(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Si Kota Tenda adalah julukan dari kota Mina. Karena terdapatnya ribuan tenda di hamparan padang pasir ini. Ribuan tenda ini tetap berdiri secara permanen meskipun sedang bukan dalam musim haji, maka dari itulah orang menyebutnya dengan Kota Mina si Kota Tenda.

Mina adalah  merupakan kota kecil yang berjarak 8 kilometer ke arah timur dari Kota Suci Makkah.  Tak mengherankan jika banya Maktab Jamaah haji Indonesia banyak yang terdapat di areal dekat sini.

Terletak bagian Timur kota suci Makkah, Kota kecil yang memiliki luas 20 kilometer persegi ini dikenal dengan julukan si kota tenda. Hampir setiap penjuru kota kecil ini dipenuhi ribuan tenda jamaah haji yang akan melontar jumrah.

Tak mengherankan memang, karena di kota ini terdapat banyak sekali tenda yang tersusun sangat rapi. Menurut data kementrian Arab Saudi, Tenda yang berdiri di kota mina sekitar 450.000 tenda yang tahan terhadap api.

Tenda-tenda yang berada di mina terbuat dari fiberglass dilapisi dengan serat telflon. Tenda yang tahan terhadap api ini di bangun secara permanen sejak kejadian pada peristiwa kebakaran pada tahun 1997 yang menewaskan sekitad sedikitnya 350 para jamaah haji.

Saking penuh nya kota ini dalam menampung jutaan jamaah haji, maka pemerintah Arab Saudi melakukan pemekaran atas kota ini. Area pemekaran ini disebut dengan “Mina Jadid” yang berarti Mina Baru.

Menurut Mentri Agama RI, jarak antara Mina Jadid dengan tempat melempar jumrah sangatlah jauh, hingga mencapai 7 km yang harus ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu Mabit atau bermalam di Mina Jadid Sampai saat ini masih mengandung perdebatan pro – dan kontra secara Syar’i.

Upaya Pemerintahan Arab Saudi terhadap Kota Mina si Kota Tenda

Upaya Pemerintahan Arab Saudi dengan terus memperluas area tenda nampaknya masih belum dapat menampung jutaan jamaah haji. Mulai pembangunan system tenda bertingkat hingga Mina Jadid untuk bisa menampung jamaah yang sedang melakukan haji pada tahun-tahun kedepan. Terang saja, disetiap musim haji berkisar antara dua sampai tiga juta jamaah haji membanjiri kota mina dari segala kota di penjuru dunia.

Langkah awal yang di lakukan Pemerintah Arab Saudi yaitu dengan memindahkan banyak bangunan public  milik pemerintah yang berlokasi di wilayah itu. Jika di pindahkan maka bisa untuk menambhkan tenda bagi para jmaah haji yang datang ke kota Mina. Tahap pertama pembanggunan lokasi basru yang luas lahanya berkisar hingga satu juta meter persegi.

Ribuan Tenda tertata rapi di kota Mina dan terbagi menjadi beberapa blok, yang  setiap bloknya di batsi olaeh dinding yang saling terhubung satu sama lain. Di setiap blok memiliki fasilitas  antara lain berupa dapur, kamar mandi, dan tempat wudhu. Block tenda juga memiliki kode warna dan nomor untuk mengidentifikasi Negara  asalnya.

Cerita Nabi Ibrahim yang merupakan sisi lain dari Kota Mina si kota Tenda

Kota Mina si Kota Tenda adalah daerah yang sangat bersejarah  bagi Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS diajarkan melaksanakan haji oleh Ibrahim. Ketika Nabi Ibrahim As menyelesaikan bangunan Baitul Haram, Jibril datang dan berkata “ Tawaflah di sekelilingnya dengan sebanyak 30 kali putaran. Keduanya menyentuh pada seluruh rukun di sudut Ka’bah)setiap kali putaran.

Setelah selesai dari mengelilingi tujuh kali putaran, dilanjutkan mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu Jibril bangkit bersama Ibrahim. Jibril memperlihatkan kepada Ibrahim cara manasik haji dengan cara keseluruhan,Mulai meliputi Shafa, Marwa, Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Ketika Ibrahim memasuki mina dan turun dari Bukit Aqabah, tiba-tiba iblis menampakan dirinya disisi jumrah Aqabah. Jibril berkata “ Lemparilah dia “ kemudian, Ibrahim melempari dengan kerikil sebanyak tujuh butir, iblis itupun menghilang.

Iblis menampakan dirinya kembali di Jumrah Ula. Jibril Berkta “Lemparilah dia!”,Ibrahim melempari dengan tujuh buah kerikil dengan besar kerikil yang lazim untuk di gunakan melempar jumrah dan iblis hilang. Ibrahim melanjutkan lagi ibadahnya.

Jibril menghentikan Ibrahim di atas mawaqif (tempat wukuf) dan mrngajari tata cara manasik haji hinga sampai  di Arafah. Sesampai di Arafah Jibril bertanya kepada Ibrahim,” Sudah kah engkau mengerti mengenai manasik hajimu?” Ibrahim menjawab, “Ya, aku tahu” Tempat itu di sebut Arafah karena Perkataan jibril, “Arafta manasikaka?.”

Kemudian Ibrahim naik ke maqam dan maqam itu naik terus bersamanya hingga menjadi gunung yang tertinggi. Dan bumi pada waktu itu  mengumpulkan lembah, daratan , lautan, manusia , dan jin sehingga Ibrahim dapat menyerukan kepada seluruh manusia.