(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Jabal Rumah merupakan sebuah gunung kecil  yang letaknya berada di depan Jabal Uhud, MADINAH. Pada masa pecah peperangan uhud,  Rasulullah SAW telah menempatkan pasukan pemanah nya selama dengan instruksi yang ketat bahwasannya tentara tersebut tidak boleh meninggalkan tempat, apapun yang terjadi. 

jabal rumah

Namun yang terjadi justru adanya “desersi “ pasukan pemanah atas perintah Rasulullah SAW. Peperangan ini menyisakan cerita banyaknya pemanah yang menganggap pertempuran telah berakhir, dan berakibat fatal. Mereka turun gunung sebelum adanya perintah dari Rasulullah SAW yang menyebabkan berbaliknya posisi kemenangan bagi umat Islam dalam perang .

Dalam pertempuran tersebut Rasulullah menempatkan pasukan muslim di kaki Jabal Uhud atau pada bagian barat. Tentara Islam yang pantang menyerah berada dalam formasi yang amat kompak dengan panjang front kurang lebih 1.000 yard (sekitar 900 meter). Pada Sayap kanan ditempatkan berada di kaki bukit Uhud sedangkan pada sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (sekarang dikenal dengan Jabal Rumah,  tinggi 12 meter, dan memiliki panjang  kira2  150 meter).

Sungguh posisi pertahanan yang amat rapi. Sayap kanan Tentara Muslim pada posisi aman karena dilindungi oleh Jabal Uhud. Sedangkan sayap kiri berada dalam kondisi bahaya. Ini dikarenakan musuh dari kaum kafir bisa memutar di bukit Ainain lalu menyerang dari belakang

Mengetahui hal tersebut Rasulullah SAW menunjuk 50 pemanah di bawah pimpinan Abdullah bin Jubair RA untuk menempati posisi di Jabal Ainain (sekarang Jabal Rumah, yang berarti bukit pemanah). Beliauberkata secara tegas dan jelas kepadanya , ” Gunakan senjata panahanmu terhadap kavaleri (pasukan berkuda) musuh. Jauhkan pasukan kavaleri dari belakang kita.

Selama pasukan tetap di tempat nya (Jabal Rumah), bagian belakang kita akan dalam posisi aman. Dan janganlah sekali-kali kalian meninggalkan posisi  sekarang.  Apabila kalian telah melihat kami menang dan mendapatkan rampasan dari peperangan  janganlah bergabung (turun dari Jabal Rumah) namun Jika kalian melihat ada diantara kami yang terbunuh janganlah ikut menolong.

Ketangguhan pasukan muslim dalam peperangan amatlah tak diragukan. Walaupun diatas kertas kekuatan mereka jauh lebih sedikit, namun atas izin Allah SWT mereka pun memenangan perang tersebut. 

Namun sayang Pasukan Pemanah pun terlena. Melihat bahwa pertempuran yang sedang terjadi  lebih di dominasi oleh kaum pejuang Muslim, dan kaum musyrik yang berhasil dipukul mundur menjadikan semangat  di kalangan para pemanah Muslim untuk terus mengejar musuh yang melarikan diri lari tunggang langgang dan mengumpulkan harta jarahan perang yang ditinggalkan.

Mengetahui posisi tentara muslim sudah “diatas angin” Satu persatu tentara muslim banyak yang mulai meninggalkan posisi mereka di Jabal Rumah. Abdullah bin Jubair RA pun mencoba dengan sekuat tenaga untuk tetap mensiagakan mereka. Ia mengingatkan para serdadu nya akan perintah Rasulullah SAW dan meminta mereka untuk  tetap tinggal diam hingga ada perintah dari Rasulullah.

jamaah umroh syakira wisata

Tapi apa hendak dikata, tak lebih dari 10 kaum muslim yang ditugaskan sebagai pemanah saja yang mendengarkan perintah nya. Para pasukan pemanah ini beralasan bahwa perintah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW hanya untuk durasi peperangan yang sebenarnya .

Melihat hal ini Pasukan kavaleri  dengan jeli  melihat peluang celah  yang  tidak dijaga di belakang, mereka pun memutar arah, membuat gerakan mirip sayap , dan merangsek masuk , dan jatuh tepat di belakang pasukan Muslim , yang sedang sibuk dengan barang jarahan nya. Abdullah bin Jubair RA menjadi bulan – bulanan musuh di tempatnya.  

Ini serangan mendadak oleh musyrik menciptakan kebingungan sementara di jajaran Muslim dan mereka menghentikan pengejaran tentara yang hendak kabur ke kota Mekkah  al Mukarramah. Setelah Jabal Rumah berhasil dikuasai oleh pasukan kafir pimpinan Khalid bin Walid (yang kala itu belum memeluk Islam). Kaum muslimin pun mulai terdesak, mereka terus menjadi sasaran anak panah tajam dari pasukan kafir Quraisy.

Setelah berhasil merebut posisi di atas bukit, serdadu kafir pun merasa telah memenangkan pertempuran, apalagi karena tidak melihat RasulullahSAW. Abu Sofyan pun menduga bahwa Rasulullah SAW telah wafat terbunuh dalam perang tersebut.  Ia pun bersorak sorai kegirangan di atas bukit, “Muhammad sudah mati! Perang sudah berakhir! Kami lah sang pemenangnya !!!” Tapi  ternyata ia salah menduga.

Rasulullah SAW masih hidup. Sesaat setelah Abu Sofyan memberi pengumuman tersebut, Rasulullah keluar dari tempatnya  berlindung – Rasulullah terluka akibat baju yang dipergunakan saat  berperang mengenai wajahnya sehingga harus mendapatkan pengobatan. Saat muncul Rasulullah memberitahukan wahyu yang baru di turunkan. Untuk menjadi penawar menenangkan hati para pasukan muslim yang bersedih karena banyak yang terbunuh sebagai syuhada’. QS Ali Imran 139-140,

 

 

Jabal Rumah Madinah
Be Sociable, Share!