Permasalahan Kehilangan Bagasi dalam Penerbangan Umroh

Permasalahan yang sering dihadapi jemaah ketika sampai di bandara Arab Saudi dalam sebuah penerbangan umroh adalah kehilangan bagasi. Kehilangan ini tentu saja baru bisa diketahui ketika jemaah sudah sampai ditempat pengambilan bagasi setelah menunggu sekian lama di bagian pemeriksaan Imigasi. Baik di Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah 

Apabila dalam penerbangan domestik maupun penerbangan internasional, kita dapat menuju ke bagian lost and found langsung, namun tidak demikain hal nya dengan Penerbangan Umroh. Untuk melaporkan kasus ini langsung ke bagian lost and found seketika, tentu sangat tidak mungkin. Selain ada kendala bahasa, jumlah jemaah yang sangat membludak tidak memungkinkan dilakukannya pengurusan saat itu juga. Maka, yang harus dilakukan jemaah adalah melaporkannya kepada pendamping rombongan umroh.

Dalam hal ini, petugas dari travel umroh yang sekaligus berperan sebagai ketua rombongan harus segera melaporkan ke pihak msakapai penerbangan di Bandara king Abdul aziz Jeddah maupun Madinah. Setelah pihak maskapai mengecek kebenaran laporan tersebut, si pelapor akan mendapatkan surat bukti pelaporan.

Pihak maskapai berkewajiban menelusuri di mana hilang atau tercecernya bagasi penerbangan umroh tersebut. Bila tidak ditemukan di Bandara King Abdulaziz, pihak maskapai tentu harus menelusuri asal penerbangan, nomer kode penerbangan, kode booking, tanggal terbang dan landing, dll. Biasanya data – data tersebut terdapat di tag atau tanda bagasi yang dipegang oleh pemimpin rombongan

 

 

Sebagai contoh, jika jemaah yang kehilangan bagasi menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 970 tujuan Jakarta – Madinah. Pihak maskapai Garuda Indonesia akan menelusuri bagasi Penerbangan Umroh yang hilang tersebut. Dimulai dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta hingga di Bandara Madinah. Bukan hanya untuk garuda Indonesia, namun pelacakan bagasi ini juga  berlaku untuk seluruh maskapai di seluruh dunia. (Baca Juga : Pengalaman Penerbangan Umroh Landing Madinah dengan Maskapai Garuda Indonesia)

Dalam hal ini, yang perlu diingat oleh jemaah yang mengalami kehilangan, dan juga oleh pihak travel, adalah bahwa tanda bukti laporan kehilangan dan tanda bagai tercatat (tag bagage) harus disimpan sampai bagasi ditemukan. Karena bukti tersebut bisa digunakan untuk meminta ganti rugi kepada pihak maskapai penerbangan jika bagasi yang hilang tidak ditemukan.

Sementara itu, selama bagasi yang hilang masih belum ditemukan,bagaimana dengan nasib jemaah? Bukankah hampir semua pakaian, makanan ringan, camilan, obat bahkan rokok ,biasanya ada dibagasi tersebut? jika bagasi tidak kunjung ditemukan,apakah berarti si jemaah tidak akan pernah berganti pakaian selama beribadah di Arab Saudi? (Baca Juga : aturan merokok saat beribadah haji dan umroh)

 

Jika calon jamaah kesana untuk menunaikan ibadah haji reguler, apakah berarti selama 40 hari ia tidak akan pernah ganti pakaian? Tentu saja tidak demikian. Biasanya, bagasi yang tidak berhasil ditemukan jarang sekali terjadi. Kalaupun membutuhkan waktu yang lama untuk menemukannya, pihak perusahaan dalam hal ini travel umroh harus turun tangan untuk mengatasinya, termasuk mengurus ganti rugi dan pertanggung jawaban dari pihak maskapai.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!