Memperkirakan Uang Saku selama Perjalanan Umroh

Memperkirakan Uang saku Selama Pelaksanaan Perjalanan Ibadah Umroh boleh dikata merupakan hal yang gampang – gampang susah, karena masing – masing jamaah memiliki standart dalam menentukan uang saku. Banyak jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh di tanah suci kebingungan Saat memperkirakan uang saku nya saat beribadah umroh ke Baitullah. Banyak para calon jamaah yang salah kaprah, mereka lebih memikirkan dan mempersiapkan masalah uang saku dan berbelanja oleh – oleh dari pada aspek ibadah itu sendiri

1. Uang Saku Umroh

Sebenarnya paket umroh apapun yang diikuti oleh jamaah di www.syakirawisata.com, termasuk PAKET UMROH MURAH , sebenarnya kebutuhan primer para jamaah selama beribadah di tanah suci sudah termasuk dalam paket harga yang ditawarkan. Sebut saja Tiket pesawat sejak dari tanah air hingga sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz Airport Madinah hingga kembali ke tanah air, semua sudah termasuk dalam harga yang ditawarkan. Tak hanya tiket pesawat, namun hotel berbintang, makan prasmanan 3 kali sehari dengan menu Indonesia, hingga transportasi selama ziarah dan city tour semua sudah disediakan oleh biro perjalanan haji dan umroh, sehingga para jamaah cukup membawa uang saku yang tidak terlalu banyak.

Lantas apa guna nya membawa uang saku? Tetap Ada, yakni untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang tidak disediakan oleh hampir semua biro umroh dan haji khusus. Sebut saja (dan mungkin yang paling banyak di pikiran calon jamaah) adalah untuk membeli oleh-oleh. Hampir dapat dipastikan jamaah Indonesia, oleh kalangan pedagang di Saudi terkenal dengan hobi belanjanya. Sepulang dari beribadah umroh kalau tidak membawa oleh-oleh, maka tidak lengkap rasanya. Padahal anggapan ini salah besar.

3. Uang Saku Perjalanan Umroh

Berbagai jenis toko oleh – oleh tersebar di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, hingga Corniche Center Di Balad, Jeddah. Tasbih, minyak wangi, jam tangan, sajadah, beraneka ragam dan bemacam harganya. Jika ingin membeli yang murah hingga dapat menghemat uang saku dalam perjalanan umroh, carilah toko yang memanjang tulisan berlabel “everything 2 riyal” atau “everything 5 riyal”. Harganya relative sama, yakni 2-5 riyal per item. Disana dapat ditemukan berbagai macam barang seperti tasbih, sajadah, mainan anak – anak, kosmetik, hingga parfum. Ada harga ada rupa, demikian rumus dalam kegiatan pedagangan pada umumnya. Jika ingin membeli barang dengan kualitas yang sama, tentu saja harus merogoh kocek uang saku lebih dalam lagi. Ada tasbih seharga 30 riyal (sekitar Rp.105 ribu). Baju gamis pria ataupun abaya wanita mulai 30 hingga 200 riyal (Rp. 105 ribu – 700 ribu), atau barang dengan yang kualitas biasa, seharga 25-40 riyal yang rata – rata diimpor dari Tiongkok.

Oleh-oleh lain yang tak kalah menghabiskan jatah uang saku tentu saja kurma, kacang-kacangan hingga permen coklat. Soal Harga, sangat variatif tergantung jenisnya. Untuk kurma ajwa (kurma Rasul) harga perkilo nya mencapai 125 riyal (sekitar Rp.400 ribu) hingga kurma yang murah sekitar 30 hingga 50 riyal per kilo nya. Bila tidak ingin membeli dalam jumlah banyak, pernjualan dalam kemasan-kemasan kecil pun tersedia.

2. Uang Saku Perjalanan Umroh

Keperluan sekunder lain yang cukup menguras uang saku saat perjalanan umroh adalah pulsa maupun membeli kartu perdana Operator Komunikasi Selama Di Tanah Suci. Dari pengalaman jamaah syakirawisata.com sendiri, memang tak ada salahnya menggunakan kartu operator lokal, sebut saja Mobily, STC, Zain, dll dibanding dengan kartu dari Indonesia. Selain pulsa nya mudah didapat, menggunakan operator lokal saudi konon lebih hemat biaya roaming maupun paket data jika dibandingkan dengan operator tanah air.

Bagi yang ingin Beribadah Umroh Sambil Berwisata Kuliner menikmati sajian makanan lokal khas saudi maupun Timur Tengah pada umumnya, siapkan juga uang saku yang cukup untuk keperluan yang bersifat pribadi itu. Harga yang terjangkau hampir sama dengan masakan di tanah air. Sekali makan yang tidak terlalu mewah harganya sekitar 10 hingga 15 riyal. Teh susu hangat seharga 1 riyal atau kebab dengan harga sekitar 4 riyal boleh jadi merupakan favorit jamaah haji maupun umroh dari Indonesia.

5. Uang Saku Perjalanan Umroh

Finalnya uang saku selama perjalanan umroh sangat bergantung dengan kesukaan maupun kebutuhan calon jamaah untuk sekedar jajan mampun membeli oleh-oleh. Namun “rumus” yang umum dipakai adalah JUMLAH HARI X PERKIRAAN PENGELUARAN PERHARI. Ditambah dengan uang cadangan. Misalkan dengan paket umroh murah 9 hari, dengan jumlah hari efektif 7 hari (4 hari di Mekkah dan 3 hari di Madinah) budget maksimal pengeluaran rata – rata perhari sekitar Rp350 ribu (100 riyal), maka bawa saja sekitar Rp 2 juta. Ditambah cadangan = Rp 1juta. Bila ingin membawa tunai, alangkah lebih baik jika membawa pecahan 100 riyal maupun 100 dollar, untuk sekedar mempersiapkan kebutuhan jajan hari pertama, dan sisanya dapat disimpan di bank dan Memanfaatkan Atm Selama Di Saudi, maupun dengan menukarkannya di money changer yang banyak tersebar di jalan sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pengalaman jamaah syakirawisata.com sendiri, lebih baik membawa pecahan dollar (tanpa menguraangi rasa hormat kita terhadap rupiah) dan menukarkan nya disana sehingga lebih praktis.

Membawa uang saku dalam pecahan dollar saat perjalanan umroh akan sangat terasa apabila pesawat yang kita tumpangi transit di negara ketiga, contoh saja ketika Penerbangan Umroh menggunakan maskapai Qatar Airways, maka dipastikan akan transit di Bandara Hamad International Airport Doha (baca artikel TRANSIT DI BANDARA INTERNASIONAL DOHA DALAM PERJALANAN UMROH DISINI), Dubai, Abu Dhabi, dll. Selain itu nilai tukar mata uang dollar ke riyal juga relatif lebih stabil (1 USD : 3.75 SAR) bila dibandingkan dengan rupiah. Terkadang konversi kurs saat kita mempergunakan ATM selama di saudi juga lebih tinggi dibandingkan dengan ketika kita menukarnya di money changer sekitar Masjid.

4. Uang Saku Perjalanan Umroh

Cukupkah membawa uang saku “hanya” berkisar 3 juta? Itu bergantung pada masing-masing jamaah. Tegas dan tidak mudah tergoda, merupakan kunci utama dalam mempersiapkan uang saku selama perjalanan umroh. Barang maupun makanan apa saja yang mau dibeli, siapa yang akan diberi dan dimana tempat belanja yang tepat, merupakan pertimbangan yang harus dengan cermat diperhitungkan. Kalo mau membawa lebih dari estimasi diatas akan lebih baik untuk berjaga-jaga. Tapi apabila uang saku yang dimiliki kurang dari estimasi diatas, tak perlu khawatir karena untuk keperluan primer selama perjalanan umroh, seluruhnya sudah ditanggung (atau tepatnya sudah termasuk dalam komponen biaya umroh) oleh biro perjalanan umroh. Semoga bermanfaat

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!