(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Jika saat ini Anda dan keluarga sedang  berziarah ke Madinah, Arab Saudi, sempatkan waktu untuk  berangjangsana ke beberapa masjid bersejarah yang terdapat di kota suci ini. Salah satu masjid bersejarah Bernama Masjid Ijabah, yang memiliki makna dikabulkan. Kisahnya tidak terlepas dari dikabulkan nya do’a dan permintaan Rasulullah di Masjid ini

 

Lokasi Masjid Ijabah

Letaknya tidak terlampau jauh dari pemakaman Baqi, atau apabila hotel atau pemodokan Anda terletak di daerah markaziah, Letak Masjid Ijabah berada sekitar 400 meter pada sisi timur Masjid Nabawi. Cukup nyaman jika ditempuh hanya dengan berjalanan kaki.

Dibandingkan masjid-masjid yang terdapat di kota suci Madinah, masjid ini memiliki ukuran yang tidak terlampau besar. Bercat paduan warna krem dan coklat tua khas padang pasir, masjid ini dilengkapi dengan menara nan tinggi menjulang. Meski letaknya di pinggir jalan raya, persisnya Jalan As-Sittin, Distrik Bani Muawiyah, masjid ini tidak terlalu gampang kelihatan karena nyaris menyatu dengan bangunan toko – toko dan pusat perbelanjaan modern yang terdapat di sekitarnya.

Saat jamaah umroh Syakira Wisata  berangjangsana ke masjid ini, puluhan jamaah umroh yang mayoritas dari Turkey dan Iran baru saja datang. Umumnya mereka berjalan kaki dari hotel dan penginapan  yang memang tersebar di dekat masjid Nabawi hingga Masjid Ijabah. Para Jamaah perempuan langsung menuju tempat shalat khusus perempuan yang terletak di lantai dasar. Tidak seperti umumnya masjid – masjid di Arab Saudi yang menempatkan tempat shalat eksklusif kaum wanita di lantai atas.

Ornamen di dalam masjid Ijabah yang berkarpet merah ini terlihat sangat sederhana. Jemaah yang berangjangsana kebanyakan langsung mendirikan shalat sunah hajat dengan memanjatkan doa khusus sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW. Para Jamaah sangat berkeyakinan doa mereka bakal dikabulkan andai saja mereka melaksanakan shalat hajat dan berdo’a secara khusyu’ di masjid ini. 

Tentu saja terdapat  kisah di balik kepercayaan para jamaah umroh dan haji yang berdoa di masjid yang tadinya bernama Masjid Bani Mu’awiyah ini. Masjid ini adalah saksi begitu besarnya cinta Rasulullah Muhammad SAW kepada kita, umatnya.

Dalam Hadist Shahih Muslim diriwayatkan, Amir bin Sa’dari menuturkan dari ayahnya, bahwa menyaksikan di suatu hari Rasulullah SAW, datang dari Al-Aliyah dan melalui Masjid Bani Mu’awiyah. Rasulullah lantas masuk ke masjid dan shalat dua rakaat. Pada Saat tersebut Rasulullah berdoa teramat lama.

masjid al ijabah madinah interior

 

Kisah 3 Permintaan Rasulullah SAW di Masjid Ijabah Madinah

Usai berdoa, dalam riyawat itu, Rasulullah berkata, “Aku meminta tiga hal untuk dikabulkan Rabb-Ku. Tetapi, Cuma  dua do’a yang  Allah kabulkan, dan satu permohonan tidak diperkenankan oleh Nya. Pertama Aku meminta supaya umatku tidak dilenyapkan dengan paceklik. PermintaanKu dikabulkan oleh Allah SWT. Kedua Aku memohon supaya umatku tidak ditenggelamkan. Permohonanku juga dikabulkan. Dan Ketiga Aku mengharap supaya permusuhan umatku tidak terjadi antar sesama mereka, namun permintaanKu yang ini tidak dikabulkan.”

Sehubungan dengan doa Rasulullah di tempat yang sekarang berdiri Masjid Ijabah ini, Malik meriwayatkan dari Abdullah bin Jabir bin Atik, Beliau mengatakan bahwasanya, “Abdullah bin Umar datang untuk kami di Bani Muawiyah—salah satu desa kaum Anshar—dan bertanya, ‘Apakah kalian tahu di mana dulu Rasulullah SAW shalat di masjid kalian ini?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Lalu aku menunjuk ke satu arah.

Dia pulang bertanya,‘Apakah anda tahu tiga urusan yang diminta oleh Rasulullah SAW?’ Aku menjawab, ‘Ya, aku tahu. Beliau berkata, ‘Beri tahu aku tiga permohonan itu!’ Aku berkata, ‘Rasulullah SAW berdoa supaya tidak diungguli oleh musuh dari kelompok orang kafir. Dan supaya tidak dilenyapkan dengan paceklik. Keduanya dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW pun berdoa supaya permusuhan umatnya tidak terjadi antar sesama mereka. Tetapi, permohonan ini tidak dikabulkan.’ Ibnu Umar berkata, ‘Engkau benar. Sehingga peperangan, fitnah, dan bentrokan terus dilangsungkan hingga Hari Kiamat nanti.”

masjid al ijabah madinah dari atas

Seperti lazimnya masjid-masjid di Madinah, masjid Ijabah yang sekarang berdiri telah mengalami beberapa kali direnovasi dan perubahan. Terakhir dilaksanakan oleh Raja Fahd bin Abdul Azis pada 1418 H / 1977 Masehi. Masjid Ijabah mempunyai luas 1.000 meter persegi.

Dari luas itu, 100 meter persegi atau 10 X 10 meter dilokasikan guna jamaah perempuan yang terletak di sisi bagian timur laut masjid. Pada unsur depan masjid dibangun  kubah setinggi 11,7 meter dan berdiameter 9,5 meter, serta dilengkapi menara setinggi 33,75 meter.

 

 

Be Sociable, Share!