Masjid – Masjid Bersejarah di Kota Makkah (Bagian 2)

Setelah pada tulisan sebelumnya berusaha membahas Masjid Jin, Masjid Syajarah, Masjid Kheif dan Masjid Namirah sebagai Masjid – Masjid Bersejarah di Kota Makkah (Baca Artikelnya DISINI) maka lanjutan tulisan kali ini berusaha mengulas serta memberikan sedikit wawasan  mengenai Masjid Tan’im, Masjid Ji’rahan, Masjid Hudaibiyah dan juga Masjid Masyaril Haram yang merupakan masjid bersejarah dan menjadi agenda wajib bagi jamaah Umroh Syakira Wisata dalam kegiatan city tour dan ziarah kota Mekkah. Berikut sedikit ulasan mengenai masjid – masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di kota Makkah, diantaranya adalah :

  1. Masjid Tan’im

Masjid Tan’im adalah salah satu tempat untuk miqat bagi penduduk Makkah dan para mukimin (orang-orang yang bermukim di Makkah). Masjid ini pertama kali didirikan oleh Muhammad  bin Ali As-syafi’ie kemudian dipugar beberapa tahap dan yang terakhir oleh Raja Fahd. Masjid ini merupakan tempat Miqat bagi penduduk tanah haram, letaknya di arah utara kota Mekkah sekitar 6,5 km dan merupakan tempat miqat yang terdekat dari kota Makkah.

Masjid Tan’im juga dikenal dengan nama Masjid Siti Aisyah. Penamaan masjid ini dikarenakan Pada tahun ke-9 Hijriyah sewaktu Rasulullah melaksanakan Haji Wada, Sayyidah Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq sedang udzur atau berhalangan (haid) hingga tidak dapat melaksanakan umrah bersama.

1. Masjid Tan'im

Sebuah riwayat menceritakan bahwa ketika sedang berhalangan, Rasulullah memperbolehkan Sayyidah Aisyah untuk melakukan semua rangkaian manasik, terkecuali thawaf (ifadhah). Jabir meriwayatkan bahwasannya  “Saat telah suci, Aisyah mengatakan kepada Rasulullah SAW. hendak melaksanakan thawaf.” Aisyah berkata, “Anda semua telah mengerjakan umrah dan haji, sedangkan aku (Aisyah) baru melaksnakan ibadah hajinya saja.” Sejenak kemudian  Rasulullah mengutus  Abdurrahman bin Abi Bakar (saudara laki-laki Siti Aisyah) untuk mengantarkan Aisyah keluar dari tanah haram menuju daerah Tan’im dan mengambil miqat guna melaksankan umrah, yang dikerjakan setelah melaksanakan ibadah haji di bulan Dzulhijjah.”

Masjid Tan’im ini sudah beberapa kali direnovasi dari waktu ke waktu. Dari kepemimpinan satu ke kepemimpinan lainya, hingga yang terkahir direnovasi secara besar – besaran pada masa  pemerintahan raja Arab Saudi Malik Fahd bin Abdul Aziz.

  1. Masjid Ji’ranah

Masjid ini terletak di sebelah  Timur laut kota Mekkah dengan jarak sekitar 27 kilo meter  dari kota Makkah. Di tempat yang saat ini berdiri masjid J’ranah Rasulullah beserta pasukan Beliau yang berjumlah kurang lebih 12.000  beristirahat selepas perang Hunain. Di daerah ini Rasulullah beserta para sahabat dan pasukan ber-ihram dan mengambil miqat umrah lalu bersama – sama menuju kota suci Makkah untuk melaksanakan thawaf, sa’i dan tahallul.

2. Masjid Ji'ronah Umroh Murah

Diriwayatkan bahwasannya pada malam Rabu hari ke-12 di akhir bulan Dzulqa’dah Rasulullah kembali ke Ji’ranah untuk niat ihram umrah, sehingga disimpulkan bahwasanya Masjid Ji’ranah merupakan tempat miqat umrah untuk penduduk tanah haram seperti halnya Masjid Tan’im

  1. Masjid Hudaybbiah

Hudaibbiyah merupakan salah satu tempat yang bersejarah di kota Makkah. Di daerah ini pula berlangsung perjanjian Hudaybiah yang sangat terkenal dan bukti kelembutan sifat Rasulullah untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah (simak ulasan mengenai perjanjian Hudaibiyyah DISINI)

Saat ini daerah Hudaibiyah merupakan kawasan padang pasir yang luas dan merupakan kawasan pengembalaan hewan ternak unta dan kambing. Terletak di luar kawasan tanah Haram berjarak 22 km dari Masjidil Haram. Dan dua kilometer dari TAPAL BATAS TANAH HARAM.

3. Masjid Hudaybiyyah

Di tempat inilah terletak masjid tua yang hanya tinggal puing -puingnya saja. Masjid tersebut bersebelahan dengan masjid yang baru yang sering dijadikan tempat miqot umroh oleh para peziarah. Masjid tua yang telah  berusia lebih dari 14 Abad tersebut sebagian dindingnya masih berdiri kokoh. Masjid tua ini sudah tidak mempunyai atap. Semenjak masjid baru di bangun maka mesjid yang bersejarah tersebut tidak dipergunakan lagi bahkan kesannya terlihat terbengkalai tanpa adanya  pemeliharaan dan pemugaran sedikitpun dari pemerintah keraajaan Arab Saudi.

  1. Masjid Masyaril Haram

Masjid ini terletak di Muzdalifah Rasulullah  pernah mendatangi qiblatnya dan berdiam sejenak di masjid tersebut. Muzdalifah terletak antara Mina dan Arafah. Batasnya dari wadi Muhassir sampai Al-Ma’zamain atau dua gunung yang saling berhadapan yang dipisahkan oleh jalan. Muzdalifah ini termasuk masy’aril haram dan tanah suci.

4. Masyaril Haram Umroh Murah

Menurut ibnu umar ra. yang dimaksud dengan Masy’aril haram adalah Muzdalifah seluruhnya. Dikisahkan bahwa Rasulullah saw. ketika melaksanakan haji wada’ beliau menjamak shalat Maghrib & isya’ di Muzdalifah. Hadis riwayat Abu Ayyub ra. Bahwa ia pernah salat Magrib dan Isyak bersama Rasulullah saw di Muzdalifah pada haji wada (HR Muslim).

Sedikit wawasan  mengenai masjid – masjid bersejarah  tersebut semoga bermanfaat. Insya Allah muthawwif syakirawisata akan mengajak jamaah haji dan umroh untuk melihat dan sekaligus menceritakan kisah perjuangan Rasulullah serta para sahabatnya dalam perjalanannya di kota Makkah.  Khusus di Masjid Tan’im, Ji’ranah, dan Hudaybbiah jamaah akan dipandu untuk mengambil miqot dan melaksanakan umroh sunnah

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!