(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Madinah merupakan salah satu kota suci untuk umat muslim yang akan melakukan ibadah haji dan umroh. Ketika Anda mengunjungi kota Madinah, selain ziarah di Masjid Nabawi, Raudhah dan Makam Rasulullah SAW,  ada baiknya untuk singgah sejenak di  Percetakan Al Qur’an Madinah.

Disini, Anda dapat melihat percetakan Al-Qur’an terbesar didunia. Percetakan ini berada di Jalan yang menuju kota Tabuk, kurang lebih 10 km dari kota Madinah. Perlu jamaah ketahui, bahwa Kompleks Percetakan Al-Qur’an telah berdiri dari tahun 1405 Hijriyah atau 1984 Masehi dengan luas tanah 25 hektar.

Tempat percetakan ini dapat dijadikan sebagai tempat favorit para traveler berwisata sekaligus memperdalam ilmu serta wawasan terkait dengan sejarah dari perkembangan Al-Qur’an. Bagi Anda yang beruntung, selain dapat melihat langsung proses percetakan Al Qur’an, Anda juga akan membawa oleh – oleh satu buah Al Quran Gratis.

Sayangnya peraturan ini hanya berlaku bagi jamaah laki – laki, sementara jamaah perempuan hanya di perbolehkan menunggu di teras masuk, atau tepatnya di counter penjualan Al Qur’an

Percetakan al-qur’an ini sangatlah luas yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti bangunan kantor utama, gudang, rumah sakit, kantin, toko, masjid dan rumah tinggal karyawan. Museum ini dibuka dari jam 09.00-14.00, dan akan dibuka kembali pada jam 16.00-21.00 Informasi lengkapnya akan kami ulas dibawah ini.

Penulisan Mushaf Hingga  Percetakan Al Qur’an Madinah

Percetakan Awal Al-Qur’an

Awal mulanya Al-Qur’an dicetak serta diterbitkan di Venisia (Venice) pada tahun  1530 M, setelah itu Basel di tahun 1543 namun beberapa percetakan tersebut dihancurkan dari perintah penguasa gereja. Adapun orang yang pertama kali melakukan pencetakan Al-Qur’an yaitu Paganino serta Alesandor Paganini di tahun 1537 atau 1538 M.

Sayangnya, cetakan tersebut lokasinya tidak diketahui dimana. Untungnya, seorang sarjana Itali yang bernama Angelina Nouva mendapatkan photo copy Al-Qur’an yang telah dicetak Venisia dan ditemukan di Isola Venisia lebih tepatnya berada di perpustakaan Fransiscan Friars of San Michele.

Periode Percetakan Al-Qur’an

Percetakan Al Qur’an Madinah dibagi dalam tiga periode yaitu periode percetakan klasik dari tahun 1.500 sampai 1.900 M, Periode mesin cetak modern dari  tahun 1920 sampai 1980 M serta Periode digital Mushaf dari tahun 1980 hingga saat ini. Percetakan Al-Qur’an terjadi dibarat yang didukung peran dari penerjemah, sebelum bahasa modern Eropa berkembang, pertama kali Al-Qur’an diterjemahkan dengan bahasa latin.

Oleh karena itu, terjemahan Al-Qur’an untuk yang pertama kalinya menggunakan bahasa latin di tahun 1135 M. Adapun tokoh penerjemah dalam bahasa latin yaitu Robert of Ketton yang selesai bulan Juli 1143 dan diterbitkan oleh Blibliander. 

Sejarah Percetakan Al Qur’an 

Sejarah percetakan Al-Qur’an ditulis diatas tulang belulang, pelepah kurma, kulit binatang serta alat-alat lainnya yang dapat dijadikan untuk tempat menulis. Proses penulisannya pun dilakukan oleh tangan para penulis wahyu, selain dipelihara melalui tulisan, al Qur’an juga terpelihara dengan hafalan. Pada masa Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam, alat untuk memperbanyak al-qur’an sangatlah terbatas. Oleh karana itu, muncul beberapa penulis al qur’an yang sangat rapi dan indah.

Tulisan indah yang dihasilkan melalui beberapa ahli kaligrafi, salah satunya yaitu penulisan Al-Qur’an dengan khat atau tulisan. M.Hadi Ma’rifah dikutip oleh Prof. Dr.HA Athalilla menyatakan bahwa penulisan Al-Qur’an dengan khat berakhir di abad 3 H, dan pada abad ke 4 H khat kufi diubah dengan mushaf khat naskhi oleh Muhammad bin Ali Bin Husain bin Miqlal di tahun 272 hingga 328 H. Baru mencapai puncaknya di tangan Aaqut bin Abdillah al-Maushui di tahun 689 H. Penulisan Al-Qur’an dengan khat Yaqut berlangsung selama abad ke 11 H.

Itulah beberapa hal terkait dengan Sejarah Mushaf Hingga Percetakan Al Qur’an Madinah Masa Kini. Percetakan ini merupakan agenda ziarah dan city tour jamaah umroh dan haji khusus Syakira Wisata. Atau bagi Anda yang berada di kota Madinah bisa mengunjungi percetakan terbesar di dunia tersebut untuk menambah ilmu dan wawasan.

Be Sociable, Share!