(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Bulan Ramadhan yang suci bisa dipadukan dengan tempat yang suci pula. Betapa ini adalah salah satu yang menakjubkan bagi kita sebagai umat Muslim. Tak heran jika di bulan Ramadhan itu, banyak sekali umat Muslim yang berbondong-bondong datang ke Baitullah di Makkah. Baik untuk melakukan ibadah Umroh maupun ibadah lain nya dengan melewati bulan suci itu disana.

Akibat permintaan PAKET UMROH MURAH RAMADHAN yang tinggi, Tak mengherankan jika biaya umroh pada bulan itu pun menjadi lebih mahal dibandingkan dengan ongkos biaya umroh di luar bulan Ramadhan.

“Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan di Makkah, lalu berpuasa secara utuh dan melakukan untuknya seratus ribu bulan Ramadhan selain di Makkah. Dia (Allah) juga akan mencatat satu kebajikan tiap siang hari, dan satu kebajikan tiap malam hari. Juga barang bawaan kuda di jalan Allah tiap siang hari dan dua barang bawaan kuda di jalan Allah tiap malam hari.” 

(HR. Ibnu Majah dan al-Azraqi).

Pahala-pahala seperti itu tentunya tidak dapat ditemukan selain kota suci Makkah. Jika motivasi kita adalah mencari ridha Allah SWT, maka tak ada alasan mahalnya biaya  umroh ke MAKKAH AL MUKARRAMAH di bulan Ramadhan. Khususnya bagi yang sudah mampu, dan bahkan berlebih.

ramadhan

Keunikan lainnya yang dapat kita jumpai di Makkah pada bulan Ramadhan adalah semangat untuk berbagi. Umat Muslim bersemangat untuk memberikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Jika di tanah air, dibanyak masjid hanya memberikan takjil (makanan cepat untuk berbuka), yang berupa makanan ringan atau sekedar minuman manis, kolak, kurma, dan semisalnya. Di Masjidil Haram Makkah, takjil bisa berupa beragam menu makanan ringan dan makan berat.

Makanan tersebut dengan lauk daging,ayam,dan lengkap bersama sayurnya, ala makanan khas Arab dan Timur Tengah. Menariknya lagi, sejumlah kawasan Masjidil Haram pada bulan Ramadhan, mendadak menjadi kaveling-kaveling untuk menandakan area berbuka para jamaah Masjidil Haram. Para pemilik kaveling itu sudah menyiapkan segalanya untuk berbuka puasa bagi jemaah.

Tidak hanya itu, bahkan mereka sudah menyiapkan ‘resepsionis’ yang menjemput dan mencari orang –orang yang hendak berbuka di tempat pemilik kaveling itu. Jelasnya, mereka saling bersaing mendapatkan jemaah yang berkenan berbuka puasa di tempat makan yang sudah disediakan.

Fenomena menarik dan unik seperti di Makkah juga dapat kita jumpai di MADINAH, di Masjid Nabawi. Ramadhan di Masjid Nabawi menjadi suasana yang tak kalah menariknya bagi para umat Muslim pendatang, termasuk umat Muslim dari Indonesia.

Semangat berbagi dan memberi yang unik dan menarik itulah yang pantas diteladani di negara kita. Masjid – masjid yang sudah makmur dan ramai pengunjung harus menyediakan takjil berbuka dan sekaligus makan besar alaa Indonesia.

Sebagaimana layaknya orang makan. Para orang kaya negeri kita pun bisa meniru kedermawanan orang Muslim di Makkah. Dalam hal memberikan makanan berbuka di masjid maupun rumah – rumah mereka.

Keyakinan terhadap sabda Rasulullah berikut ini, sepertinya harus selalu direvitalisasi, sehingga sabda ini pun dapat teraplikasikan dalam kehidupan di tengah masyarakat kita. Rasulullah bersabda :

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.(HR. At-Tirmidzi, ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Subhanallah, kemurahan manusia untuk berbagi, akan dibalas dengan kemurahan dari AllaH SWT berupa pahala yang lebih besar. Sebagaimana pahala orang yang memberi makan orang yang  puasa tidak mengurangi pahala orang yang puasa. maka takjil yang diberikan untuk berbagi dengan sesama Muslim lainnya, tidaklah mengurangi harta kekayaan orang yang ikhlas memberikan takjil.

 

Ramadhan
Be Sociable, Share!