(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Madinah— Dunia Muslim digemparkan dengan berita adanya rekening di bank Saudi atas nama khalifah ketiga Utsman bin Affan r.a. Selain rekening, kekayaan yang masih tercatat atas nama Sayyidina Utsman bin Affan RA juga Hotel Mewah Milik Sayyidina Utsman berbintang lima milik Beliau. Bagaimana ini bisa terjadi?

Hotel Mewah Milik Sayyidina Utsman

Dikutip dari mosleminfo, awal mula ceritanya adalah tatkala kaum muslimin hijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW. Mereka tidak minum air yang ada di Madinah saat itu, karena mereka sudah terbiasa minum air Zam-zam di Makkah Al-Mukarramah. Lantas mereka datang kepada Nabi SAW. Memberitahu beliau mengenai persoalan yang mereka alami.

Mereka juga memberitahu beliau bahwa ada sebuah sumur di Madinah yang dikenal dengan sebutan sumur “ar-Rumah” yang rasa airnya sangat mirip dengan air Zam-zam. Hanya saja sumur ini milik seorang Yahudi. Orang Yahudi tersebut menjual air tersebut, meskipun hanya seukuran cakupan telapak tangan.

Kemudian Rasulullah SAW. mengutus seseorang untuk memberitahu orang Yahudi tersebut agar mau menjual sumur tersebut ke umat Islam, dengan imbalan sebuah mata air kelak di surga. Akan tetapi orang Yahudi tersebut menolak tawaran tersebut dan menyatakan hanya menginginkan imbalan berupa harta. Tatkala Sayyidina Utsman bin Affan mendengar hal itu, dia pergi ke si Yahudi untuk membeli sumur tersebut, sehingga dapat digunakan secara bergantian, sehari untuk umat Islam dan sehari untuk si Yahudi. Dan si Yahudi pun sepakat.

3. Masih ada Hotel Utsman bin Affan

Akhirnya, kaum muslimin ramai-ramai minum air dari sumur tersebut pada giliran hari Sayyidina Utsman, dan mereka tidak pergi ke sumur tersebut pada hari giliran si Yahudi. Si Yahudi pun merasa rugi, dan akhirnya pergilah dia untuk menemui Sayyidina Utsman untuk menawarkan agar beliau membeli sumur tersebut secara utuh. Beliaupun setuju untuk membelinya secara utuh dengan harga 20 ribu dirham, yang kemudian beliau wakafkan untuk umat Islam.

Setelah beberapa tahun, di sekeliling sumur ini ditumbuhi pohon KURMA. Daulah Utsmaniyah merawat pohon-pohon kurma tersebut hingga tumbuh besar. Setelah itu Kerajaan Saudi Arabia juga merawatnya hingga jumlah pohon kurma saat ini mencapai hampir 1550 pohon. Kementerian Pertanian Saudi Arabia menjual buah kurma yang dihasilkan ke pasar, separuh dari hasil penjualannya diberikan kepada anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan separuhnya lagi disimpan di bank dalam rekening atas nama Sayyidina Utsman bin Affan yang penggunaannya akan diatur oleh Kementerian Wakaf.

4. Masih ada Hotel Utsman bin Affan

Akhirnya jumlah uang yang ada di rekening Sayyidina Utsman bin Affan semakin banyak, sehingga cukup untuk membeli sebidang tanah di wilayah pusat Madinah, sebelah Masjid Nabawi. Di atas lahan ini juga saat ini telah dibangun sebuah hotel bintang lima yang pembangunannya sudah memasuki tahap akhir. Rencananya, hotel ini akan disewakan yang ditaksir keuntungannya dapat mencapai sekitar 50 juta riyal Saudi per tahun. Separuh dari jumlah itu akan disedekahkan ke anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan separuhnya lagi akan dimasukkan ke rekening Sayyidina Utsman bin Affan. Lahan tersebut benar-benar disertifikasikan atas nama Sayyidina Utsman bin Affan.Hotel Mewah Milik Sayyidina Utsman berbintang lima milik Beliau

Itulah ‘transaksi’ Utsman bin Affan dengan Allah SWT. Sebuah perdagangan mulia di jalan Allah dan untuk Allah itu telah berlangsung selama lebih 1400 tahun. Coba bayangkan berapa ‘keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Utsman bin Affan di sisi Allah SWT. Salah satu pelajaran berharga yang dapat dipetik adalah Berbisnis dengan Allah, memang akan selalu untung.

Hotel Mewah Milik Sayyidina Utsman
Be Sociable, Share!