(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Miqat dari segi harfiah (bahasa) memiliki arti “batas”. Miqat berarti  garis demarkasi atau garis pembatas antara mana yang boleh dan yang tidak bagi jamaah haji dan umroh.

miqat

Ada yang mengartikan sebagai perintah mulai dan berhenti. Beberapa sumber menyatakan sebagai batas kapan dimulai berihram. Dilalui garis batas dengan melafadzkan niat dan tujuan dalam melintasi perbatasan antara Tanah halal dengan Tanah haram.

Sewaktu memasuki tanah haram itulah semua jamaah haji dan umroh haruslah mengenakan seragam khusus yang disebut sebagai “ihram” dan mulai mengetuk pintu perbatasan dimana penjaganya adalah para penghuni surga.  “salam” yang harus di lafadzkan para jamaah haji dan jamaah umroh  saat melawati garis batas ini dengan melafadzkan kalimat talbiah dalam balutan seragam kebanggaan umat muslim sedunia yang disebut sebagai pakaian ihram.

Miqat yang diawali dengan memakai baju ihram. Ia wajib dilaksanakan sebelum melintasi perbatasan yang dimaksud yang umroh terdiri dari :

  1. Miqat zamani

Merupakan batas yang  ditentukan oleh waktu. Yaitu mana waktu yang boleh dan tidak boleh beribadah haji dan umroh kecuali bila dilakukan di dalam miqat zamani (miqat waktu) tersebut.  Bagi jamaah haji, miqat zamani dimulai pada bulan Syawal hingga terbitnya matahari fajar tanggal 10 Dzulhijah yaitu manakala prosesi ibadah haji dilaksanakan.

Dan Bagi jamaah umroh, waktunya dapat dimulai sepanjang tahun hijriyah berjalan dan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dimana  ibadah umroh dapat dilaksanakan. Melalui Firman NYA  dalam QS Al Baqarah (2) ayat 197 Allah SWT  menjelaskan

 

  1. Miqat Makani

Miqat Makani adalah tempat perbatasan dimana jamaah haji dan umroh mulai memakai pakaian ihram. Di tempat ini mulai melafadzkan niat untuk menunaikan ibadah haji maupun umroh.  Miqat Makani Terdiri atas 6 (enam) tempat, sesuai dengan arah asal ataupun jurusan dari mana jamaah haji dan umroh datang.  Masing-masing penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Masjid Dzulhulaifah, atau yang biasa disebut Abyar’Ali maupun Bir’Ali.
    Tempat (masjid) ini tempat perbatasan (miqat) makani bagi calon jamaah haji dan umroh yang datang dari penjuru Madinah. Jarak antara Masjid Dzulhulaifah  ini dengan Masjid Nabawi sekitar 12 kilometer, dan dari Masjidil Haram Mekah sekira 9 rnarhalah atau berjarak 450 km. Masjid ini sangat populer dan banyak digunakan oleh jamaah PROMO UMROH MURAH LANDING MADINAH maupun jamaah HAJI KHUSUS Indonesia  gelombang pertama.
  2. Aljuhfah, (sebelumnya Mahya’ah, sekarang Rabigh), merupakan sebuah tempat jurusan Madinah juga, atau tepatnya Arab Saudi bagian utara. Tempat ini dijadikan tempat miqat makani bagi jama’ah haji yang datang dari arah Arab Saudi bagian utara serta negara-negara Afrika Utara dan Barat, dan penduduk dari negeri Syam (Libanon, Jordania, Syiria, serta Palestina).  Aljuhfah dipergunakan bila dalam perjalanan haji dan umroh, calon jamaah maupun penduduk yang melalui rute tersebut tidak melalui Kota Madinah Al Munawarah. Karena jika jamaah melewati Madinah maka miqatnya adalah tetap di Dzulhulayfah atau Bir Ali. Tempat ini jarang dipergunakan oleh jamaah haji dan umroh dari Indonesia.  Jarak Al Juhfah ke dengan kota Mekah sekitar 204 km.miqat
  3. Yulamlam, merupakan sebuah pegunungan yang terletak di sebelah selatan kota Mekah Al Mukarramah. Sebagian Ulama mengharuskan jamaah haji dan umroh yang datang dari arah Yaman, India, India, termasuk negara Asia Tenggara. Seperti Malaysia dan Indonesia mengambil miqat makani di Yulamlam. Jarak dari Yulamlam dengan Mekkah sekitar 94 km.

Dengan tekhnologi di dalam pesawat terbang  terkini dalam PENERBANGAN UMROH  dan haji miqat ini sudah dapat diketahui para jamaah melalui TV in flight entertainment,  namun memang agak merepotkan untuk berganti pakaian ihram untuk ratusan penumpang pesawat pada satu titik yang telah ditentukan secara bersamaan. Sehingga  melalui fatwa MUI tertanggal 29 Maret 1980 dan 19 September 1981 membolehkan jamaah dari Indonesia  memulai nya di Bandara King Abdul Azis, Jeddah. Fatwa MUI seperti yang dikutip dalam Website NU ini sesuai dengan ajaran Imam Ibnu Hajar Al haitamy.

  1. Qarnulmanazil, sebuah gunung di terletak di sebelah timur kota Mekah Al Mukarramah. Tempat ini juga sebagai miqat makani bagi jamaah haji yang datang dari penjuru Najed. Jarak Qarnulmanazil dengan kota Mekah sekira 94 km. Tempat juga ini tidak biasa dipergunakan oleh jamaah haji dan umroh dari Indonesia
  2. Dzatu’Irqin, sebuah miqat makani yang terletak di sebelah timur Mekah. Tempat ini menjadi batas bagi jamaah haji dan umroh yang datang dari Iraq. Jarak Dzatu’Irqin dengan Mekah sekitar 94 km.miqat 4
  3. Bagi mereka yang tinggal ataupun jamaah yang telah menetap di Mekkah Al Mukarramah, tempat untuk miqat makani untuk ihram haji adalah di Mekkah itu sendiri (rumah ataupun pemondokan/Maktab). Sedangkan untuk melaksanakan ibadah umroh dia wajib keluar dari tanah haram ke tanah halal.  Yang biasanya di laksanakan di Ji’ranah, Tan’im maupun Hudaibiyah.

 

Miqat,
umroh murah syakira wisata
Be Sociable, Share!