(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Jika Anda berkesempatan menjalankan umroh dan berkunjung ke kota Makkah, pasti Anda tidak akan melewatkan untuk mengunjungi salah satu saksi perjuangan Nabi Muhammad SAW saat menyebarkan agama islam. Jika Anda memandang ke arah selatan kota Makkah, di sana terdapat bukit batu bersejarah. Jabal Tsur dan kisah perjuangan Abu Bakar As Shiddiq mendampingi Perjuangan Rasulullah merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Jabal Tsur merupakan salah satu bukit yang paling tinggi di Makkah, letaknya ada di sebelah selatan Masjidil Haram, lebih tepatnya enam kilometer jauhnya. Di bukit batu tersebut terdapatlah gua yang menjadi saksi kegigihan Rasulullah bersama dengan Abu Bakar RA untuk berjuang demi Islam dan melindungi diri dari kejaran kaum Quraisy. Gua tersebut bernama Gua Tsur.

Ketika menapaki Jabal Tsur dan kisah perjuangan Rasulullah dalam menegakkan iman islam akan selalu terkenang. Semua jamaah yang berjalan menaiki bukit hingga bisa sampai ke Gua Tsur pasti bisa membayangkan bagaimana perjuangan Rasulullah ketika itu. Dalam keadaan dikejar musuh dan harus berjuang berjalan di atas bukit yang curam, Rasulullah tidak pernah menyerah dan merasa gentar.

Menelusuri Jabal Tsur dan Kisah Perjuangan Rasulullah

Hijrahnya Rasulullah

622 Masehi, ketika itu Rasulullah dan para sahabatnya memutuskan hijrah dari Kota Makkah menuju ke Yatsrib (Madinah). Dalam perjalanannya Rasulullah mendapatkan ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy. Agar terhindar dari ancaman pembunuhan tersebut, Rasulullah bersama dengan Abu Bakar RA, sahabatnya, terus berupaya meloloskan diri.

Baca : Seperti Inilah Madinah sebelum Kedatangan Rasulullah

 

Hingga suatu ketika beliau sampai di Gua Tsur dan bersembunyi di sana selama tiga hari tiga malam. Keajaiban demi keajaiban terus terjadi di dalam gua yang hanya bisa dimasuki orang dewasa yang bahkan harus masuk dengan sedikit membungkuk ini. Di tempat ini lah bukti kebesaran Allah dan bukti cintaNya kepada Rasulullah.

Saat kaum Quraisy sudah sampai persis di mulut gua, dengan ajaib terbentulah sebuah sarang labar-laba dan juga sarang merpati di sana. Bahkan sarang-sarang tersebut sangat besar hingga sanggup menghalangi jalan masuk. Hanya keajaiban Allah lah yang sanggup membuat para binatang tersebut ada di sana dan membuat sarang yang secara alami hanya bisa terbentuk dalam waktu yang lama.

Abu Bakar RA, salah seorang sahabat kepada Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai Rasulullah, andai saja salah satu dari mereka kaum Quraisy melihat ke bawah kedua kakinya, niscaya kita akan ketahuan.”

Keajaiban lain juga dialami oleh Abu Bakar RA yang ketika itu menjaga Rasulullah dalam lelap tidurnya di pangkuan Abu Bakar RA. Ketika sedang bersiaga, seekor ular berbisa menghampiri beliau berdua. Walau pun sudah dihalau namun tetap saja ular tersebut mendekat. Bahkan secara tiba-tiba ular tersebut mematuk Abu Bakar RA.

 

Dengan keadaan terpatuk ular berbisa, Abu Bakar RA mengalami demam dan keringat dingin. Meskipun demikian, Abu Bakar tidak menjerit. Ia tidak ingin mengganggu tidur Rasulullah akan yang Nampak sangat lelah. Namun semakin lama bisa ular itu semakin melemahkan tubuh Abu Bakar hal itu membuat menangis, karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

Secara tidak sengaja, tetesan air mata Abu Bakar  RA jatuh mengenai pipi  Rasulullah SAW. Melihat hal tersebut sertamera Rasulullah pun terbangun, dan bertanya.

“Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar As Shiddiq? Apakah kamu merasa gentar dengan ulah kaum kafir Quraisy? ”  Abu Bakar pun menjawab “Ya Rasulullah, aku tidak akan takut mati jika itu demi membela agama Allah,” jawab Abu Bakar.

“Lalu apa yang terjadi hingga kamu menangis?” tanya Rasulullah lagi.

“Kakiku dipatuk  ular berbisa, tubuhku lemas, aku menangis karena takut tidak kuasa menjagamu lagi,” kata Abu Bakar. Rasulullah pun membacakan turun nya  firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 40 dengan potongan ayat yang sangat terkenal, yakni : 

Sejurus kemudian Rasululah SAW segera memeriksa telapak kaki Abu Bakar. Setelah memeriksa bekas gigitan ular, Rasulullah pun langsung meludahi luka nya seraya berdoa untuk kesembuhan Abu Bakar.

Pertolongan Allah memang selalu ajaib, bahkan maut pun enggan untuk menghampiri. serta merta rasa sakit akibat gigitan ular di kaki Abu Bakar pun langsung sirna. Tidak lama kemudian Abu Bakar sehat kembali seperti sedia kala. Inilah yang membuat Jabal Tsur dan kisah perjuangan Rasulullah selalu bisa diteladani.

Proses Mencapai Puncak Gunung

Jabal Tsur merupakan salah satu agenda ziarah dan city tour jamaah umroh Syakira Wisata. Namun sayangnya tidak semua orang bisa sampai ke mulut gua karena medan yang sangat berat. Mereka yang akan berangkat umroh dan memasuki Gua Tsur harus mempersiapkan stamina ekstra.

Fisik harus benar-benar prima, selain karena medannya yang curam dan berbatu, kondisi cuaca dengan suhu panas yang ekstrim bisa sangat menguras tenaga. Namun bagi Anda yang tidak mampu mendaki, tak perlu khawatir.  Karena mendaki hingga puncak Jabal Tsur bukanlah rukun, wajib maupun sunnah dalam haji dan umroh

Tetapi walau pun harus berpayah untuk dapat naik ke puncak, memandang Jabal Tsur dan kisah perjuangan Rasulullah akan selalu membawa cerita serta hikmah bagi mereka semua yang mau meneladani iman dan juga kebesaran hati Abu Bakar As Shiddiq serta Rasulullah SAW.

Be Sociable, Share!