(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Setiap tahun umat muslim dari penjuru dunia memperingati Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Beragam tradisi pun dirayakan oleh umat muslim, seperti mudik, bersilaturahmi, memotong hewan kurban, hingga yang jauh dari unsur syar’i sekalipun. Namun tahukan Anda, jauh sebelum perayaan perayaan tersebut terselip sebuah kisah sejarah sebuah masjid yang lokasinya dahulu dipergunakan sebagai tempat sholat Id Rasulullah di hari idul fitri dan idul adha?

masjid al ghamamah madinah
Masjid Al Ghamamah (Arab: مسجد الغمامة‎) ialah sebuah masjid di Madinah, yang berdiri di lokasi yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad menunaikan salat Id pada tahun 631 Masehi. Masjid ini adalah salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah. Masjid ini disebut dengan Ghamamah (yang berarti awan). Diriwayatkan ada sebuah gumpalan awan yang menghalangi sengatan sinar matahari saat Rasulullah sedang sholat di lokasi ini.

 

Kisah Rasulullah Mendirikan Sholat Id di Masjid Al Ghamamah

Masjid Al Ghamamah disebut juga sebagai Masjid Id (Masjid hari raya) sebab lokasi masjid ini berdiri adalahtempat Rasulullah SAW menunaikan ibadah sholat hari raya di empat tahun terahir kehidupan Beliau. Kata al-ghamama – yang dengan kata lain “Awan yang menaungi” (Mendukung).

Akibat perluasan Masjid Nabawi, kini letak masjid ini hampir bersebelahan dengan masjid Nabawi, Masjid Al Ghamamah terletak hanya sejauh 350 sebelah barat daya Masjid Nabawi. Jika Jamaah haji dan umroh saat dari arah Babussalam, andai menengok sedikit ke arah barat bakal terlihat masjid yang memiliki kubah – kubah kecil berwarna putih.

masjid al ghamamah umroh murah
Dari riwayat lain disampaikan “pada suatu saat Nabi Rasulullah SAW berkhutbah Idul Fitri, para jamaah mulai resah dan gelisah. Pasalnya khutbah Beliau terlampau panjang atau lama sehingga semua jamaah kepanasan oleh sebab panasnya terik matahari. Lalu datang lah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari sampai setelah acara khutbah Beliau selesai”. Untuk mengenang peristiwa ini di bangunlah suatu masjid yang di beri nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung.

 

Masjid Al Ghamamah dan Sejarah Sholat Istisqa

Kisah lain menyebutkan bahwa Awalnya, tempat dimana masjid Ghamamah berdiri adalah lapangan alun – alun yang sedang amat luas di pusat Kota Madinah. Dahulu ketika musim paceklik melanda Madinah, warga kota meminta Rasulullah untuk berdoa meminta kepada Allah SWT menurunkan hujan. Kemudian Rasulullah mengerjakan shalat mohon hujan di alun-alun itu.

Setelah shalat, Nabi segera berdoa memohon kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Muhammad SAW, begitu Nabi berlalu, tiba-tiba Kota Madinah di selimuti oleh awan gelap dengan diiringi hujan lebat. Untuk memperingati peristiwa itu, Nabi serta para sahabat sepakat untuk membangun sebuah masjid dan menamakannya Masjid Al Ghamamah yang berarti masjid Awan.

 

Pembangunan dan Renovasi Masjid Al Ghamamah

Masjid Al-Ghamamah yang kini berdiri merupakan bangunan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz di Madinah. Kemudian di renovasi oleh Hasan bin Muhammad Qalawun Ash-Shalihi yakni pada tahun 761 Hijriyah. Pada masa Sultan Inal (tahun 861 H) masjid ini di renovasi. Berturut – turut setelah itu, Sultan Abdul Majid I mengerjakan renovasi secara sempurna sampai masa kini, di samping perbaikan-perbaikan yang di kerjakan oleh Sultan Abdul Hamid dan Pemerintahan Arab Saudi.

Masjid Al-Ghamama ini berbentuk persegi panjang, terdiri dari dua pintu masuk dan aula shalat. Jalan masuk nya berbentuk persegi panjang dengan panjang 26 meter dan lebar 4 meter. Di beri atap dengan lima kubah bola. Memiliki lengkungan dan runcing.

Pada unsur luar, Masjid Al-Ghamamah di hiasi dengan lapisan batu basal hitam. Di unsur atas nya ada kubah tengah yang terpasang di atas jalan masuk masjid unsur luar. Kubah-kubah ini lebih rendah dari enam kubah yang menyusun atap aula shalat. Jalan masuk tersingkap di bagian unsur utara di jalan raya melewati lengkungan runcing.


Sementara aula shalat mempunyai panjang 30 meter dan lebar 15 meter aula ini dipecah menjadi dua serambi dan di atapi dengan enam kubah dalam dua deretan yang sejajar. Yang sangat besar ialah kubah mihrab. Di unsur luar, Masjid Al-Ghamamah dihiasi dengan lapisan batu basal hitam. Sementara itu, unsur atas kubahnya dipoles dengan warna putih.

Pada bagian dalam, dinding dan cekungan kubah dan di poles dengan warna putih. Tiang-tiang pengampu masjid di poles dengan warna hitam sehingga mempesona dengan pemandangan yang sangat estetis pada masjid, gabungan dua warna yang berpadu serasi.

Sayang nya, menurut berita yang sekarang beredar di sekian banyak media Saudi, dalam tahun ini pemerintah Saudi Arabia akan mengawali pembangunan ekspansi Masjid Nabawi dengan menggusur bangunan bangunan yang terdapat di areal ini. Masjid Ghamama, Masjid Umar dan Masjid Ali masuk dalam masjid yang akan diruntuhkan.

masjid al ghamamah

Masjid ini sampai kini masih di pakai untuk shalat lima waktu untuk orang-orang di sekitar, tetapi Masjid Al Ghamamah Madinah Tempat Sholat Id Rasulullah SAW  tidak lagi di pakai sebagai tempat shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan sholat Istisqa, maupun sholat Jum’atan karena letaknya dekat dengan Masjid Nabawi

Be Sociable, Share!