(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Kehilangan sandal japit yang memiliki harga tidak lebih dari 20 ribu rupiah mungkin sebuah peristiwa yang lumrah di Indonesia. Namun jika kehilangan sandal terjadi saat beribadah di Masjidil Haram Makkah tentu tidak bisa di sepelekan dan dianggap enteng, walaupun jenis sandal japit sekalipun.

Untuk Jemaah haji Indonesia akan berada di Kota Suci Makkah selama dua puluh lima hingga tiga puluh hari untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunnah Haji.  Pada musim haji Masjidil Haram akan di jejali jutaan jemaah. Beragam permasalahan terkait keberadaan jamaah akan muncul di tengah riuhnya suasana. Yang paling sering mulai dari jamaah tersesat, jamaah yang kelelahan, hingga urusan kecil seperti kehilangan sandal japit.

Tatkala Kejadian ini terjadi di Masjidil Haram, jangan disepelekan karena cukup berisiko. Beberapa jamaah haji sempat menjalani perawatan di klinik kesehatan karena gejala kaki yang melepuh. Ini terjadi, karena jamaah haji regular yang memiliki jarak pemondokan (maktab) lebih dari 300 meter memaksakan diri pulang ke maktab tanpa alas kaki.

Sekali lagi, Jangan Anggap Enteng Kehilangan Sandal di Masjidil Haram dan apabila jamaah haji kehilangan sandal di Masjidil Haram ada beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Jangan mengambil sandal milik jamaah lain. Ingat, sekecil apapun perbuatan mengambil tanpa izin adalah tindakan mencuri, Sangat disayangkan apabila dilakukan di masjid yang suci
  2. Hubungi teman atau ketua rombongan Anda, mintalah tolong membawakan atau membelikan sandal. Harga sandal japit di Makkah berkisar 5 riyal (+ Rp.20.000)
  3. Jangan memaksakan diri untuk pulang ke pemondokan atau maktab tanpa alas kaki. Hindari sikap takabur dan menyombongkan diri.
  4. Suhu Panas kota Makkah saat musim haji bisa mencapai 50 derajat di siang hari dan 35 derajat di malam hari. Berjalan kaki diatas suhu panas tentu akan membuat kaki Anda melepuh, apalagi jika berjalan tanpa alas kaki.
  5. Bila kaki sudah terlanjur melepuh, tentu akan mengganggu ibadah fisik Anda. Apalagi thawaf, sa’i dan ibadah lain di dalam masjidil haram mutlak tidak diperbolehkan memakai alas kaki.
  6. Agar tidak kehilangan sandal, pastikan Anda mencatat nomor pintu dan meletakkan sandal di rak yang telah disediakan. Catat pula nomor rak sanda tempat Anda menaruhnya. Jangan coba – coba menaruh sandal selain di rak. Karena petugas kebersihan akan mengumpulkan sandal Anda dan dikumpulkan di tempat yang mungkin saja jauh dari pintu masuk masjidil haram tempat Anda masuk.

Kehilangan Sandal adalah Kutukan ??

Pertanyaan yang sering muncul adalah Kenapa sandal Anda bisa hilang di Masjidil Haram? Benarkan ini sebuah adzab, kutukan atau balasan?? Sebaiknya jangan Su’udzhon dahulu, apalagi membesar – besarkan cerita dibalik peristiwa. Simak kemungkinannya di bawah ini :

  1. Anda lupa dimana Anda meletakkan sandal. Lupa nomor rak, atau lupa nomor pintu masuk. Jumlah rak yang ada di Masjidil Haram sangatlah banyak dan bentuknya yang kembar membuat Anda sering lupa.
  2. Tertukar, sebab sandal Anda bukanlah sandal limited edition yang hanya di produksi hanya satu buah di dunia. Jadi bentuknya mirip dengan sandal orang lain. Atau bahkan orang lain salah mengambil sandal Anda
  3. Bisa saja sandal Anda tersenggol dan terjatuh dan terangkut oleh petugas kebersihan masjidil haram.
  4. Kurang Introspeksi, karena perjalanan haji adalah perjalanan ibadah penuh makna, maka jadikanlah pengalaman haji sebagai bahan introspeksi dan bermuhassabah diri. Jangan mengumpat dan menyalahkan orang lain, sebaiknya perbanyak Istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT. (Baca : Haji Sebagai Wahana  Instrospeksi )

Be Sociable, Share!