(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Datangnya musim haji selalu disambut gembira oleh mereka yang mereka yang kebagian quota untuk berangkat tahun tersebut. Seperti apa yang banyak disampaikan oleh pembimbing ibadah haji, mayoritas para jamaah melaksanakan haji tamattu. Secara bahasa haji tamattu’ bersenang – senang, sebagaimana di maksudkan dalam QS Al Baqarah 196.

 

Kisah Haji Tamattu dan Konsekuensi Dam

Namun mengerjakan umrah terlebih dahulu, dan kemudian melaksanakan ibadah haji bukan tanpa konsekuensi. Konsekuensinya adalah mereka jamaah haji mesti menunaikan dam atau denda yaitu menyembelih seekor kambing, atau melaksanakan puasa sebagaimana telah di syariatkan dalam QS Al Baqarah 196.

Haji Tamattu’ dilaksanakan ketika jamaah haji berangkat ke tanah suci, kemudian mereka berihram dari miqat. Namun niat tersebut untuk menunaikan ibadah umrah, dan bukan haji, walaupun mereka berangkat dalam bulan haji.

Sesampai nya di Kota Suci Mekkah, mereka merampungkan  ihram hingga tahalull dan berdiam di kota Mekkah sambil “bersenang-senang”. Sambil menantikan datangnya hari Arafah untuk lantas melakukan ritual haji. Dari “bersenang – senang” disini membawa konsekuensi membayarkan dam atau denda. Salah satunya dan yang pailing popular di kalangan jamaah haji Indonesia adalah dengan menyembelih kambing.

Banyak dari jamaah haji yang menunaikan nya dengan cara membayar kan sejumlah uang ke bank seharga domba atau kambing yang akan disembelih, namun ada pula yang langsung membelinya di pasar kakiyah Mekkah

Sebagai biro perjalanan haji kami pun langsung turut serta dalam mencari kambing di Pasar Kakiyah Mekkah. Guna menjaga amanah para jamaah haji Syakira Wisata dalam mendapatkan kambing pilihan, kami sengaja langsung menuju ke pasar kakiyah Mekkah. Sebuah pasar hewan terbesar yang menyediakan di Kota Suci Makkah. Letaknya di wilayah Kakiyah, atau sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Bisa di tempuh dengan menyewa angkutan umum Jenis Coaster atau double cabin 35 riyal per mobil.

Kambing untuk menunaikan dam atau denda tentu saja tidak sembarangan. Haruslah sesuai syariat Islam, dan kambing ini mesti disembelih di Tanah Suci Mekkah, bukan di Madinah, maupun kota – kota lain, apalagi di tanah air. Setelah disembelih, daging kambing dam di kalengkan dan di distribusikan ke mana saja, termasuk ke Negara – negara yang dianggap miskin.

Panas terik matahari menyapa ketika kami rombongan Syakira Wisata “mendarat” di pasar kambing Kakiyah, Mekkah. Layaknya pasar hewan, bau menyengat langsung tercium, bahkan pada jarak 500 meter dari pasar. Tampak banyak pedagang kambing melambaikan tangan merebut perhatian kami untuk membeli dagangan nya. Mayoritas pria kulit hitam.

pasar kakiyah jual kambing dam

“Dipilih…,Dipilh..” teriak salah seorang lelaki tersebut sambil mengacungkan parang dan mengarahkan kita ke kandang-kandang kambing. Terkadang di dalam satu kandang terdapat ratusan domba dan kambing dari berbagai jenis yang siap disembelih sebagai dam atau denda.

Untuk menunaikan dam ini, sebetulnya terdapat cara praktis dengan membayar langsung ke Bank Al Rajhi. Bank ini  memang sengaja ditunjuk oleh Kerajaan Arab Saudi untuk mengumpulkan uang dam jemaah haji melalui penjualan voucher. Membayar dam juga dapat melalui mukimin  yang ada disana. Namun rasanya lebih “sreg” jika kami terjun langsung ke pasar.

Puas Setelah beranjangsana dari satu kandang ke kandang lain nya, kami pun mendapatkan 20 ekor domba pilihan, dengan harga yang tergolong murah, 250 riyal, atau jika di kurs kan sekitar 900 ribu-an. Selain puas, kami pun bisa menghemat sekitar 200 riyal jika di bandingkan jika membeli voucher di Al Rajhi Bank, seharga 450 riyal.

pasar kakiyah kambing dam

Setelah menemukan 20 domba pilihan, kami pun mencari rumah pemotongan hewan yang letaknya masih satu kompleks dengan pasar Kakiyah Mekkah. Di lokasi rumah penyembelihan hewan tersebut terdapat ratusan domba yang tengah antri untuk  dipotong. Dan di bagian lain terdapat pula ratusan domba yang sedang di gantung untuk kuliti.  Di luar musim haji rumah pemotongan hewan ini juga menyediakan kambing maupun sapi yang siap potong guna konsumsi warga lokal maupun ke sejumlah  restaurant.

Karena ini amanah, maka nama – nama jamaah pun kami sebut satu persatu sebelum domba di serahkan dan disembelih. Dengan akad ‘bismillahi Allahu Akbar’ domba domba jamaah haji Syakira Wisata siap disembelih dan di distribusikan. Namun untuk urusan distribusi ini kami serahkan sepenuhnya kepada para petugas yang ada di rumah pemotongan tersebut.

Soal biaya? Kebetulan sang petugas mengatakan dengan bahasa Indonesia logat arab “seikhlasnya”. Namun banyak pula RPH yang “nakal” dengan memaksa untuk membayar  biaya tertentu. Bervariasi, antara 50 hingga 150 riyal. Bergantung pada besar kecilnya ukuran kambing dam.

jagal pasar kakiyah

Hati-hati penipuan mengatas namakan dam atau Denda

Soal menunaikan dam atau denda ini, jamaah haji dan umroh seringkali mempercayakan kepada mukimin yang tinggal di Saudi.  Dengan alasan praktis, para jamaah haji ini biasanya menitipkan kepada para mukimin guna membelikan hewan dam dengan harga yang biasa nya telah ditentukan oleh orang sang Mukimin tersebut.

Mayoritas tidak terdapat bukti tertulis guna menitipkan amanah ini, hanya berbekal keyakinan saja. Sehingga tidak ada garansi bahwa dana yang kita bayarkan tersebut benar-benar dibelikan kambing, atau dagingnya apakah benar-benar di berikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Sekali lagi, ini ulah oknum.

Terkait dengan urusan Membeli Kambing Dam di Pasar Kakiyah Mekkah, dalam pelaksanaan haji dan Umroh Syakira Wisata selaku penyelenggara umroh murah dan haji khusus memang senantiasa harus berhati – hati, bagaimanapun ini amanah.

pasar kakiyah kambing semprot

Biasanya kami mengajak jamaah haji sebagai saksi saat membeli hewan dam dalam ibadah haji. Atau jika pada ibadah umroh, karena durasi waktu di kota suci Makkah yang sebentar, maka kami mengirimkan foto hewan yang telah di cat seprot pada bulu hewan yang masih hidup dengan inisial nama. Praktik seperti ini insya Allah dapat memperkecil praktik tipu tipu mengatas namakan Dam atau Denda dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

Sekian sedikit kisah kami Membeli Kambing Dam di Pasar Kakiyah Mekkah, semoga bermanfaat

 

 

 

Be Sociable, Share!