Menapaki Jejak Rasulullah di Gua Hira

Jika ingin mengunjungi Gua Hira maka Anda harus berkendara sejauh 5 km dari kota Mekah ke arah utara. Gua kecil ini berada di kawasan Jabal Nur yang keseluruhan wilayahnya terdiri dari perpaduan antara bukit, gunung dan jurang serta batu-batu besar.

Jabal Nur sendiri bisa diartikan sebagai gunung bercahaya. Bukan cahaya secara denotasi, atau cahaya dalam arti di terangi oleh lampu ribuan Watt. Namun penamaan jabal Nur merepresentasikan wahyu Allah yang turun.

Dulunya, gua sempit yang hanya cukup bagi dua orang dewasa untuk shalat ini adalah tempat kesukaan Nabi Muhammad SAW untuk menyepi dan menenangkan diri. Gua ini berlokasi tepat di belakang dua batu besar. Perjalanan menuju puncak gua ini juga cukup sulit karena kondisi jalannya yang berupa bebatuan, hingga harus menempuh waktu sekitar dua jam untuk mendaki.

Pentingnya Gua Hira Bagi Sejarah Keislaman

Tempat Turunnya Wahyu

Di gua ini, Nabi Muhammad SAW sering bertafakur. Beliau berjalan untuk bisa sampai ke dalam gua dengan membawa bekal secukupnya. Rasulullah sering melakukan ibadah malam di gua ini sampai suatu malam pada  17 Ramadhan 41 H ( 6 Agustus 610 Masehi menurut beberapa ahli sejarah datanglah Malaikat Jibril AS),  mewartakan wahyu pertama surat AL Alaq ayat 1 sd 5. 

Itulah mengapa Gua Hira adalah salah satu tempat bersejarah yang sangat penting. Gua dengan panjang kedalaman sekitar 3 meter dengan lebar 1,5 m ini setiap tahunnya dikunjungi jutaan umat muslim yang ingin napak tilas jejak Rasulullah di sini. Namun karena medannya yang sangat terjal dengan sudut kemiringan yang cukup tajam, maka untuk mendaki gunung ini harus memiliki stamina yang benar-benar prima.

Butuh waktu sekitar  satu jam dari kaki Jabal Nur untuk sampai ke puncak. Kemudian Anda harus turun sekitar empat meter untuk bisa mencapai mulut gua. Setelah sampai di sana, Anda harus mengantri terlebih dahulu karena banyaknya orang yang juga memiliki tujuan sama dengan Anda, untuk masuk ke dalam gua.

Antrian Panjang

Tempat ini memang menjadi tempat favorit bagi setiap jemaah yang melakukan ibadah umroh mau pun memang berniat berwisata ke tanah suci dalam rangakaian ibadah haji, untuk itulah antrian masuk untuk bisa mencapai ke dalam gua sangat panjang. Minimal tiga puluh menit antrian untuk bisa masuk ke dalam gua.

Bagi Anda yang belum bisa masuk ke dalam gua dan masih mengantri di atas puncak Jabal Nur, jangan terburu-buru untuk meninggalkan tempat tersebut. Nikmatilah pemandangan indah kota Mekah dari puncak. Anda juga dapat melihat kemegahan Masjidil Haram dari sana. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Setelah berada di dalam Gua Hira, biasanya setiap jamaah langsung melaksanakan shalat sunah mutlak 2 rakaat. Keadaan gua yang sempit serta gelap tidak mengurangi antusias para jamaah yang berkunjung ke tempat ini. Malahan kesan sunyi dan terpencil ini menciptakan suasana yang lebih khusyuk. Mereka mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh Rasulullah di Gua Hira.

Mendaki Jabal Nur dan shalat di dalam gua merupakan pengalaman spiritual yang tidak akan terlupakan. Setiap orang pasti mempunyai pengalaman tersendiri setelah melakukan perjalanan dari gua ini. Untuk itulah setiap tahun pengunjung yang datang ke tempat ini tidak pernah berkurang.

Meskipun bukan termasuk dalam wajib maupun sunnah umroh dan haji, namun Gua Hira juga menjadi bagian dalam paket biro umroh mau pun tour wisata muslim yang banyak diadakan oleh agen perjalanan. Jika Anda berkeinginan untuk mengunjungi situs sejarah ini, Anda bisa bergabung dengan Syakira Wisata bersama puluhan jamaah lainnya. Anda bisa memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!