(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Di sela waktu melaksanakan ibadah umroh dan haji khusus, seringkali para jamaah memanfaatkan waktu untuk mengunjungi tempat bersejarah di Saudi Arabia. Salah satu tempat bersejarah tersebut adalah Mada’in Saleh. Secara geografis  Mada’in Saleh terletak di 400 km barat laut Madinah, dan 500 km ke arah tenggara dari Petra, Yordania

madain saleh

Mada’in Saleh ialah sebuah situs arkeologi dunia Peninggalan Zaman Nabi Saleh AS yang terletak di sekitar Al-`Ula, Provinsi Madinah di distrik Hijaz, Arab Saudi. Situs ini didominasi oleh peninggalan Kerajaan Nabatea dari abad ke-1 Masehi. Mada’in Saleh adalahkota Nabatea yang terletak di sebelah selatan serta kota terbesarnya yang kedua sesudah ibukota kerajaan, Petra.

Sisa-sisa dari Bangsa Lihyan serta Romawi pun dapat ditemukan di penginggalan ini. Mada’in Saleh ialah kota kuno yang dihuni oleh kaum Tsamud pada masa Nabi Saleh AS.  Kota tersebut telah menjadi  saksi bisu sejarah kemegahan peradaban insan melalui ukiran dan pahatan pada gunung-gunung berbatu, yang lantas ditimpa adzab Allah SWT, sampai akhirnya hancur lebur.

Dalam al-Qur’an kota dimana Mada’in Saleh terletak ini dinamakan dengan kalimat al-Hijr, yang dengan kata lain bukit berbatu. Terdapat pada surat al-Qur’an yang ke 15. Al-Qur’an telah tidak sedikit mengisahkan pula kisah tentang kaum Tsamud, dimana Nabi Saleh berasal dan diutus Allah SWT guna memperbaiki aqidah kaum tersebut

Kaum Tsamud ialah kaum yang berkuasa sesudah kaum ‘Ad, (kaum Nabi Nuh as). Mereka mahir dan rajin memahat bukit guna dijadikan lokasi tempat tinggal. bukit yang notabenenya ialah batu dan pasir di tengah gurun pasir yang luas. Di samping itu, Mada’in Saleh kota nya terbilang aman, ada sumber mata air dan tidak sedikit perkebunan dan pepohonan layaknya kurma. Mayoritas kaum Tsamud ialah pengukir dan pemahat bukit berbatu yang mahir.

madain saleh petra

Ukiran dan pahatan mereka tetap dapat didatangi hingga sekarang ini. Begitu telitinya arsitektur yang mereka pahat sampai berbentuk teramat simetris. Sungguh sebuah tekhnologi yang canggih pada zaman nya. Sistem tata udara dan cahaya pada gunung berbatu tersebut pun teramat unik, layaknya bulatan-bulatan pada sarang lebah. Namun, dengan segala keunggulan yang dipunyai kaum Tsamud, mereka menjadi hamba yang kufur nikmat. Mereka tidak menyembah Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT). Mereka menyembah berhala, api, matahari dan apa saja yang menurut keyakinan dari ajaran mereka mendatangkan kehidupan. 

Di kalangan kaum Tsamud tersebutlah seorang remaja mempunyai nama Saleh. Ia ialah pengikut ajaran Nabi Nuh AS dan Nabi Hud AS. Singkat cerita, Allah SWT mengutus Nabi Saleh AS, untuk kaum Tsamud supaya mereka bangsa Tsamud menyembah-Nya. Dzat yang mesti disembah, sebenar-benarnya Tuhan yang telah mengaruniakan segala keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan mereka, tetapi seruan itu mereka tolak mentah-mentah.

Mereka mendakwa Nabi Saleh AS berbohong, puncaknya mereka meminta bukti kenabian. “Hai Saleh, bila kamu memang seorang nabi utusan Allah, apa buktinya?” tanya mereka.

“Jika memang itu  yang kalian minta, Aku bakal memohon mukjizat Allah. Namun, kalian mesti berjanji bakal taat mengakui dan mematuhi ajaran ku untuk bertaqwa Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa” kata Nabi Saleh.

“Kami berjanji akan mengikuti apa yang Kau  ajarkan,” kata mereka.

Nabi Saleh mendapat tuntunan Allah untuk membawa kaumnya ke sebuah gunung. Sesampainya di lokasi yang dituju Nabi Saleh berkata,”Wahai kaumku, kalian nanti akan menyaksikan seekor unta betina muncul  dari atas puncak gunung. Setelah itu, kalian mesti taat kepadaku sebagaimana yang kalian janjikan.”

Mereka menunggu munculnya unta yang dijanjikan Nabi Saleh AS. Tiba-tiba terdengarlah suara menggelegar yang berasal dari bebatuan terbelah. Bersamaan dengan tersebut keluarlah seekor unta betina yang cantik.

“Wahai kaumku, tidak seorang juga dapat membuat unta betina tersebut kecuali Allah. Biarkanlah unta tersebut untuk bersantap dan minum dari sumur kalian. Jika kalian tega mengganggunya lagipula menyembelihnya, Allah bakal menurunkan siksanya untuk kalian,” kata Nabi Saleh AS.

madain shaleh petra

Namun, beberapa kaumnya justeru ingkar dan serta merta membunuhnya, sebab tidak ingin kaum tersebut mempercayai dan mereka mengingkari ajaran Nabi Saleh AS. Mereka menganggap bahwa peristiwa yang baru saja dilihat dengan keluarnya unta dari celah batu itu semata – mata hanya kelihaian sihir yang dilakukan Nabi Saleh AS.

Akhirnya Allah Swt menurunkan adzab untuk mereka dengan hujan batu, halilintar disertai gempa bumi yang dahsyat sampai mereka seluruh nya binasa. Wallahu a’lam..

Sekarang, para jamaah umroh dan haji yang mengunjungi kota Petra di 400 km barat laut Madinah masih dapat menyaksikan puing – puing kemegahan ukiran dan pahatan kaum Tsamud yang masih berdiri tegak diantara gurun pasir di Mada’in Saleh.

Kota ini sebelumnya bak kota mati, tidak berpenghuni, tidak banyak dikunjungi wisatawan maupun penduduk yang menempati. Kini banyak wisatawan asing yang hendak mengetahui secara langsung bukti sejarah peradaban insan yang tertera dalam al-Qur’an.

madain saleh tsamud

Pada tahun 2008, UNESCO salah satu lembaga PBB yang khusus mengurusi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan memasukkan kota ini dalam susunan Situs Warisan Dunia dan adalah Situs Warisan Dunia Pertama di Saudi Arabia. Kini Mada’in Saleh Bisa menjadi salah satu tujuan wisata bagi jamaah umroh yang berziarah di kota Madinah Saudi Arabia. Tentu saja Tanpa mengesampingkan tujuan utama beribadah umroh dan haji  mesti sebagai tujuan ibadah yang utama tentunya.

Selamat Datang di Syakira Wisata

 

 

tag : Mada’in Saleh
Be Sociable, Share!