(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Ada orang ketika ditanya mengapa Anda tidak menunaikan haji dan umroh??? Mereka menjawab “kami belum dapat panggilan…” padahal ALLAH sudah memanggil dia.. lihatlah QS Al Hajj ayat 27 :

1. Mengapa Tidak Berhaji

Menghayati makna ayat diatas, haji dan umroh merupakan kongres besar dan pertemuan orang muslim dari seluruh penjuru dunia. Mereka mengumandangkan kebesaran asma’ Allah secara serempak dan disiplin. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, tidak memandang suku, ras, jabatan, dan semuanya dirangkum dalam balutan kain ihram. Inilah “fotocopy” padang mahsyar.

Jika makna haji dan umroh dihayati secara akal sehat, ternyata kita kecil di hadapan Allah, rezeki yang Allah  berikan dan dianugrahkan kepada kita, sehingga kita bisa bertemu langsung dengan berbagai suku bangsa disana untuk mensyukurinya. Belum lagi kita dapat menyaksikan bukti nyata dari cerita sejarah yang terdapat dalam Alqur’an.

2. Mengapa Tidak Berhaji

Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah, apabila mereka memohon kepada Allah niscaya Dia akan mengabulkannya dan bila mereka meminta ampun, niscaya Dia akan mengampuninya”. (HR Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Segala sesuatu tergantung dari niatnya. Ada orang yang memiliki harta dan kesempatan untuk namun tidak berniat secara sungguh – sunguh, sampai meninggal pun dia belum menunaikan ibadah haji dan umroh, harta tidak dapat memuliakan dirinya. Namun ada orang yang hanya memiliki niat dan bersungguh – sungguh, Insya Allah, Allah akan memudahkan jalannya menuju Baitullah. Ingatlah Allah juga bersabda dalam Firman NYA surat At Taubah

dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amel saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. At-Taubah:121)

3. Mengapa Tidak Berhaji

Rasul juga bersabda

“Dana haji sama dengan biaya untuk perang di jalan Allah, satu dirham menjadi tujuh ratus lipat ganda.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Baihaqi dengan sanad yang baik)

Be Sociable, Share!