(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Maqam Ibrahim bukanlah bangunan makam (kuburan)  Nabi Ibrahim as sebagaimana banyak pendapat orang selama ini. Maqam dalam tata bahasa Arab berarti tempat. Ya, makna Maqam Ibrahim adalah tempat dimana Nabi Ibrahim AS berdiri saat membangun kembali Ka’bah atas perintah Allah SWT.

maqam ibrahim

Maqam Ibrahim merupakan sebuah batu prasasti yang memiliki bentuk kotak namun memiliki dua lubang di atasnya. Maqam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah.

Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga yang konon bersamaadan dengan diturunkannya Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau meninggikan bangunan Ka’bah dimulai dari pondasinya.

Nabi Ismail AS turut membantu meletakkan batu yang kemudian dikenal dengan Maqam Ibrahim sebagai pijakan. Hal ini agar Nabi Ibrahim AS dapat naik lebih tinggi lagi dengan bantuan pijakan batu tersebut. Tempat pijakan dua telapak kaki Nabi Ibrahim AS itu dengan seizin Allah berbekas dan masih tetap ada sampai sekarang.

Abu Thalib pernah mengatakan dalam satu kalimatnya tentang Maqam Ibrahim. Artinya, ” Pijakan Nabi Ibrahim tercetak jelas di atas batu serta terlihat membentuk dua tapak kakinya yang telanjang lagi pula tidak beralas”.

Ka’bah merupakan hasil karya agung Nabi Ibrahim AS dimana Allah SWT menunjukkan cinta dan bukti nyata nya kepada generasi kita melalui tapak kaki yang tergores dalam Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim yaitu batu tempat ia berdiri di saat membangun Ka’bah. Dahulu pada awal pembangunan nya,  Ka’bah belum setinggi sekarang, masih bisa dijangkau untuk naik ke atas dengan mudah, kurang lebih hanya memiliki tinggi setinggi sembilan hasta.

Tatkala kaum Quraisy membangun Ka’bah, mereka menambah kan tingginya sehingga total memiliki ketinggian delapan belas hasta. Dilanjutkan pada masa Abdullah bin Zubair yang menambahkan ketinggian menjadi dua puluh tujuh hasta dan hingga saat ini setinggi itulah KA’BAH. (satu hasta merupakan ukuran siku hingga ujung jari. Ukuran masing – masing berbeda namun memiliki rata-rata 45,2 cm  atau 0,452 meter)

Dahulu letak batu yang sekarang kita kenal sebagai maqam Ibrahim menempel pada dinding Ka’bah. Pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khatab RA. Batu tersebut dipindahkan agak ke belakang,  dengan tujuan agar jamaah UMROH dan haji yang sholat di dekat maqam Ibrahim tidak terganggu oleh arus umat yang sedang melaksanakan THAWAF. Pemindahan batu tersebut oleh Khalifah Umar bin Khattab RA disetujui oleh para sahabat Rasulullah  SAW dan khalifah setelahnya, peristiwa ini menunjukan telah terjadinya Ijma’.

Seperti halnya Hajar Aswad, Maqam Ibrahim yang dahulu menempel di dinding Ka’bah pun oleh Allah SWT diberikan keistimewaan. Jika Hajar Aswad mengandung sunnah dengan cara mencium HAJAR ASWAD atau pun cukup dengan mengusapnya baik secara langsung maupun dengan isyarat, Maqam Ibrahim diberikan kehormatan dengan cara melakukan sholat sunnah di belakangnya.

Saat puncak kepadatan jamaah umroh maupun di musim haji,  bukanlah perkara mudah untuk sholat sunnah tepat di belakang nya. Selain dijaga oleh askar (petugas), yang senantiasa mengusir para jamaah yang berdo’a  di depan maupun menghadap Maqam Ibrahim. Hal ini dikhawatirkan mengandung penyembahan dan penghormatan yang berlebihan pada prasasti tersebut, disamping menghindari macetnya arus thawaf karena banyaknya jamaah yang berkumpul di depan maqam. Petugas penjaga biasanya memberikan peringatan bahwasanya Maqam hanyalah sebuah prasasti untuk dilihat, bukan untuk di do’akan maupun disembah.

Maqam Ibrahim sangat terpelihara dan mampu bertahan selama kurang lebih sekitar 5.000 tahun. Sekarang  batu tersebut telah ditutup dengan kaca yang memiliki bentuk kubah yang kecil. Ukuran tapak kaki Nabi Ibrahim AS tidaklah besar, hampir sama dengan ukuran kaki umatnya saat ini. Memiliki panjang 27 cm, dan lebarnya 14 cm serta kedalaman 10 cm. Batu ini masih nampak jelas Abdullah bin Zubair RA pernah bertutur : “Sungguh, saya tak pernah melihat sesuatu manakala mirip seperti  tapak kaki Rasulallah SAW dengan tapak kaki Ibrahim yang dilihat di maqam”.

 

Maqam Ibrahim
Be Sociable, Share!