(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Deru mesin haram captor mungkin tidak asing lagi bagi jamaah umroh dan haji yang pernah beribadah di Masjidil Haram. Dengan jumlah pengunjung mencapai jutaan orang yang datang dan pergi silih berganti. Hal ini membuat tumpukan sampah dan sandal para jamaah yang mungkin saja tertinggal tampak berserakan dimana-mana.

haram captor

Pemandangan ini apabila dibiarkan selain mengurangi nilai estetika Masjidil Haram. Dikhawatirkan juga akan mengurangi kesucian Masjid tersebut. Dengan Luas Masjidil Haram yang mencapai ± 656.000 m² mengandalkan petugas kebersihan secara manual saja tidak akan efektif. Walaupun pembersihan masjid telah dilakukan 24 jam. 

Di Masjidil Haram memang petugas membebaskan jamaah untuk membawa bekal dan memakannya, baik di dalam masjid maupun di teras. Sangat disayangkan terkadang para jamaah membuang sampah sisa makanan secara sembarangan. Padahal sudah banyak terpampang papan peringatan yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Karena itulah, petugas kebersihan Masjidil Haram bekerja ekstra keras secara bergiliran selama 24 jam non stop, dari mulai para pemungut  sampah termasuk sisa gelas air zam – zam, petugas pengepel lantai hingga mereka yang bekerja mengemudikan “kendaraan dinas” buatan Nilfisk, perusahaan spesialis pembuat peralatan pembersih profesional yang berkantor pusat di Denmark, yang disebut sebagai haram captor

Haram captor merupakaan mesin penyedot debu sekaligus sebagai alat pembersih (pel) lantai. Bentuknya yang menyerupai mobil mini atau lebih tepat disebut sebagai boom – boom car. Dengan hanya satu penumpang ini dioperasikan dan jumlahnya mencapai puluhan. Baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi.

Dengan cara kerja dan fungsi nya yang bekerja layaknya mesin vacum cleaner berukuran besar. Dalam sekejap sampah yang tadinya nampak berserakan di teras pun mampu disedot dalam waktu hanya beberapa detik. Tak ada lagi botol – botol plastik di jalanan.

Hajja, hajja, hajji, hajji, begitulah teriakan para petugas operator haram captor meminta para jamaah yang  masih duduk-duduk santai di lantai teras ketika akan dibersihkan. Masih bandel dan tetap tak mau bangkit??? Byuurrrrrr….. bersiaplah disiram air detergen pembersih lantai., tanpa pandang bulu.

Bukan nya para petugas kebersihan ini tak memiliki hati nurani, maupun berniat mengusik kenyamanan Anda saat bercengkrama di teras Masjidil Haram, namun Hal ini juga untuk menjaga kenyamanan jamaah lain dalam menjalankan ibadah haji dan umroh nya.

Tak kurang 300 petugas kebersihan siap mengoperasikan haram captor maupun pembersihan manual setiap harinya. Operator “kendaraan dinas” buatan tahun 2007 yang memeiliki register resmi berjenis Nilfisk Haram Captor CR 1400 ini, berasal dari berbagai negara seperti Pakistan, Yaman, Bangladesh, Vietnam, hingga Indonesia.

Dalam 24 jam, mereka bekerja secara bergiliran selama lebih dari 8 jam setiap harinya, bahkan jika musim haji datang dimana Masjidil Haram sedang mencapai puncak kepadatan, para petugas kebersihan ini bertugas selama 12 jam. Selain petugas haram captor, petugas kebersihan lain pun melakukan aksi “Gulung karpet dan memasangnya kembali” dengan cekatan dan periodik semuanya dilakukan agar Masjidil Haram tetap bersih dan nyaman bagi jamaah umroh dan haji.

Akbar, salah seorang petugas kebersihan sekaligus operator Haram Captor asal Indonesia yang pernah ditemui Syakira Wisata ini mengaku pendapatan bersihnya sebagai petugas kebersihan hanya 700 riyal saja setiap bulannya. Jauh dibawah rata – rata TKI ataupun TKW di Saudi, yang menerima pendapatan mencapai 2000 riyal. Jika nilai satu riyal berkisar 3,600, maka pendapatan akbar hanya Rp2.500.000 saja setiap bulannya. Sangat sedikit jika dibandingkan dengan biaya kebutuhan hidup di Saudi. 

Tidak setiap hari Akbar bertugas sebagai operator haram captor, mesin penyedot dengan bahan bakar bensin beroktan 87 ini. Semua bergantung pada jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak masjid tertua di dunia ini. Terkadang akbar mendapatkan giliran membersihkan kotoran atau sampah di sekitar dinding Ka’bah dan membersihkan hajar aswad . Dengan usapan tangannya (tentunya dengan kain pel yang setiap hari singgah di pundaknya).

Selain diberikan kesempatan beribadah umroh seminggu sekali, saat bertugas, area tertutup Masjidil Haram pun kerap ia masuki dengan leluasa, seperti sumur zam – zam yang saat ini telah ditutup untuk umum, atau bahkan menunaikan sholat lima waktu di Masjidil Haram. Subhanallah… benar – benar momentum yang membuat iri setiap orang  kepadanya.

Ya, Allah telah memuliakan dengan cara NYA sendiri, meskipun terkadang orang dari seluruh dunia kerap memandang profesi petugas kebersihan seperti akbar dengan sebelah mata. Meskipun gaji yang diterima jauh dari kata layak, akbar tak pernah merasa kekurangan dan selalu mensyukurinya, tak jarang  jamaah haji dan umroh kerap menyelinapkan uang riyal ke sakunya. “lumayan mas, hasilnya buat ngirim keluarga di rumah” ujarnya sambil tersenyum lepas.

Haram Captor
Be Sociable, Share!