(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Ka’bah yang merupakan kiblat sholat sekaligus tujuan utama jamaah haji atau umroh adalah bangunan yang bentuknya menyerupai bentuk kubus.

Bangunan yang terletak di Masjidil Haram ini merupakan bangunan pertama diatas muka bumi yang digunakan sebagai tempat menyembah Allah sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran 96 :

ka'bah

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan). Makna Baitullah tentu saja bukan berarti “rumah” dalam arti sesungguhnya, atau sebagai tempat tinggal. Namun hanya sebagai kiasan, dimana “rumah” itu dibangun sebagai bentuk manifestasi dari wadah atau sarana bentuk pernyataan, peruwudan , dan  pemeilharaan atas ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Ka’bah dibangun beberapa tembok bersegi empat yang terbuat dari batu – batu besar berwarna kebiru – biruan yang berasal dari gunung (jabal) disekitar Mekkah. Antara lain Bukit Thur Sina, Abu Qubaisy, Radhwa, Warqam Al-Quds,  dan bukit Uhud. “Rumah Allah” ini dibangun diatas dasar pondasi yang kokoh terbuat dari batu marmer tebalnya kira – kira 25 cm. Berikut rincian data fsik ka’bah sebagai berikut ;

  • Tinggi seluruh dinding : 15,00 meter
  • Lebar dinding utara : 10,02 meter
  • Lebar dinding Barat : 11,58 meter
  • Lebar dinding Selatan : 10.13 meter
  • Lebar dinding Timur : 10,22 meter

Para pendahulu telah menamai dinding  – dinding ka’bah tersebut dengan nama khusus berdasarkan nama negara yang berbatasan langsung ke mana arah dinding ka’bah itu menghadap . hanya satu sudut dinding yang berbeda, yang bernama “Rukum Aswad”, karena adanya “hajar aswad” yang terletak disana. Keempat rukun dinding atau sudut tersebut ialah

  1. sebelah utara Rukun Iraqi (iraq)
  2. Sebelah barat Rukun Syam (Suriah)
  3. Sebelah selatan Rukun Yamani (Yaman)
  4. Sebelah timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Rukun disini bukanlah syarat sah seperti rukun islam, rukun haji, rukun umroh, dll melainkan memiliki makna secara harafiah sebagai sudut atau pojok. Ka’bah sebagai bangunan yang berbentuk kubus memiliki empat Rukun/Sudut  Ka’bah. Keempat rukun ini jika dalam manasik haji atau umroh tentu saja diajarkan do’a 2 khusus, terutama saat melewati Rukun Yamani dan Rukun Aswad.

Keempat dinding ka’bah ditutup oleh cover kelambu yang terbuat dari sutera terbaik berwarna hitam yang sering disebut sebagai “Kiswah” dan menggantung dari atap hingga kaki . Sejak zaman Nabi Ismail AS, Ka’bah telah diberi pelindung atau penutup dari luar yang sering disebut sebagai Kiswah.

Setiap tahun nya tatkala jamaah haji bergerak ke arafah , Kiswah diganti pada saat wukuf dalam balutan iman dan taqwa. Kiswah diganti setidaknya dengan tujuan menyemarakkan upacara “kongres akbar” umat muslim tahunan itu.  Tanggal 9 Dzulhijah  itupun dipilih karena  Masjidil Haram dalam keadaan sepi, dikarenakan  karena para jamaah haji masih berada di Mina, untuk melontar jumroh.

Pintu Ka’bah

Pada dinding ka’bah di sisi timur, atau tepatnya disamping Hajar aswad terdapat pintu yang bernama Al-Burk. Tingginya kira – kira 2 meter. Pintu ini terbuat dari campuran antara logam, emas serta perak. Dipintu ini tertulis ayat-ayat suci al-Qur’an, tentang Ka’bah itu sendiri, tentang ibadah haji dan shalat serta ajaran tauhid. Konon, Di dalam bangunan Ka’bah terdapat 3 tiang yang menopang atap , serta sebuah tangga yang melalui pintu kecil dimana biasanya dipergunakan untuk naik ke atas atap dari dalam. Wallahu’alam..

Multazam adalah sebuah tempat kecil di sebelah Hajar Aswad, letaknya di di dinding sebelah timur dan pojok sebelah timur dengan ketinggian kira-kira hanya satu setengah meter dari lantai dasar. Bagian dari Dinding antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, lebarnya hanya dua meter-an, namun  itulahyang diberi nama “Multazam”.

Lokasi ini merupakan satu dari tiga lokasi sebagai tempat paling mustajab dan banyak para jamaah haji maupun umroh yang memanjatkan doa kepada allah disin.  Pada umumnya jamaah yang telah selesai melaksanakan thawaf 7 putaran berebut untuk mendapatkan kesempatan “curhat”, menghadap  dan mengadu kepada  Allah bahkan tidak jarang banyak dari para jamaah yang tak kuasa menahan air mata sambil berdoa yang telah lama ia nanti-nantikan.

Almijan Terletak di dekat pintu , kira-kira berhadapan dengan maqam Nabi Ibrahim. Dimana tempat itu banyak dipergunakan jamaah haji dan umroh untuk melaksanakan shalat sunat thawaf, yang sering disebut sebagai almijan. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa disinilah Nabi Ibrahim AS dan puteranya Nabi Ismail AS , berdiri sejenak sebelum mengerjakan renovasi Ka’bah.

Matwaf ; Merupakan tempat atau lokasi thawaf (mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran) yang diberi lantai marmer. Sebenarnya sebatas inilah ukuran luas Masjidil Haram pada zaman Rasulullah. Tempat ini dinamakan sebagai Matwaf atau tempat/lokasi thawaf. 

Maqam Ibrahim.

Sebuah Pintu masuk Bani Syaibah di sebelah timur laut Ka’bah merupakan pintu masuk “resmi” ke lokasi thawaf. Antara pintu Bani Syaiban dan Ka’bah ada tempat kecil yang memiliki kubah berwarna keemasan, berdinding terali besi yang dilapisi kaca. Bangunan inilah disebut Maqam Ibrahim, tempat utama untuk mengerjakan shalat sunah thawaf.

Maqam Ibrahim menjadi tempat utama karena di belakang maqam ibrahim inilah Rasulullah  melaksanakan shalat sunat thawaf, setelah mengelilingi ka’bah sebanyak 7 putaran. Apa yang diajarkan Rasulullah SAW inilah yang kemudian diikuti oleh jamaah haji atau umroh dari seluruh dunia.  Namun saat ini demi keamanan kita, terutama karena adanya renovasi masjidil haram, dihimbau bagi jamaah tidak memaksakan diri shalat di belakang maqam ibrahim, melainkan dapat dilakukan dimanapun selama di area Masjidil Haram

Maqam Ibrahim sendiri bukanlah makam, atau –maaf– kuburan. Melainkan berupa bekas tapak kaki Nabi Ibrahim AS saat membangun ka’bah bersama putranya Nabi Ismail AS.  Maqam Ibrahim merupakan sebuah prasasti yang bentuknya kotak memiliki dua lubang di atasnya. Lubang itu bentuknya pahatan jejak kaki Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah,

Dulu, Tidak seberapa jauh dari Rukun Aswad terdapat rumah kecil dimana letak sumur Zam-Zam yang kini telah ditutup sebagai efek dari pelebaran tempat thawaf. Didekat lokasi tersebut terdapat maqam empat imam. Masing – masing Maqam Imam Syafi’i  dan tiga maqam Imam Hanafi, terletak barat. Makam Imam Hanafi di sebelah tenggara dan maqam Imam Maliki disebelah utara.

ka'bah

Dahulu di maqam ini dipergunakan oleh imam untuk menunaikan shalat lima waktu, hingga tiap waktu shalat diadakan 4 kali shalat berjamaah berdasarkan madzab masing-masing imam. Namun dengan dalih meluruskan ajaran tauhid cara bermadzab ini sekarang ditiadakan oleh Pemerintahan Saudi. Wallahu a’lam

Saat ini bangunan Masjidil Haram begitu mewah dan megah. Pembangunan dan Perluasan Masjidl Haram dimana Ka’bah sebagai titik central begitu pesat, tanpa mengurangi nilai ibadah dan sejarah itu sendiri. Insya Allah PROMO UMROH MURAH  Syakira Wisata siap mendampingi  ibadah  umroh Anda dan keluarga.

Ka’bah
Be Sociable, Share!