(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Kiswah, mungkin bagi sebagian Muslim sering mendengar istilah tersebut. Kiswah adalah kain penutup Ka’bah. Jika dilihat dari luar kelihatan berwarna hitam dengan rajutan benang emas. Potongan kain penutup ka’bah ini juga yang menjadi hadiah saat kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud di Indonesia.

kiswah

Menurut penuturan seorang pejabat Saudi pada kabar harian al-Wasath, pembuatan Kiswah KA’BAH membutuhkan sekitar 120 kilogram kawat emas yang biayanya mencapai 20 juta riyal Saudi atau sekitar 70 milyar Rupiah. Selain itu, lebih dari 700 kilogram sutra murni digunakan dalam pembuatan kain penutup Ka’bah ini.

Kain penutup ka’bah ini sendiri diproduksi sejak tahun 1931 di sebuah pabrik dan dilakukan dengan cara modern, menggunakan mesin tenun modern dengan memperkerjakan sekitar 240 perajin, di area pabrik seluas 10 hektar. Dalam pabrik itulah, Kiswah dibuat secara massal. Semua tindakan mulai perencanaan, pembuatan gambar prototype kaligrafi, pencucian berkilo emas murni dan perak, hingga pemintalan kaligrafi dan terakhir rangkaian penjahitan.

Sedikit kilas balik tentang sejarah kain penutup ka’bah dapat kita temukan dalam perkataan Ibnu Juraij yang berkata,”Sebagian ulama kita ada yang menyangka bahwa yang pertama memakaian Kiswah atau kain penutup untuk Ka’bah adalah Nabi Ismail. Sementara diriwayatkan,Adnan bin Ad, kakek jauh Rasulullah SAW,adalah orang pertama yang memakaikan kain penutup untuk Ka’bah. Kebanyakan riwayat menyebutkan nama Tabi al-Himyari Raja Yaman kala itu. Dialah  orang pertama yang menutupi Ka’bah dengan kain.Dia pula orang yang pertama membuat pintu dan kunci untuk Ka’bah. Pada zaman-zaman berikutnya, orang-orang zaman jahiliyah menganggap bahwa kain penutup ka’bah adalah sebuah kewajiban dalam agama.”

Rasulullah SAW diawal masa dakwahnya di MAKKAH tidak terlibat dalam pemberian kain penutup pada Ka’bah, karena orang-orang kafir Makkah waktu itu tidak pernah mengizinkan Beliau. Rasulullah SAW secara langsung terlibat dalam pemasangan kain penutup Ka’bah sewaktu kota Makkah dimana terdapat MASJIDIL HARAM di dalamnya sudah ditaklukkan.

Pada masa Beliau, Kiswah Ka’bah tidak diganti setiap tahun seperti sekarang. Konon Kain penutup Ka’bah tidak diganti, sampai kemudian terbakar. Ada seorang perempuan yang membakar wewangian di sekitar  Ka’bah dan tanpa sengaja membakar Kiswah Ka’bah.

Setelah kejadian itu, Rasulullah SAW memberikan kain penutup ka’bah yang didatangkan dari tanah Yaman. Hal ini kemudian diikuti oleh para Khulafaurrasyidin yang memberikan kain penutup ka’bah dari negara Mesir dan juga Yaman. Utsman bin affan adalah orang pertama yang memberikan kain penutup ka’bah untuk Ka’bah rangkap dua. Seperti juga sekarang, kain penutup ka’bah bagian dalamnya berwarna putih, dan kain penutup ka’bah bagian luarnya berwarna hitam.

Warna hitam sebenarnya bukanlah satu-satunya warna yang pernah digunakan untuk warna kain Kiswah Ka’bah seperti kita lihat sekarang. Imam al-Azraqi menceritakan bahwa pada masa Khalifah al- Makmun, pada masa Khilafah Abbasiyah, Ka’bah pernah dipakaikan kain penutup bermawrna merah  yang terbuat dari sutera asli. Ini dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijah. Dan pada tanggal 27 Ramadhan, kain penutup nya diganti dengan kain berwarna putih. Pemilihan warna putih ini dilakukan setelah meminta pendapat dan bermusyawarah tentang sebaik – baik warna.

Pada zaman sekarang, Kiswah Ka’bah ini setiap tahunya diganti dengan yang baru. Adapun kain penutup ka’bah lama biasanya dibagikan kepada jemaah haji, atau negara – negara muslim lainnya, termasuk Indonesia. Orang yang pertama kali membagikan kain penutup ka’bah kepada jemaah haji adalah Umar bin Khathab. Sementara Aisyah berpendapat agar kain penutup ka’bah itu dijual dan hasilnya disedekahkan di jalan Allah SWT.

kiswah

Dizaman sekarang, kain Kiswah ini menjadi barang yag begitu mewah, hingga ada yang rela merogoh kantong dalam-dalam demi mendapatkan sepotong kain penutup ka’bah yang hanya seukuran sapu tangan. Jika hal ini unik dan menarik, maka sesungguhnya itu hanyalah salah satu dari keajaiban – keajaiban Ka’bah.

Kiswah
Be Sociable, Share!