(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Masjid Al – Jum’ah merupakan masjid yang berada di Madinah, Arab Saudi, dimana masjid ini berdiri di lokasi yang dipercayai sebagai tempat Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam dengan para pengikutnya ketika dalam perjalanan untuk hijrah dari kota Mekkah ke Madinah untuk melaksanakan shalat jum’at yang pertama kalinya.

Saat itu beliau singgah di Quba kurang lebih empat hari sampai hari jum’at pagi, lebih tepatnya pada tangga 16 Rabiul Awal di tahun yang sama. Pembangunan masjid Al Jum’ah sendiri dilakukan selama beberapa kali sampai tahun 1409 H oleh beberapa tokoh seperti H.Raja Fahd Bin Abdul Aziz yang meminta agar bangunan diperluas dengan meruntuhkan masjid yang lama.

Masjid Al-Jummah dibangun dari pecahan bebatuan yang hingga saat ini mampu memberikan keindahan tersendiri bagi masjid Al. Jum’ah. Informasi lengkapnya terkait dengan masjid yang istimewa ini akan kami ulas berikut:

Beberapa Hal terkait dengan Pembangunan Masjid Al – Jum’ah Madinah

Lokasi Masjid Al-Jum’ah

Masjid Al-Jum’ah berada di barat daya Madinah, dekat dengan Wadi Ranuna’. Adapun jarak untuk mencapai Masjid Al-Jumah dari Masjid Nabawi adalah sekitar 6 kilometer dengan jarak 900 meter dari arah utara Masjid Quba’.

Sejarah Nama Jum’ah

Awal mulanya masjid ini didirikan dan diberi nama Juma’ah karena pada saat perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah, di hari senin tangga 12 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah, Nabi Muhammad SAW dengan para pengikutnya singgah di Quba’ hingga 4 hari.

Pada pagi harinya, di hari Jum’at, mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju Madinah, lalu berhenti di sebuah wilayah Wadi Ranuna’ untuk melaksanakan shalat jum’at. Karena itulah, wilayah tersebut hingga kini dinamakan Jum’ah.

Sejarah Pembangunan Masjid Jum’ah

Masjid Al – Jum’ah Madinah pertama kalinya dibangun dengan beberapa batu dan mengalami kehancuran beberapa kali, yang akhirnya di renovasi olh Umar bin Abdul Aziz sebagai pelaksana renovasi yang kedua pada masa kekhalifahan Abbasiyah di tahun 155-159 Hijriah.

Setelah itu, di abad ke 9 Hijriah, masjid jum’ah kembali direnovasi oleh Syamsudin Qawan pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah yang dipimpin oleh Sultan Bayazid. Selanjutnya kembali di renovasi oleh Sayyid Hasan Asy Syarbatli di pertengahan abad yang ke 14 Hijriah.

Sebelum dilakukannnya renovasi, masjid Jum’ah terakhir kalinya mempunyai panjang 8 meter, tinggi 5,5 meter, lebar 4,5 meter dan 1 kubah terbuat dari bata merah dan diarea timur terdapat halaman dengan lebar 6 meter dan panjang 8 meter. Setelah itu masjid Jum’ah kembali di renovasi di tahun 1409 Hijriah oleh Kementerian Wakaf Arab Saudi dan di tahun 1412 Hijriah masjid jum’ah dibuka untuk umum.

Fasilitas Masjid Al – Jum’ah Madinah

Setelah dilakukannya beberapa kali renovasi hingga tahun 1409 H, akhirnya masjid jum’ah terdiri dari berbagai fasilitas pendukung seperti perpustakaan, asrama untuk imam serta muadzin, madrasah untuk menghafal al-qur’an, tempat wudhu, mushala untuk wanita dan toilet.

Pemandangan Masjid Quba dari Masjid Al Jum'ah

Pemandangan Masjid Quba dari Masjid Al Jum’ah

Selain itu, kapasitas penampung masjid juga semakin luas dan besar, tadinya masjid hanya dapat menampung lebih dari 70 jamaah, namun setelah dilakukannya renovasi masjid Jum’ah dapat menampung hingga 650 jamaah.

Masjid Al – Jum’ah Madinah hingga saat ini mempunyai menara tinggi yang sangat indah dan megah, sementara kubah berada tepat diatas area shalat dibagian tengah dengan ditambahkan empat kubah kecil yang sangat indah.

Keindahan masjid inilah yang dapat memikat para jamaah haji atau umrah untuk melakukan shalat di masjid Al-Jum’ah. Meskipun tidak melaksanakan sholat secara khusus, Masjid Al Jum’ah Madinah merupakan salah satu agenda dalam acara ziarah dan city tour seputar kota Madinah jamaah umroh dan Haji Khusus Syakira Wisata

Be Sociable, Share!