Menata Jamarat, Menata Tempat “Melempar Setan”

Pembangunan dan Perluasan Jembatan Jumrah saat ini terus dikebut pembangunan nya. Jamarat adalah tempat “melempar setan” dengan tiga lokasi pilar yang terletak berdekatan satu sama lain dalam garis lurus di Mina. Masing – masing adalah Ula, Wustha dan Aqabah.

jamarat

Jemaah haji selalu berjuang berdesakan di  Jamarat sebagai tanda ketaatan kepada Allah SWT. Perjalanuan Jamarat adalah salah satu Wajib haji dan mengikuti teladan Nabi Ibrahim AS. Sebagai respon  atas peningkatan jumlah jamaah yang meningkat dari tahun ke tahun,  pihak berwenang Saudi mencari cara untuk menyingkirkan rintangan yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah jamaah haji di Jamarat.

Dengan demikian memungkinkan para jamaah HAJI untuk melakukan lempar jumroh dengan mudah dan dengan alur yang aman. Jembatan Jamarat pertama dibangun pada tahun 1975 untuk memfasilitasi jamaah haji yang akan melempar jumroh dengan menyediakan dua tingkat. Satu di bawah jembatan dan jembatan lainnya di jembatan itu sendiri.

Namun, saat jumlah jamaah haji terus meningkat, jembatan ini tidak mampu menangani sejumlah besar jamaah haji. Akibatnya, pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk menghancurkannya setelah musim haji tahun 2006. Saat ini pemerintah saudi menggantinya dengan struktur bertingkat baru.

Diharapkan pembangunan struktur  Jamarat yang  baru mampu menampung lebih banyak jamaah haji. Dengan demikian memfasilitasi para jamaah yang ingin lontar jumroh dengan cara yang aman dan efektif. Jembatan Jamarat baru sepanjang 950 meter dan lebar 80 meter . Strukturnya terdiri dari lima tingkat. Masing – masing tingkat setinggi 12 meter. Untuk memudahkan pergerakan, jembatan tersebut memiliki 12 pintu masuk dan 12 pintu keluar.

Jamaah yang akan melontar jumroh didistribusikan di antara keempat penjuru, selain pintu darurat. Ini akan memungkinkan pihak berwenang untuk menampung 300.000 jamaah haji per jam untuk melontar. Strukturnya dilengkapi dengan kamera CCTV yang beroperasi secara terus menerus. Kamera CCTV inilah yang digunakan untuk menentukan area mana yang perlu mendapatkan intervensi cepat dan penyediaan bantuan medis darurat.

Fasilitas Jembatan Jamarat juga mencakup dua helipad bantalan helikopter untuk penggunaan darurat. Untuk memberikan lingkungan yang lebih menyenangkan bagi jamaah haji. Proyek Jembatan ini juga mencakup sistem pendingin udara yang disertai penyiram air. System ini mampu menurunkan suhu udara hingga “hanya” sekitar 29 derajat Celsius.

Di lantai lima jembatan, kanopi kain raksasa telah dibangun yang mencakup ketiga wilayah Jamarat. sehingga memungkinkan para jamaah haji untuk melakukan ritual lempar jumoh dengan mudah dan untuk melindungi mereka dari sinar matahari yang menyengat. Pembangunan Jembatan Jamarat memakan waktu beberapa tahun, bahkan hingga saat ini.

Semua tindakan pencegahan dilakukan sehingga pekerjaan tidak mengganggu ritual yang dilakukan setiap tahun oleh para jamaah haji, termasuk jamaah HAJI KHUSUSPerlu dicatat bahwa proyek Jembatan ini dirancang dengan kebutuhan masa depan juga, karena dapat diperluas ke total 12 lantai  yang mampu menampung lebih dari 5 juta jamaah haji.

 

Jamarat
Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!