(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Masjid terapung di kota Jeddah merupakan julukan sebuah bangunan masjid yang terletak di tepi laut merah. Setiap kali kegiatan city tour yang diselenggarakan BIRO UMROH  dan haji khusus di kota Jeddah, dipastikan jamaah akan menyambangi Masjid ini. Entah mengapa masjid ini begitu favorit di kalangan biro haji dan umroh.

masjid terapung

Pada kenyataan nya masjid ini tidak sumbangsih maupun arti apapun dalam sejarah perkembangan Islam. Apalagi menjadi rukun dalam ibadah haji maupun umroh. Kunjungan ke Masjid ini hanyalah sebatas hiburan wisata dalam rangkaian city tour di kota Jeddah. Meskipun dinamai sebagai masjid terapung, namun masjid ini tidak benar – benar terapung seperti layaknya kapal di laut. Mungkin karena letaknya dipinggir pantai laut merah, apalagi ketika air laut sedang mengalami gelombang pasang, menjadikan masjid ini terlihat seolah – olah terapung di atas permukaan air laut.

Interior masjid yang berukuran 20 x 30 meter sebagian besar didominasi oleh hiasan kaligrafi. Masjid terapung merupakan julukan dari tempat sholat yang awalnya diberi nama Masjid Fatimah Az Zahra, lalu diubah sehingga kini nama resmi nya adalah Masjid Arrahmah agar tidak terjadi salah tafsir mengenai masjid ini. Dari cerita yang berkembang Konon masjid terapung ini berdiri diatas tanah wakaf seorang janda kaya raya penduduk di sekitar nya.

Sepeninggal suaminya, dia mewakafkan sebagian kekayaannya untuk membangun masjid ini. Benar atau tidaknya, sampai sekarang juga belum banyak orang yang meyakinkan keaslian cerita tersebut. Masjid Arrahmah ini didirikan di kawasan Jeddah Corniche berdekatan dengan PUSAT PERBELANJAAN BALAD CORNICHE COMMERCIAL CENTER JEDDAH. Corniche diambil dari bahasa Prancis route à corniche yang artinya jalanan ditepian terjal.

Namun kemudian makna nya bergeser menjadi sebuah dataran terbuka di tepian pantai. Sebagai kawasan terbuka di sepanjang tepi laut merah, Corniche khusus dikembangkan untuk keperluan wisata dan perdagangan oleh otoritas pemerintah setempat. Para jamaah haji dan umroh dari Indonesia banyak yang mengunjungi masjid terapung sambil refreshing di pantai laut merah.

Sebenarnya Laut merah sendiri memang tidak se-merah namanya. Laut ini mendapat sebutan sebagai laut merah karena terdapat banyak ganggang merah di dalam air laut ini. Dalam sejarah dan dalam Al-Qur’an, nama Laut merah juga disebutkan. Firaun memberi perintah agar bayi-bayi laki – laki pada masa kekuasaan dinasty nya dibuang ke laut. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejatuhan kekuasaan dirinya. namun Allah SWT menyelamatkan bayi Nabi Musa AS.

Namun laut Merah di Jeddah bukanlah laut merah yang disebut dalam sejarah tersebut Dengan garis pantai yang memanjang sejauh 80 kilometer, tak berlebihan rupanya jika Jeddah mendapat julukan sebagai The Bride from The Red Sea atau Pengantin Laut Merah. Bila jamaah haji maupun umroh yang mengunjungi masjid terapung ini, jangan berharap menemukan masjid yang benar – benar terapung di atas laut.

Karena bangunan masjid ini tidaklah mengapung di atas air laut, melainkan dibangun diatas pondasi tiang pancang yang ditancapkan di kedalaman tepi laut. Namun kesan pandangan pemandangan dari dalam masjid kearah keluar melalui jendela di sisi kanan dan kiri, menampilkan pemandangan seolah masjid ini mengapung di atas air

Dekorasi interior yang fantastik, gaya arsitektur islam kuno dan modernitas pencahayaan atap yang sempurna, sound system mutahir memberikan kenyamanan tersendiri. Mengunjungi Masjid terapung saat menjelang senja hingga subuh, terlihat mengagumkan. Sinar matahari yang masih redup berpadu dengan lampu masjid yang terlihat berkilauan. Posisinya yang tepat di pantai Laut Merah membuat atmosfir Masjid terapung terasa menyenangkan di sore hingga malam hari

 

Masjid Terapung
Be Sociable, Share!