(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Madinah merupakan salah satu kota indah dan subur, dimana sebagian besar penduduknya dahulu bermata pencaharian sebagai petani. Kota ini terletak di kawasan Hijaz, atau 24-28 derajat Lintang Utara, dan 39-36 Bujur Timur. Sebelum Kedatangan Rasulullah SAW dan  mengubahnya, Madinah dikenal sebagai Yatsrib

Madinah sebelum Rasulullah 2

Nama Yatsrib dahulu diambil dari seorang laki – laki bernama Yatsrib bin Qaid bin Abil, seorang Arab dari suku Amaliqah yang merupakan penguasa wilayah Bahrain, Hijaz dan Mesir. Orang yang pertama kali membangun pemukiman permanen di kota ini adalah Al-Malik bin Amlak bin Arfakhsyuz bin Sam

Yatsrib memiliki makna negatif, yang berarti “memaki” atau “kotor”. Itulah sebabnya Rasulullah SAW mengubahnya menjadi Madinah (المدينة) atau Madinah al-Munawwarah المدينة المنورة yang berarti kota yang bercahaya, kota ini disebut juga Madinaturrasulullah, مدينة الرسول الله, Madīnah ar-Rasūl Allah) atau Kota Rasulullah.  Saat ini kota suci ini yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Di kota ini pula terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin.

Baik Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah memiliki tempat strategis di kalangan para pedagang. Sebagian pedagang berasal dari mancanegara, seperti Syiria (Syam) dan Yaman yang selalu singgah di kedua kota ini.

Menurut Adzim Irsad, walaupun nama Yatsrib telah diubah menjadi Madinah, tetapi orang – orang Yahudi tetap saja menyebutnya sebagai Yatsrib. Hal ini karena Yahudi memang tidak akan pernah mengikuti Rasulullah SAW. Terkait dengan perubahan nama ini, Al Qur’an menyatakan dalam surat Al Ahzab (33) ayat 13 :

Madinah sebelum Rasulullah 1

Ketika membicarakan kota Madinah sebelum kedatangan Rasulullah SAW, maka tidak lepas dari penduduk aslinya yang sebagian besar merupakan kaum Yahudi. Kaum Yahudi saat itu melakukan migrasi besar – besaran dan memilih Yatsrib sebagai tempat bermukim karena lari dari penindasan bangsa Babilonia dan Romawi

Mereka yang bermukim di Yatsrib diantaranya suku Bani Quraizah, Bani Nadir, dan Bani Qainuqa. Suku – suku tersebut pertama kali tinggal di Yatsrib sehingga disinilah komunitas Yahudi paling dominan. Selanjutnya banya suku yang datang dan bermukim di Madinah. Diantara suku yang paling menarik untuk di ceritaka disini adalah Suku Aus dan Khazraj.

Suku Aus dan Khazraj adalah dua suku di arab yang merupakan keturunan Kabilah Qathan (Al-Qahtani) yang merupakan suku terbesar bangsa arab. Mereka datang dari Saba’ (Yaman) sebelum peristiwa banjir Al-‘Aram dan runtuhnya bendungan Al Maarib

masjid-nabawi-malam

Suku Al Qathani selalu terlibat perselisihan. Saling berperang dan membunuh senantiasa menjadi kebiasaan mereka karena saling ingin menang. Pertikaian ini tidak terlepas dari tangan jahil Yahudi yang juga bermukim di kota Yatsrib. Namun setelah Rasulullah memasuki kota Madinah, pertikaian yang bertahun – tahun terjadi akhirnya bisa di berhentikan. Kehadiran Rasulullah SAW membawa berkah tersendiri bagi mereka

Pertikaian ini akhirnya menjadi sebuah persaudaraan sejati. Rasulullah SAW merupakan sosok yang mampu merekatkan kedua suku besar tersebut. Yahudi pun bisa hidup berdamai di Madinah serta menjalankan ajaran dan keyakinan nya dengan tenang.

 

Madinah
Be Sociable, Share!