(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Masjid Namirah sudah dikenal dengan julukan masjid Ibrahim atau masjid Arafah. Masjid ini setelah mengalami perluasan seolah “terbelah”  menjadi dua bagian. Sebelah muka masjid yang tidak termasuk Arafah dan yang sebelah belakang masjid termasuk bagian dari Arafah. Penunjuk arah juga tersedia di depan dan belakang masjid Namirah serta mengarahkan ke Arafah ataupun bukan Arafah.

Sejarah Masjid Namirah

Masjid Namirah di Arafah Mekkah ini berdasarkan sejarahnya telah dibangun pada abad pertengahan kedua Hijriah oleh seorang penguasa Abbasiyah. Dibangun disuatu lembah wadi Uranah yang merupakan salah satu batas area Arafah.

Disebelah barat masjid terdapat bukit kecil yang sangat berdekatan sekali letaknya. Bukit ini dinamakan bukit Namirah. Sehingga masjidnya juga dinamakan Masjid Namirah.

Di lembah Wadi Uranah tersebutlah Masjid Namirah ini berdiri. Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam juga telah menyampaikan khotbah dan shalat bersama para kaum musilmin di hari Arafah, yakni melakukan ibadah haji yang terakhir yang dikenal sebagai sebutan haji wada.

Rasulallah shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda ketika melakukan ibadah haji wadi “ Aku berwukuf disini, dan Arafat seluruhnya tempat wukuf kecuali wadi Uranah.”

Ukuran, Desain, dan Keunikan Masjid Namirah

Masjid Namirah di Arafah Mekkah juda memiliki ukuran kurang lebih 110.000 m2, dan memiliki 64 pintu masuk, bisa memuat 350 ribu orang shalat di dalamnya, dan ada 6 menara juga. Uniknya, Masjid Namirah yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit di Arafah Mekkah ini hanya akan dibuka setahun sekali, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah. Masjid ini dibuka untuk umum ketika jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Baca : Mengenal Makna Wuquf di Arafah Bagi Kita 

Anjuran Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam di Masjid Namirah

Jamaah haji yang ziarah di Masjid Namirah ini pada tanggal 9 Dzulhijjah hanya bisa melihat dari luar bangunan masjid saja. Ketika wukuf, khotbah wukuf di Masjid Namirah di Arafah mekah biasanya akan disampaikan oleh Mufti Saudi Arabia. Lalu akan dilanjutkan dengan dzikir dan doa.

Pada saat wukuf jemaah haji yang melaksanakan ibadah dianjurkan untuk melakukan shalat dzuhur dan ashar secara jama dan qashar dua rakaat dengan satu kali azan dan dua kali iqamah. Seperti yang sudah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Beliau berwukuf di Arafah dan melakukan haji Wada.

Masjid Namirah Memberikan Nuansa yang Indah

Ketika jamaah umroh dan haji khusus Syakira Wisata diberi kesempatan memasuki Masjid Namirah pada acara ziarah dan city tour kota Makkah, disuguhi dengan berbagai bangunan yang megah, halaman parkir yang sangat luas dan kantin masjid yang berada di pojok dekat jalan raya juga dapat dimanfaatkan oleh jemaah ataupun pengunjung. 

Taman-taman  indah juga ditumbuhi dengan berbagai bunga aneka warna yang dilengkapi dengan kolam, dan dikelilingi dengan hamparan rumput hijau yang mempercantik penampakan masjid Namirah ini.

Di dekat area wudhu juga terdapat televisi layar datar yang menayangkan agenda-agenda yang sering diadakan di Masjid Namirah. Semua lengkap tersedia baik sandal, mukena, dan sarung di tempat peminjaman. Ketika Anda memasuki masjid maka kaki akan dimanjakan dengan karpet luas yang terbentang dan empuk.

Kemegahan Masjid Namirah

Selain itu semerbak wanginya juga tercium tajam sehingga Anda akan beribadah dengan tenang. Tubuh yang panas pun akan menjadi adem dan sejuk ketika berada di masjid Namirah ini. Diantara lukisan kaligrafi terdapat dua proyektor dengan layar yang besar dan lebar. Bagian depan mihrab imam juga terbentang sangat megah yang dilindungi oleh kaca.

Kaca juga dipilih menjadi dinding dari Masjid Namirah ini. Dari dalam masjid juga Anda dapat menambah daya untuk handphone yang memang lowbat karena tersedia puluhan stop kontak yang mengitari dinding masjid.

Be Sociable, Share!