(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Pembangunan konstruksi kereta Makkah – Madinah yang terus berlangsung diharapkan nantinya dapat mempermudah pelayanan bagi para jamaah umroh. Jalur kereta api penumpang berkecepatan tinggi pertama antara Makkah dan Madinah ini diharapkan akan selesai pada pertengahan tahun 2017.

kereta makkah

Dikutip dari laman Arab news Menteri Transportasi Saudi Arabia Jabara Al-Seraisry, mengatakan  stasiun kereta api Madinah baru yang terletak dekat dengan Bandara Pangeran Muhammad akan melayani jamaah haji dan UMROH sehingga diharapkan akan lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

“Pekerjaan di Haramain High Speed Rail Project yang menguhubungkan dengan Kereta Makkah dan MADINAH berjalan sesuai waktu dan rencana. kata Al-Seraisry, yang juga menjabat sebagai ketua Saudi Railways Organization.

Rencananya jalur kereta api sepanjang 480 kilometer, dibangun khusus untuk kereta api listrik berkecepatan tinggi 360 km/jam. Kereta makkah ini akan melewati kota pelabuhan Jeddah. Tahap pertama konstruksi dari proyek Haramain mencakup pembangunan sebuah stasiun kereta api bagi jamaah haji dan umroh. Baik stasiun Kereta Makkah dan di Madinah, serta dua stasiun di Jeddah. Termasuk satu stasiun yang berada di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Rencananya proyek kereta cepat ini akan memiliki total lima stasiun, dengan stasiun utama di Makkah. Stasiun utama yang melayani jamaah umroh dan haji rencananya memiliki lounge terpisah untuk kedatangan dan keberangkatan. Juga fasilitas masjid yang dapat menampung 600 jamaah. Tersedia pula helipad, 10 peron lajur untuk kereta, ruang untuk penumpang VIP dan parkir yang dapat menampung 500 mobil.

 

Perhitungan awal proyek kereta api Haramain diharapkan dapat melayani lebih dari 3 juta jamaah haji dan umroh per tahun. Namun pada kenyataan nya menurut statistik tahun 2005 saja sudah lebih dari 3,5 juta. Sebagian jamaah menggunakan moda transportasi darat antara Jeddah, Makkah dan Madinah.

Pada statistik tahun yang sama terlihat lebih dari 2 juta jemaah umroh. Menurut studi yang dilakukan oleh Kementrian Haji Saudi, permintaan untuk mengangkut jamaah haji dan umroh diharapkan dua kali lipat selama 25 tahun ke depan. Hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan total sekitar 11 juta jamaah.

Ini, merupakan potensi besar untuk kerja bersama seluruh Saudi untuk bersiap menjadi tuan rumah bagi jamaah haji dan umroh, dan sudah barang tentu akan mengeluarkan biaya  investasi yang tidak sedikit  utamanya di sektor transportasi.

Sebuah Institusi dilibatkan dalam penandatanganan kontrak mega proyek untuk melatih para pekerja terutama pada aspek teknologi berkecepatan tinggi. “Hal-hal teknis yang berkaitan dengan isu-isu seperti keamanan, bagaimanapun, akan membutuhkan tenaga ahli asing,” katanya.

Dalam melayani jamaah haji dan umroh, Arab Saudi saat ini memiliki 1.200 km jalur kereta api. Nantinya ketika proyek rel saat ini selesai, total akan lebih dari 7.000 km.

Sebuah kontrak senilai SAR 30,8 miliar telah ditandatangani antara pemerintah kerajaan saudi  dengan Al-Shoula Co, sebuah konsorsium Saudi – Spanyol, untuk melaksanakan Tahap II dari proyek Haramain pada bulan Januari 2014.

Kereta listrik buatan Spanyol untuk proyek kereta Makkah Madinah atau Kereta Haramain seharga miliaran riyal ini rencanan nya akan tiba di Jeddah pada bulan Desember 2016. Menurut ketua  Saudi Railways Organization. Kereta pertama terdiri dari kekuatan satu lokomotif dan 13 gerbong penumpang itu akan tiba di Jeddah Islamic Port menurut akhir Desember 2016

Biaya tiket perjalanan kereta super cepat Haramain dipatok  20 Riyal (sekitar 80 ribu) untuk perjalanan antara Dari Jeddah menuju Makkah. Sedangkan biaya Kereta Makkah ke Madinah 110 Riyal (sekitar 440 ribu).

 

Kereta Makkah
Be Sociable, Share!