Ingin Sholat di dalam Ka’bah? Sholatlah di Hijir Ismail

Salah satu tata cara umroh yang disunnahkan adalah thawaf atau mengelilingi Ka’bah sambil mencium Hajar Aswad. Selain kedua hal tersebut ternyata masih ada satu bangunan yang ada di sekitar Ka’bah yang memiliki sejarah dan keutamaan bagi para jamaah haji atau umroh. Bangunan tersebut berupa tembok berbentuk setengah lingkaran (al-Hatim) yang merupakan bagian dari Ka’bah. Bangunan yang bernama Hijr Ismail  itu  terletak antara Rukun Syami dan Rukun Iraqi.

Sebagai salah satu peninggalan yang bersejarah maka umat Islam mempercayai jika Hijir Ismail dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ibrahim beserta keluarganya.  Bagi para jamaah umroh atau haji yang sedang menjalankan thawaf maka bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.

Namun hanya puluhan orang saja yang bisa masuk mengingat ukuran Hijir Ismail yang tidak terlalu besar, hanya memiliki diameter sekitar 3 meter saja.  Pada saat memasuki Hijir Ismail ini para jamaah dianjurkan untuk beribadah dengan menunaikan sholat sunnah, berdo’a dan berdzikir.  Banyak jamaah yang percaya bahwa dengan beribadah di Hijir Ismail ini maka sama dengan menjalankan sholat di dalam Ka’bah. Setelah peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah SAW  ditanya oleh A’isyah mengenai bentuk Ka’bah. Kemudian Rasulullah menyampaikan keinginannya :

Sebagaimana hadist Rasulullah  ‘Dari Aisyah r.a. katanya; ‘Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah Kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Wahai Abu Hurairah, di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijir Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru”. Dari kedua hadist tersebut tentu hal ini membuat banyak jamaah ingin beribadah di Hijir Ismail namun karena ukurannya yang terbatas maka jamaah harus bersabar dan berdesakan.  

Dibalik kemuliaan Hijir Ismail tersebut terdapat kisah sejarah pembangunannya yaitu pada saat Rasulullah berusia 35 tahun terjadi banjir yang membuat bangunan Ka’bah rusak hingga tersisa puing dan sisa tembok saja. Melihat kejadian tersebut orang Quraisy berencana merenovasi Ka’bah dan menyiapkan berbagai perlengkapan serta tenaga kerja.

Akan tetapi ternyata orang Quraisy memiliki standar yang berbeda untuk membangun Ka’bah karena kemampuan ekonominya sangat bagus. Abu Wahb yang merupakan paman ayah Nabi memberikan peringatan agar kamu Quraisy membangun Ka’bah dari dana yang halal hingga akhirnya dana pembangunan menjadi terbatas.

Oleh karena itu kamu Quraisy tidak bisa membangun Ka’bah seperti sedia kala sehingga hanya terdapat tanda berupa tembok yang setinggi pundak.  Tembok ini berfungsi sebagai pembatas para jamaah yang melakukan thawaf agar tak dilewati.

Bagi jamaah umroh atau haji yang melakukan thawaf dan memasuki Hijir Ismail maka hitungan thawafnya dianggap batal karena dianggap mengelilingi Ka’bah dengan tidak sempurna, atau dianggap telah memasuki ka’bah. Sementara definisi thawaf itu sendiri adalah mengelilingi ka’bah dengan batasan tembok luar ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Memasuki hijir Ismail, berdo’a, berdzikir, dan melaksanakan sholat di dalamnya adalah sunnah. dalam artian tidak ada kaitan dengan rukun haji maupun umrah.

Ada sebagian anggapan bahwa Hijir Ismail adalah tempat dimana terdapat makam (kuburan) Nabi Ismail. Namun pendapat ini tidak memiliki dalil yang benar, Tidak ada riwayat shahih dari Rasulullah  yang menyebutkan hal demikian itu.

Bagi Anda dan keluarga yang akan melakukan ibadah umroh serta telah mendaftarkan diri di PAKET UMROH MURAH maka jangan hanya terfokus pada seputar fasilitas umroh saja. Akan tetapi pelajari lebih dalam mengenai aturan serta tata cara dalam beribadah di tanah suci agar ibadah Anda sah dan mendapat berkah dari Allah SWT.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!