Kesempatan Menyambut Panggilan Haji

Haji adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan beberapa amalan tertentu seperti thawaf, sai, wukuf dan amalan lainnya, baik itu merupakan syarat, rukun, wajib, atau sunnah haji pada masa tertentu demi untuk memenuhi panggilan haji langsung dari  Allah SWT.

Menunaikan ibadah haji adalah panggilan. Panggilan haji ini sudah dikumandangkan dalam seruan Al Qur’an dan Al Hadist untuk seluruh mukminin dan mukminat, walaupun tidak semua orang memeliki kesempatan menyambut seruan ini. Karena dalam pelaksanaan haji ada syarat lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu syarat istitaah atau memiliki kemampuan.

Haji merupakan ibadah khusus yang memerlukan persyaratan mampu, yaitu kecukupan materi, kesehatan (jasmani dan rohani), dan keadaan aman. Tidak terbilang orang – orang kaya yang secara fisik sehat dan membiayai perjalanannya, namun belum tergerak hatinya untuk berangkat haji, bahkan hingga ajal menjemputnya.

panggilan haji

Sering kita mendengar ribuan orang yang secara ekonomi hidupnya pas-pasan namun sudah bisa menunaikan ibadah haji. Ia sudah merencanakan perjalanan haji nan suci ini jauh – jauh hari saat belum memiliki rumah atau kendaraan bermotor sekalipun. Saat ini animo masyarakat untuk menjalankan ibadah haji yang sangat besar, niat dalam hati saja tidaklah cukup. Harus dibarengi dengan tindakan menyisihkan dana minimal 25 juta rupiah untuk medaftar di bank – bank yang menerima setoran BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji).

Orang – orang yang yang berani mengambil tindakan menyisihkan dana segitu besar dan sabar menunggu puluhan tahun adalah orang – orang terpilih. Ukuran terpilih adalah mereka yang memiliki iman dan kemantapan hati. Perjalanan haji merupakan panggilan hati yang tidak dimiliki oleh setiap orang.

Sesungguhnya kesempatan – yang terkadang diistilahkan dengan panggilan – merupakan perpaduan antara tekad dan rahmat. Tekad adalah niat disertai upaya sungguh – sungguh, sedangkan rahmat adalah ketentuan Allah (yang boleh jadi merupakan jawaban atas upaya yang dilakukan oleh Hamba NYA). Rahmat merupakan otoritas Allah, adapun manusia hanya bisa mengoptimalkan upaya agar dapat meraihnya

Dalam meraih rahmat Allah inilah terkadang manusia dihinggapi lemah tekad. Bisa karena kesibukan kerja atau merasa tidak siap mental dalam menyambut Panggilan Haji.

Kesibukan kerja biasanya dialami oleh mereka yang memiliki jabatan tertentu. Hal ini sebenarnya dapat disiasati dengan mengikuti program haji non reguler seperti PAKET HAJI KHUSUS. Akan halnya perasaan tidak siap mental bisa menghinggapi siapa saja, orang biasa sampai pejabat. Orang awam hingga ilmuwan, dan therapinya hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan siap dan pasrah.

 

Panggilan Haji
Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!