Sedikit Mengenal Lebih Dekat Kota Mekkah Al Mukarramah

Allah SWT telah mengukuhkan kota mekkah sebagai tanah yang diberi kemuliaan dan keharaman. Di dalamnya terdapat rasa aman, bahkan rasa aman ini juga dimiliki pepohonan dan tumbuh – tumbuhan dengan larangan memotongnya.

Burung-burung tidak boleh diusir, dan Allah SWT memberikan pahala amal kebaikan di dalamnya lebih utama daripada pahala amalan di tempat yang lain. Shalat di dalamnya sama dengan 100.000 (seratus ribu) shalat di tempat yang lain. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron 97 :

Batas tanah haram ini mengitari kota Mekkah al Mukaramah sebagian batasnya lebih dekat ke Ka’bah. Saat ini ditancapkan tapal batas haram di jalan-jalan utama yang menuju ke Mekkah, yaitu:

Arah Barat, jalan Jeddah-Mekah, di asy-Syamaisi (Hudaibiyah)

Arah Selatan, di Idha’ahaben, jalan Yaman-Mekah untuk yang dating dari Tihamah.

Arah Timur, di tepi lembah Uranah barat

Arah timur laut, jalan ji’ranah, dekat dengan kampong syara’i al-Mujahidin.

Arah utara, batasnya adalah Tan’im

Mekkah, lembah yang dulunya gersang tidak berpenghuni, kini menjadi pusat dan kota utama bagi Islam. Mekkah menjadi tempat yang subur, aman, dan dikunjungi jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah di sana.

Perluasan Masjidil Haram sendiri merupakan bagian dari proyek penataan kota mekkah yang kali ini dilakukan secara total, terencana, dan tidak tembal sulam. Masjidil Haram akan diperbesar, area thawaf di sekitar ka’bah ditutup dengan pelindung, pembangunan puluhan apartemen pencakar langit sedang diselesaikan, hotel-hotel bintang lima sedang ditambahkan, mall – mall baru dikebut pembangunannya.

Jalur kereta cepat dari Jeddah dipersiapkan langsung sampai ke Al-Haram, monorel dibangun untuk menghubungkan 3M (Mekah, Muzdalifah, Mina), kereta cepat dipersiapkan untuk menghubungkan Jeddah-Mekah-Madinah. Masjidil Haram, di mana di dalamnya terdapat ka’bah memiliki keberkahan baik  keberkahan Masjidil Haram dari dua sisi, yaitu sisi fisik dan non fisik. (Baca Juga : Kereta Makkah Madinah permudah Jamaah Umroh ) 

Keberkahan dari sisi fisik yaitu setiap orang ang datang dan mengunjungi Masjidil Haram maka dia akan merasakan keberkahan ini, bahwa makanan dan buah-buahan begitu melimpah bahkan harganya bisa lebih murah dibandingkan di tempat – tempat lain. Adapun keberkahan dari sisi non fisik, bermakna pahala yang melimpah yang diberikan kepada para jemaah haji dan umroh, mereka yang thawaf, I’tikaf, dan mendirikan sholat di dalamnya.

Di dalam Masjidil Haram ada ka’bah yang menjadi kiblat semua muslim. Kata ka’bah dalam bahasa arab berarti “persegi empat” yakni bangunan persegi empt yang berada di dalam Masjidil Haram dan terkenal dengan sebutan kakbah atau Bait al-‘Atiq.

  1. Ka’bah

Kakbah memiliki empat rukun (sudut/tiang), yakni:

Rukun al-aswad. Yaitu sudut yang terletak di Hajar aswad dan disampingnya pintu kakbah.

Rukun Syami. Yaitu sudut yang menghadap ke negeri Syam atau Syiria

Rukun Iraki. Yaitu sudut yang menghadap ke Irak

Rukun Yamani.Yaitu sudut yang menghadap ke Yaman.

  1. Hajar Aswad

Hajar Aswad di sini ditujukan pada batu yang menempel di rukun Yamani. Jemaah haji disunnahkan mencium, menyapu, atau mengangkat tangan padanya ketika memulai thawaf.

  1. Multazam

Letak Multazam adalah di antara Hajar Aswad yang ada di rukun Yamani dan pintu ka’bah. Multazam adalah salah satu tempat doa yang maqbul. (Baca Juga : Tempat Mustajab Itu bernama Multazam )

  1. Al-Hathim

Al-Hatim adalah tembok tebal yang membentuk setengah lingkaran di antaranya rukun Syami dan rukun Iraqi dari Ka’bah, yakni tembok yang melingkari Hijir Ismail.

  1. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah bagian Ka’bah yang terletak di sebelah utara Kakbah yang dilingkari oleh tembok lebar (al-Hathim). Dulunya Hijir Ismail berbentuk lingkaran penuh tetapi pada zaman quraisy terjadilah perbaikan dan terpotong separuh lingkarannya dengan demikian disebut : hathim yang artinya sepotong.

Hijir yaitu tempa dimana Ibrahim As meletakkan istrinya Hajar dan putranya Ismail. Ia memerintahkan Hajar untuk membuat bangsal di tempat itu. Ada pula yang meriwayatkan bahwa Nabi Ismail AS dan ibunya dikuburkan di Hijir Ismail.

Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Hijir Ismail atau Hathim ini adalah bagian dari kakbah (kira-kira 3 meter). Oleh sebab itu, tidak sah thawaf seseorang jika hanya mengelilingi ka’bah tapi harus juga mengelilingi Hijir Ismail.

Di dalam hijir Ismail yang kecil itulah orang berebut masuk, salat, dan berdoa meminta apa saja sesuai dengan hajat masing-masing. Konon doa yang paling mustajab di hijir Ismail dilakukan di bawah talang air.

  1. Pintu Kakbah

Pintu kakbah terbuat dari emas murni, pintu kakbah emas murni itu mempunyai tinggi 3 meter dan lebar 2 meter serta tebal setengah meter.

  1. Mizab

Mizab adalah talang air yang dibuat di bagian atas (atap) kakbah untuk mengalirkan air yang terkumpul di atas ka’bah agar air tidak tergenang. Saat ini Mizab ini terbuat dari emas murni.

  1. Syazarwan

Syazarwan adalah salah satu bagian dari kontruksi ka’bah yang letaknya di bagian dasar dinding ka’bah. Posisinya miring mengitari tiga sisi kakbah, yakni sisi timur, barat dan selatan. Sedangkan di belahan utara ka’bah tidak ditemukan Syazarwan.

  1. Kiswah Ka’bah

Kiswah berarti tutup atau tirai. Kiswah ini dimaksudkan pada kain hitam yang membungkus atau membalut ka’bah. (Baca Juga : Merajut Kisah Tentang Kiswah )

  1. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim AS. Maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijaknya Nabi Ibrahim sewaktu membangun Ka’bah. Ketika itu Ibrahim bermaksud meletakkan batu ke tempat teratas, namun tangannya tidak mampu menjangkau, lalu ia menyuruh Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai pijakannya.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!