(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Sejarah Singkat Kota Madinah

Sebelum peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabat beliau, sebetulnya kota ini dulu mempunyai nama Yatsrib. Selanjutnya, sesudah peristiwa hijrah itu Nabi Muhammad SAW menamakan kota ini Madinah atau al-Thab dan al-Thayyib

Di dalam subuah riwayat Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa menamai Madinah dengan Yatsrib, hendaknya ia memohon ampun untuk Allah ‘Azza Wa Jalla, (karena) ia ialah Thabah, ia ialah Thabah (baik)”(HR.Ahmad)

madinah hijrah

Letak kota Madinah ialah di sebelah arah utara dari kota suci Makkah Al Mukarramah. Jika kita menggunakan transportasi bus ataupun mobil pribadi, jarak kedua kota suci ini dipisahkan oleh jalan bebas hambatan sepanjang kira-kira 450 km selama 6 hingga 8 jam

Pada masa lalu membutuhkan waktu lumayan lama untuk menjangkau Madinah (kurang lebih satu bulan) dengan memakai Unta. Pada masa dominasi Usmaniyah Turki, ada jalur kereta api yang menghubungkan Madinah dengan Amman (Yordania) serta Damaskus (Syria) yang adalah bagian dari jalur kereta api Istambul (Turki)-Haifa (Israel) yang dikenal dengan nama Hejaz Railway. Kini jalur tersebut sudah tidak terdapat lagi dan stasiun kereta api Madinah dijadikan Museum Kereta Hijaz

Luas Kota Suci Madinah yang juga sebuah kota Provinsi sendiri Cuma sekitar 15 km², dengan batas utara ialah jabal ‘Ayr sebelah selatan ialah Jabal Tsur. Selanjutnya guna peletakan batas kota suci Madinah sebelah timur ialah Waqim Lama dan yang sebelah barat Wabaroh Lama yang terdapat di antara labah (bebatuan hitam).

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku tetapkan tanah suci antara kedua labah Madinah” (Shahih Muslim).

Bagi umat Islam, keberadaan kota suci kota Madinah ini paling penting sebab dari kota inilah doktrin Islam menyebar keseluruh Jazirah Arab. Di kota ini pula ada Masjid Nabawi. Di samping itu, makam Rasulullah SAW beserta sanak family dan makam para sahabat Beliau terdapat di sini.

sejarah madinah

Khusus guna makam Rasulullah SAW beserta Abu Bakar RA dan Umar Ibn Khattab RA, sedang di dalam lokasi Masjid Nabawi dan yang lainnya terkonsentrasi di pemakaman Baqi’ yang sedang terletak di sebelah unsur timur area Masjid Nabawi. Adapun semua suhada yang meninggal pada perang Uhud tidak sedikit dimakamkan di bawah Jabal Uhud yang di antaranya ialah paman nabi SAW, Sayyidina Hamzah.

 

Madinah Kota yang Penuh Cahaya.

Madinah Al Munawarrah atau Kota Madinah yang bercahaya Itulah julukan sebagai makna lain dari al-Madinah al-Munawwarah. Bukan cahaya yang bermakna sesungguhnya, atau diterangi dengan lampu mercury jutaan Watt.  Keindahan namanya sangat sesuai dengan realitasnya. Pada zaman Rasulullah SAW dan Khulafa ar-Rasyidin, kota ini adalah pusat dakwah guna menyebarkan cahaya Islam ke semua penjuru dunia, dan pusat pengajaran ilmu pengetahuan dan pemerintahan.

Madinah menjadi keberhasilan yang amat besar dalam perjalanan Islam. Meski kehidupan Rasulullah SAW di Madinah yang jauh berada di luar kota suci Mekkah, namun dapat dibilang Madinah lebih produktif. Hijrahnya Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin adalahnikmat terbesar untuk orang-orang Madinah, sebab cahaya Islam yang diangkut Rasulullah SAW menyebar dan masuk pada sanubari mereka.

Madinah secara tata letak kota lebih apik dari Mekkah. Tidak bertolak belakang jauh dari sejarah kota suci Mekkah, Madinah pun mempunyai sejarah panjang dan tempat-tempat bersejarah . lokasi tersebut menjadi pengingat seluruh umat Muslim di dunia akan perjuangan Rasulullah SAW dan semua sahabat.

Madinah sebelum Rasulullah 2

Masyarakat Madinah sebelum menganut Islam, ialah masyarakat heterogen. Penduduknya terdiri dari tiga komunitas besar, yaitu kumpulan yahudi, Arab pagan, dan pengikut Kristen. Di antara tiga komunitas tersebut, kumpulan yahudi ialah yang sangat mendominasi. Merekalah yang mempunyai lahan pertanian dan perkebunan serta menguasai perdagangan. Di samping mereka pun mempunyai profesi sebagai tukang emas dan pandai besi.

Yatsrib berkembang dan dikenal kali pertama di tangan bangsa Amalek sebagai warga awal yang mendiaminya. Pengaruh bangsa Amelek mulai memudar sesudah kedatangan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi berbondong – bondong  bermigrasi ke Yatsrib melewati dua tahap. Kedatangan orang-orang Yahudi umat nabi Musa ke Yatsrib adalahkedatangan bangsa Yahudi gelombang kesatu, yang lama-kelamaan merasakan kepunahan tidak lama sesudah kedatangan mereka ke sana.

Kedatangan gelombang kedua saat terjadi perang antara Yahudi dan Romawi, dan hancurnya Kuil Sulaiman di tangan Titus pada tahun 70 Masehi. Kekalahan atas Romawi Kristen tersebut menciptakan bangsa Yahudi darurat hidup terpencar-pencar dan mengembara. Di antara bangsa Yahudi penjelajah tersebut terdapat yang hijrah ke Yatsrib dan sekitarnya.

sejarah madinah yatsrib

Penduduk Yatsrib berikutnya ialah suku Aus dan khazraj yang berasal dari Yaman, adalahsalah satu klan bangsa Azd. Memburuknya kondisi politik di Yaman diperbanyak dengan jebolnya bendungan Ma’rib (banjir Aram) memaksa mereka guna hijrah ke distrik utara. Pada tahun 300 Masehi, kumpulan kesatu suku Aus dan Khazraj guna kesatu kalinya menetap di Yatsrib.

Suku Aus dan Khazraj mempunyai ciri-ciri umum orang Arab laksana : keras, merasa superior, tidak memahami masalah keagamaan dan keyakinan, materialistis, tunduk pada hukum kekerasan, pendendam, kehidupan yang monoton, paling konservatif, dan sebagainya.

Yang memisahkan antara orang Quraisy Mekkah dan Aus-Kahzraj Madinah antara beda : Quraisy mempunyai perangai yang lebih lembut, lebih ramah dan supel, berbicaranya lebih runtut, dan terampil berdagang.

Berbeda dengan Mekkah yang mempunyai lembaga mala’, masyarakat Madinah justru tidak mempunyai lembaga pemerintahan. Masing-masing suku memiliki aturan sendiri yang dipegang guna anggota suku nya. Konflik berkepanjangan antara Aus dan Khazraj, yang sesekali pun melibatkan komunitas Yahudi termaktub dalam ayyam (peperangan) antara Aus dan Khazraj.

madinah yatsrib 2

Sebagaimana namanya, mayoritas suku Arab pagan menganut Paganisme atau menuhankan fenomena-fenomena alam tertentu, laksana matahari, bulan, dan sejumlah bintang. Seperti halnya paganis Mekkah, suku-suku Arab Yatsrib mencontoh ritus-ritus Abrahamik yang telah merasakan distorsi. Agama yahudi di Yatsrib mempunyai kontribusi besar untuk munculnya kesadaran monoteisme di kalangan bangsa Arab.

Beberapa pengaruh Yahudi yang diadopsi oleh bangsa Arab Madinah di samping gagasan monoteisme, di antaranya :

Ide tentang timbulnya seorang nabi yang bakal mempersatukan mereka, timbulnya kerinduan supaya bangsa Arab memiliki kitab suci laksana Yahudi dan Nasrani, diluncurkan cerita-cerita tentang semua nabi Tauraty, dan masuknya pemahaman eskatologis laksana istilah ba’ts, nar, mizan, dan sebagainya dalam pemikiran bangsa Arab.

Secara umum situasi Yatsrib tidak jauh bertolak belakang dengan Mekkah, dua-duanya terletak di jalur bisnis yang sama. Keduanya sama-sama mempunyai  masyarakat yang majemuk, terdiri dari bermacam-macam etnis, strata sosial, dan agama.

masjid nabawi sejarah

Namun, yatsrib bertolak belakang dengan Mekkah dalam urusan pola kehidupan masyarakat, dampak faktor geografis dan demografisnya. Meskipun terletak di jalur bisnis yang ramai, Yatsrib lebih merupakan wilayah pertanian khususnya perkebunan kurma. Hingga saat ini Madinah pun masih dikenal sebagai sebagai sentra perdagangan kebun kurma. Ini pasti saja bertolak belakang dengan Mekkah yang tidak mempunyai tanah subur, sampai-sampai masyarakat lebih berorientasi pada bisnis.

Dengan kata lain, masyarakat Yatsrib yang agraris lebih religious dibandingkan dengan masyarakat Mekkah yang lebih berorientasi materalisme. Penduduk Mekkah dengan terang-terangan menampik klaim kenabian Muhammad SAW dan menuduhnya sebagai orang gila, penyihir, dan sebagainya. Sedangkan warga Yatsrib menanggapinya dengan serius wacana tersebut, bahkan mereka sangat membubuhkan harapan besar untuk Muhammad SAW sebagai nabi supaya dapat mempersatukan mereka.

Be Sociable, Share!