Malaikat Membangun Ka’bah

Malaikat membangun Ka’bah sebelum Allah SWT menciptakan Nabi Adam sebagai manusia pertama. Demikian Imam al-Azraqi menyebutkan satu bab pembahasan dalam kitabnya, tentang pembangunan Ka’bah yang dilakukan oleh para Malaikat.

Ali putra Husain, cucu Rasulullah, pernah bertemu dan ditanya oleh seorang laki-laki yang berbadan tinggi. Begitu akrabnya dia bertanya kepada Ali dengan menepukkan tangannya ke punggung Ali. Namun, Ali tak bisa langsung menjawab karena sedang melakukan tawaf.

Pada kesempatan berikutnya laki-laki itu datang kembali kepada Beliau dan kali ini mereka masuk di bagian Hijir ismail, di bawah talang pencuran ka’bah. Laki-laki itu dipanggil untuk diberi jawaban. Ternyata, pertanyaan laki-laki itu adalah tentang bagaimana asal mula ibadah yang kemudian dikenal dengan nama thawaf itu dan untuk apa ibadah itu dilakukan kapan dimulai, seperti apa dan bagaimana?

Ali bin Husain pun akhirnya menjawab dan bercerita, “sewaktu Allah SWT hendak menciptakan manusia dan berkata kepada malaikat, “inni jsilun fil ardhi khalifah’ (aku akan menjadikan di bumi khalifah (pengganti).”

Malaikat itu kemudian bertanya kepada Allah,”apakah Enkau akan menciptakan di bumi, manusia yang suka saling membunuh, membenci, dan dengki? Sementara kami para malaikat ini selalu menyucikan-Mu dan tidak pernah melawan”

Allah kemudian menjawab, ‘inni a’lamu ma la ta’lamun’(aku mengetahui apa yang belum kalian ketahui).

Atas keberanianya menanyakan perihal penciptaan manusia kepada Allah SWT itu, malaikat itu merasa bersalah dan kemudian mereka berkumpul di sekitar ‘Arsy Allah, lalu mengitarinya hingga tiga jam lamanya. Allah melihat kejadian ini, lalu Allah menurunkan rahmat agar mereka mengitari Bait adh-Dhirakh ini. Lalu malaikat pun mengitari Bait adh-Dhirakh yang lebih kecil dibandingkan ‘Arsy Allah. Bait adh-Dhairakh itu tak lain adalah Baitul Makmur yang setiap harinya dimasuki 70 ribu malaikat.

Setelah itu, Allah SWT berfirman kepada malaikat itu, “Bangunkan untukku bait (rumah) Ka’bah di bumi, seperti Bait adh-Dhairakhatau Baitul Makmur, baik dalam ukuran maupun bentuknya.” Maka, malaikat pun bergegas membangun Ka’bah di bumi. Lalu Allah SWT memerintahkan kepada makhluk-Nya, yaitu manusia yang berada di bumi ini,untuk melakukan thawaf di Ka’bah, sebagaimana Dia memerintahkan kepada malaikat-Nya di langit untuk melakukan tawaf di Baitul Makmur.

Sahabat Ibnu Abbas pernah bercerita tentang Rasulullah SAW yang didatangi oleh malaikat Jibril. Rasulullah SAW melihat ikat merah yang melekat pada Jibril seperti kelihatan sangat berdebu. Beliau pun akhirnya bertanya kepadanya,”Darimana debu yang menempel di pengikatmu itu wahai malaikat kepercayaan Allah ? Jibril pun menjawab, ‘Aku baru saja mengunjungi Baitullah dan di sana para malaikat sedang berdesak-desakan untuk berebut di pojok (Hajar Aswad)’. Dan debu ini berterbangan disaat mereka saling berebut itu.”(HR.al-Azraqi).

Diceritakan pula bahwa setiap kali  Allah SWT hendak mengirimkan malaikat ke bumi untuk melaksanakan tugas dan urusannya, maka malaikat itu kemudian meminta kepada Allah SWT agar diizinkan untuk melakukan ibadah Thawaf di bumi. Malaikat itu pun kemudian turun dengan perlahan, melakukan thawaf, dan menjalankan  shalat dua raakaat.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!