddah

Tak hanya makanan, barang dagangan elektronik juga tidak sedikit yang dijual di Jeddah. Harganya juga miring, jauh lebih murah dibanding di Jakarta. Sebut saja iPhone teranyar misalnya. Harganya dapat lebih murah 2-3 juta dibanding harga di Jakarta. Untuk dagangan yang harganya murah, selisihnya dengan di Jakarta cukup tinggi, berkisar antara Rp 500 ribu hingga 1 juta. Namun jamaah juga harus berhati – hati, jangan sampai  terjebak barang replika atau barang “KW”