(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Seperti namanya, Perjanjian Hudaibiyah merupakan sebuah perjanjian yang dilakukan di lembah Hudaibiyah. Letaknya tepat di pinggir kota Mekkah Al Karommah atau sekitar 22 kilometer dari Masjidil Haram. Perjanjian ini merupakan perjanjian yang disepakati oleh kaum musyrikin Mekkah dengan Nabi Muhammad SAW.

perjanjian hudaibiyah

Tahun diadakan perjanjian ini adalah tahun keenam hijrah atau tahun 628 Masehi. Saat itu Rasulullah pergi menuju ke kota Makkah al Mukarramah pada bulan Dzulq’idah. Bulan tersebut dalam tradisi masyarakat arab diharamkan untuk berperang

Bagi kaum muslimin, sejarah dan isi Perjanjian Hudaibiyah tentu sangat penting untuk diketahui. Sebab melalui sejak peristiwa inilah wahyu mengenai Dam Atau Denda Dalam Ibadah Haji Dan Umroh di turunkan. Perjanjian Hudaibiyah merupakan rentetan persitiwa yang berhubungan dengan Peristiwa Fatkhu Makkah atau pembebasan kota Makkah.

Terdapat Masjid Hudaibiyah yang sekaligus menjadi Miqat Umroh Penduduk Kota Mekkah. Berikut kami berikan beberapa informasi mengenai Perjanjian Hudaibiyah. Semoga bermanfaat.

 

Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

Hudaibiyah merupakan nama sebuah sumur yang berada di arah barat daya kota Mekkah Al Karamah. Tepatnya 22 km dari Mekkah. Sejarah di sepakati Perjanjian Hudaibiyah adalah ketika Nabi Muhammad SAW dan rombongan kaum muslimin yang berjumlah 1.400 jamaah akan melaksanakan ibadah haji

perjanjian hudaibiyah rombongan haji

Menurut kesaksian lima orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menyaksikan langsung perjanjian tersebut. Jumlah kaum muslimin ketika itu adalah sekitar seribu empat ratus orang. Para kaum muslimin telah mengantisipasi hal – hal atau kemungkinan terburuk terjadinya penyerangan dengan membawa peralatan senjata dan peralatan perang untuk melawan kaum musyrikin.

Para rombongan kaum muslim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW telah tiba di Dzulhulaifah.kemudian mereka segera melaksanakan sholat dan berihram untuk umroh. Tidak lupa rombongan kaum muslim membawa tujuh puluh ekor unta yang akan dijadikan sebagai hadyu.

Setibanya di Usfan atau 80 km dari kota Mekkah. Busra bin Sufyan yaitu utusan Nabi Muhammad SAW membawa sebuah kabar. Bahwa kaum Quraisy sudah mengetahui kedatangan Nabi berserta kaum muslimin. Kaum Musyrikin akan berusaha menghalangi perjalanan umroh Nabi Muhammad SAW dengan menyiapkan pasukan di Mekkah.

Dari berita tersebut, Nabi Muhammad SAW meminta pendapat para sahabat. Ada keinginan untuk menyerang para sekutu kaum musyrikin namun Abu Bakar Radhiyallahu memberikan pendapat untuk kaum muslimin fokus pada tujuan utama yaitu beribadah.

perjanjian hudaibiyah sumur

Meskipun Nabi Muhammad SAW tahu, bilamana para kaum Quraisy akan berusaha keras untuk menghalanginya. Bahkan sudah dipastikan akan terjadi bentrokan atau bahkan peperangan serta pertumpahan darah.

Tatkala akan Menginjakkan Kaki di Kota Suci Mekkah, atau tepatnya di Hudaibiyah, Rombongan umat Muslim berhenti. Rasulullah kemudian mengutus Utsman Bin Affan sebagai wakil guna menyampaikan maksud untuk pemuka  quraisy tentang maksud dan destinasi kedatangan Beliau beserta Rombongan kaum Muslimin yang sebenarnya.  Namun selang beberapa saat kemudian tersebar isu yang entah dari mana sumbernya, bahwa Utsman bin affan telah mati dibunuh kaum Quraisy.

Berita ini menimbulkan rasa kebencian, dendam dan kemarahan umat Islam. Dan dihadapan Rasulullah SAW umat Islam mengaku ber ikrar atau bersumpah yang disebut bai’atu ridwan. Mereka membulatkan tekadnya untuk senantiasa berusaha demi kejayaan Islam sampai tetes darah penghabisan. Sumpah telah terucap, namun Utsman bin affan akhirnya datang dari mekkah dengan selamat, seraya membawa berita rombongoan tidak diizinkan memasuki kota Mekkah, paling tidak sampai tahun depan.

perjanjian hudaibiyah masjid

Namun disisi lain semua pemuka kaum quraisy teramat mencemaskan sumpah dan kesungguhan hati umat islam untuk berusaha dan berupaya menunaikan ibadah haji di kota Mekkah tahun tersebut juga . Oleh  sebab itu, mereka lantas menyetujui untuk diadakan perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

 

Isi Perjanjian Hudaibiyah

Secara Garis besar isi Perjanjian Hudaibiyah sangat merugikan umat Muslim. Bahkan umat yang turut serta dalam rombongan Rasulullah pun awalnya tak habis piker, mengapa Rasulullah mau menandatangani perjanjian ini. Adapun inti dari perjanjian ini adalah sebagai berikut :

“Dengan nama Tuhan. Ini perjanjian antara Muhammad (Rasulullah SAW) dan Suhail bin ‘Amr, perwakilan Quraisy.

  1. Adanya gencatan senjata atau tidak boleh saling serang antara Mekkah dan Madinah selama kurun waktu 10 tahun.
  2. Siapapun yang hendak mengikuti Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), diizinkan secara bebas. Dan siapapun yang hendak mengikuti Quraisy, diizinkan secara bebas.
  3. Seorang pemuda, yang masih berayah atau memiliki Wali, andai mengikuti Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) tanpa izin, maka akan dibalikkan lagi ke ayahnya dan Walinya. Bila seseorang turut dalam kaum Quraisy, maka ia tidak bakal dikembalikan.
  4. Tahun ini Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) bakal kembali ke Madinah. Namun tahun depan, mereka bisa masuk ke kota Mekkah, untuk mengerjakan thawaf disana sekitar tiga hari.
  5. Selama tiga hari itu, warga Quraisy bakal mundur ke bukit-bukit. Mereka (kaum Muslimin) tidak boleh bersenjata saat menginjakkan kaki di Kota Makkah.”

Kaum muslimin yang telah menempuh jarak ke Mekkah harus kembali pulang tanpa dapat melaksankan ibadah. Dengan harapan di tahun berikutnya, kaum muslimin di perbolehkan kembali namun hanya tiga hari saja, atau tidak cukup untuk melaksanakan haji.

perjanjian hudaibiyah kaligrafi

Banyak kaum muslimin yang kecewa akan hasil isi Perjanjian Hudaibiyah tersebut. Mereka bahkan tidak segera melaksanakan perintah Nabi Muhammad SAW ketika memerintah menyembelih hewan Kurban. Namun seiring dengan berjalannya waktu, nampaklah hasil dari Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini sebenarnya adalah Kemenangan sekaligus Kehebatan Diplomasi Rasulullah SAW yang diwujudkan dalam peristiwa Fathu Makkah

 

Hal Penting dari Isi Perjanjian Hudaibiyah
  1. Isi Perjanjian Hudaibiyah di sahkan Wakil kaum Quraisy yaitu Suhail bin Amr. Suku Quraisy merupakan suku yang terhormat di Arab. Maka Kota Madinnah diakui memiliki kekuasaan sendiri yang dapat disejajarkan dengan Suku Quraisyi saat itu.
  2. Perjanjian dengan pihak Quraisy Mekkah, memberikan kekuasaan pada madinah untuk menghukum pihak Quraisy jika melanggar perjanjian ini.
  3. Bahwa gencatan senjata tanpa peperangan dengan Kaum Kafir selama sepuluh tahun merupakan peluang yang baik guna menyebarluaskan agama islam sebab Rasulullah SAW dan semua sahabatnya tidak disibukkan dengan hal peperangan.
  4. Bahwa kehormatan kaum Muslimin yang diperlihatkan melalui kebijaksanaan sikap Nabi Muhammad SAW agar tidak terjadi pertumpahan darah dalam perjanjian ini, secara tidak langsung justru mengundang simpati kalangan orang-orang quraisy sendiri. sampai-sampai sejumlah mereka lantas masuk Islam tidak lama sesudah perjanjian ini, Semisal Khalid bin walid amr bin al-ash yang mendapat julukan Pedang Allah

Itulah hal – hal mengenai sekilas isi Perjanjian Hudaibiyah dan Kemenangan Diplomasi Rasulullah. Semoga bermanfaat bagi anda. Waallahu a’lam Bishawab

 

Be Sociable, Share!